Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Al-Haudh (Telaga)

Bina-Qurani-Al-Haudh-Telaga
Al-Haudh (Telaga)

Al-Haudh ialah, tempat air berkumpul. Jamaknya adalah Hiyadh. Maksud al-haudh di sini adalah telaga agung yang pada hari Kiamat kelak diminum oleh umat Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, kecuali mereka yang menyelisihi petunjuk beliau dan mengganti agamanya, murtad sepeninggal beliau.

Ada banyak hadits yang menceritakan perihal al-haudh dan sifatnya, yang artinya:

“Sungguh luas telagaku ialah seperti jarak antara Ailah dengan Shan’a, Yaman. Di dalamnya terdapat kendi-kendi sebanyak bilangan bintang-bintang di langit.” (HR. Bukhari Muslim)

Dalam sabdanya yang lain dengan sanad dari Imam Bukhadi dan Muslim meriwayatkan dari Abdul Malik bin Umair, ia berkata, “Aku mendengar Jundub berkata, ‘Aku mendengar Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda’, ‘Aku sampai lebih dahulu daripada kalian di telaga’.” (HR. Bukhari Muslim)

Dalam shahihain dan selainnya juga disebutkan bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda saat beliau berada di tengah-tengah para sahabat:

“Sungguh aku berada di telaga menunggu siapa di antara kalian yang dating kepadaku. Dan demi Allah, ada banyak orang yang dijauhkan dariku sampai-sampai aku mengatakan, ‘Wahai Rabb, ia dari golonganku, ia dari golongan umatku.’ Dia berkata, ‘Kau tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu. Mereka Kembali kepada kekafiran (murtad)’.” (HR. Bukhari Muslim)

Bina-Qurani-Al-Haudh-Telaga

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Al-Haudh (Telaga), Source: Photo by Garret Unsplash

Di dalam hadits-hadits yang telah kami sebutkan di atas terdapat petunjuk adanya telaga Rasul Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam dan disebutkan pula sebagian cirinya. Di antara ciri telaha yang tercantum di dalam beberapa hadits tersebut ialah bentuknya sangat besar dan luas, panjang dan lebarnya sama.

Jarak antara satu sudut ke sudut lain seluas perjalanan sebulan. Airnya mengalir dari Nahr Kautsar. Di dalamnya terdapat dua pancuran dari surga. AIrnya lebih putih dari susu, lebih dingin daripada es, lebih manis daripada madu, lebih wangi daripada minyak kesturi, dan cangkirnya sebanyak bindang di langit. Barangsiapa yang meminum darinya, ia tidak akan kehausan selama-lamanya.

Setiap muslim wajib beriman dengan adanya telaga dengan segala ciri-cirinya ini. Karena hal itu ditetapkan berdasarkan hadits shahih dari Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam yang tidak ada keraguan di dalamnya. Secara lahiriyah ia benar-benar ada seperti yang dipahami dari lafadz dalil yang menyebutkannya, tanpa ada takwil.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 269-270.

Thumbnail Source: Photo by Nastassia Unsplash

Artikel Terkait:
Kebangkitan dan Pengumpulan

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login