Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Al-Mizan

Bina-Qurani-Al-Mizan
Al-Mizan

Al-Mizan ialah sebuah alat untuk mengetahui takaran atau ukuran. Maksud Al-Mizan disini ialah timbangan yang sebenarnya, memiliki dua neraca untuk menimbang amalan hamba setelah dihisab, diakui, dan diperlihatkan kepada Bani Adam.

Timbangan merupakan bukti keadilan Rabb sehingga tidak ada seorangpun yang merasa dizalimi sedikitpun. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā mendatangkan amalan manusia meski hanya sebesar biji sawi untuk diperlihatkan ukurannya agar balasannya pun setimpal dengannya.

Timbangan itu bisa jadi berjumlah banyak, atau hanya satu. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Banyak sekali dalil-dalil yang menunjukkan adanya timbangan dan ditimbangnya amal. Di antara dalil-dalil itu ialah:

Firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā:

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (8) وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ (9)

Artinya:

“Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan). Barangsiapa berat timbangan kebaikannya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.” (QS. Al-A’raf: 8-9)

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ (47)

Artinya:

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak ada seorang pun yang dirugikan barang sedikitpun. Dan jika amalan itu hanya seberat biji sawipun, Kami pasti mendatangkan pahalanya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya’: 47)

مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (102) وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ (103)

Bina-Qurani-Al-Mizan

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Al-Mizan, Source: Photo by Ekaterina Pexels

Bina-Qurani-Al-Mizan

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Al-Mizan, Source: Photo by Ekaterina Pexels

Artinya:

“Barangsiapa yang berat timbangan kebaikannya maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan. Dan barang siapa yang ringan timbangannya maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri. Mereka kekal di dalam neraka Jahanam.” (QS. Al-Mukminun: 102-103)

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (7) وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (8) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9) وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ (10) نَارٌ حَامِيَةٌ (11)

Artinya:

“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan kebaikannya. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan kebaikannya. Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? Yaitu api yang sangat panas.” (QS. Al-Qariah: 6-11)

Ayat-ayat tersebut menunjukkan kebenaran adanya timbangan, setiap amal ditimbang, keberuntungan bagi yang timbangan kebaikannya berat dan kerugian bagi yang timbangan kebaikannya ringan. Amalan yang ditimbang pada hari kiamat adalah abstrak, tidak berbentuk dan tidak dapat ditimbang di dunia, tetapi pada saat itu dapat ditimbang.

Sebab, standar kehidupan akhirat tidak seperti kehidupan kita sekarang. Selain itu, berat dan ringannya amalan tersebut juga berbeda-beda, tergantung keikhlasan dan niatan yang mengiringinya. Standar nilai timbangan bukan hanya amalan semata, tapi juga niat yang mengiringinya.

Banyak sekali manusia yang datang dengan membawa kalimat syahadat meski amal buruknya jauh lebih banyaj daripada amal baiknya. Padahal, syahadat akan lebih berat jika diletakkan pada satu neraca timbangan daripada langit dan bumi beserta isinya yang diletekkan pada satu neraca timbangan yang lain sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 270-273.

Thumbnail Source: Photo by Al-Azhar

Artikel Terkait:
Tanda-tanda Kiamat

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login