Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Adab Kepada Orang Tua Saat Ada dan Ketika Tiada (1)

KH. Fitri Priyanto, Lc., M.M.

Ustaz Fitri Priyanto, Lc., M.M.
(Pengasuh Bina Qurani Islamic School)

Orang tua adalah pintu terdekat menuju surga. Kasih sayang dan pengorbanan mereka telah tercurahkan demi memberikan surga kebahagiaan untuk anaknya di dunia tanpa mengharapkan balasan dan imbalan apapun. Segalanya dilakukan demi sang anak. Inilah yang menyebabkan betapa besarnya pahala berbakti kepada kedua orang tua dan urgensi menjaga adab terhadap keduanya. Abu Darda Radiyallahu’anhu mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

الوَالِدُ أوْسَطُ أبْوَابِ الجَنَّةِ، فَإنْ شِئْتَ، فَأضِعْ ذلِكَ البَابَ، أَو احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah, jika kalian mau maka kalian bisa mengabaikannya atau menjaganya. (HR. Tirmizi).

Imam Al-Qadi Al-Baidhawi mengatakan berbakti kepada kedua orang tua adalah sarana terbaik menuju surga dan mendapat derajat yang tinggi di surga. Surga itu memiliki banyak pintu dan pintu yang paling nyaman dan mudah untuk dimasuki adalah pintu yang tengah. Agar bisa memasukinya maka berbaktilah kepada kedua orang tua. (Tuhfah al-Ahwazi Syarh Jami’ al-Tirmizi, 2017).

Meninggalkan bakti kepada kedua orang tua dengan tidak mempedulikannya adalah kehinaan dunia akhirat dan sebab murka-Nya. Rasulullah menegaskan, “Sungguh hina, sungguh hina, sungguh hina orang yang memiliki kedua orang tua atau salah satunya saat masih hidup namun tidak mendapatkan surga.” (HR. Muslim). Ibnu Umar juga berkata: “Rida Allah tergantung rida orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua.”(Sahih al-Adab al-Mufrad lil Imam al-Bukhari, 1997).

Untuk mendapatkan rida orang tua yang membuahkan rida Allah maka hendaknya setiap anak memperhatikan adab terhadap kedua orang tuanya. Pertama, Adab kepada kedua orang tua saat mereka masih hidup diantaranya:

1. Selalu bersyukur dan berterima kasih kepada keduanya karena sebesar apapun balas budi kita tidak akan mampu setara atau menandingi pengorbanan kedua orang tua. ( Lukman[31]: 14)

2. Berkata dengan lembut dan baik. ( Al-Isra[17]: 23). Ibnu Umar berkata kepada Thaisalah Ibnu Mayyas: “Inginkah engkau dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga? “Demi Allah sangat mau, jawabnya.” Ibnu Umar bertanya lagi, apakah masih hidup kedua orang tuamu? Hanya ada ibuku, jawabnya. Ibnu Umar berkata: “Jika engkau selalu berkata lembut dan baik terhadapnya dan memberi makannya maka bagimu surga selama engkau menjauhi dosa besar. (HR. Bukhari).

3. Janganlah bepergian jauh kecuali setelah mendapatkan izinnya. Berdasarkan kisah sahabat yang ingin ikut berjihad maka diminta Rasulullah untuk mendapatkan izin kedua orang tuanya. ( Bukhari dan Muslim).

4. Jangan membantah keduanya di saat marah karena doa orang tua adalah mustajab sangat mungkin dikabulkan Allah. (HR. Tirmizi).

5. Melayani keduanya dengan baik, terlebih ibu karena surga berada dibawah telapak kaki ibu. ( Ahmad).

6. Selalu mendokan kebaikan dan rahmat Allah untuk keduanya.

7. Tidak menghina/mengolok-olok orang tua teman atau lainnya karena termasuk menghina kedua orang tuanya. ( Bukhari dan Muslim).

8. Tidak memanggil kedua orang tua dengan nama mereka, tidak berjalan didepannya kecuali permisi, dan tidak duduk kecuali setelah mereka duduk. ( Bukhari).

9. Hanya menasabkan diri kepada orang tua tidak kepada yang lain selamanya. Karena jika menasabkan kepada misalnya mertua, orang tua asuh atau tokoh yang dikaguminya maka surga haram untuknya. (Bukhari Muslim).

TAGS
#Adab Kepada Orang Tua #Birul Walidain #Fitri Priyanto #Hak Orang Tua
Login