Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Apa yang Dimaksud dengan Cashless Society

Bina-Qurani-Apa-yang-Dimaksud-dengan-Cashless-Society
Apa yang Dimaksud dengan Cashless Society

Pesatnya laju perkembangan teknologi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia terutama pada aspek finansial, yaitu dengan munculnya cashless society. Cashless society merupakan fenomena aktivitas transaksi keuangan tanpa menggunakan uang tunai.

Cahsless society lahir karena adanya gerakan cashless ekonomi, yaitu suatu istilah yang lahir dari kondisi berkurangnya penggunaan uang fisik untuk transaksi pembayaran karena digeser oleh para pengguna uang digital.

Lalu apa yang dimaksud dengan cashless society? Berikut kami uraikan apa yang dimaksud dengan cashless society menurut para ahli.

Bina-Qurani-Apa-yang-Dimaksud-dengan-Cashless-Society

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Apa yang Dimaksud dengan Cashless Society, Source: Photo by Ivan S Pexels

Pengertian Cashless Society Menurut Para Ahli

Secara umum, cashless society merupakan aktifitas transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu, baik itu kartu kredit maupun kartu debit, atau menggunakan payment gateway. Meski demikian, terdapat perbedaan tersendiri di kalangan para ahli mengenai apa itu cashless society.

Berikut ini beberapa pendapat ahli mengenai apa yang dimaksud dengan cashless society:

1. Abbas

Menurut Abbas, Cahsless society merupakan istilah yang dipakai Bank Indonesia (BI) untuk menggambarkan keadaan masyarakat yang melakukan transaksi tanpa menggunakan uang tunai.

2. Businessnovice

Menurut Businessnovice, cashless society adalah konsep ekonomi untuk melakukan transaksi keuangan dengan format elektronik dibandingkan dengan penggunaan uang tunai.

3. Oxford Dictionary

Menurut pengertian dari Oxford Dictionary, cashless adalah fenomena pertukaran dana yang ditandai dengan adanya penggunaan cek, kartu debit dan kartu kredit, serta metode elektronik dibandingkan dengan penggunaan uang tunai. Sedangkan society adalah orang-orang yang tinggal bersama dalam suatu komunitas terurut dan terperintah.

Sehingga definisi menurut oxford dictionary adalah sekumpulan orang-orang yang hidup bersama dalam suatu pemerintahan yang melakukan transaksi keuangan menggunakan cek, kartu debit atau kredit, dan metode elektronik untuk menggantikan uang tunai.

Bina-Qurani-Apa-yang-Dimaksud-dengan-Cashless-Society

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Apa yang Dimaksud dengan Cashless Society, Source: Photo by Ivan S Pexels

Keuntungan Cashless Society

Penerapan cashless society memiliki keuntungan tersendiri untuk para pihak yang melakukan transaksi ataupun kegiatan ekonomi. Pergeseran uang tunai ke uang digital berupa kartu debit maupun kartu kredit dalam penggunaan transaksi, selain lebih praktis juga terlihat lebih keren di mata masyarakat.

Berikut ini beberapa keuntungan dari cashless society:

1. Menghindari Pemalsuan Uang

Diakui atau tidak, penggunaan uang tunai dalam transaksi jual beli bisa memicu terjadinya pemalsuan uang. Dengan transaksi tunai yang dilakukan masyarakat tentu akan memicu peredaran mata uang palsu semakin meluas. Namun sebaliknya, dengan adanya cashless society aktifitas peredaran uang palsu dalam transaksi jual beli dapat diminimalisir dan dihindari.

2. Meminimalisir Tindak Kriminal

Cashless society meminimalisir terjadinya tindak kriminal di masyarakat, sebab masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai yang tentu akan memancing tindak kriminal seperti pencurian, pencopetan, maupun jambret.

3. Transaksi Lebih Cepat dan Mudah

Proses transaksi dengan cashless society dilakukan secara lebih mudah dan lebih cepat. Masyarakat hanya perlu menggesek kartu debit atau kredit pada suatu mesin khusus, yang dengan otomatis akan mengurangi saldo sesuai nominal jumlah pembelanjaannya.

Bina-Qurani-Apa-yang-Dimaksud-dengan-Cashless-Society

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Apa yang Dimaksud dengan Cashless Society, Source: Photo by Pavel Danilyuk Pexels

Kekurangan Cashless Society

Cashless society selain sangat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Namun, fenomenia ini juga memberikan dampak negatif yang cukup serius apabila penggunaannya tidak terkontrol. Sehingga dampak negatif cashless society yang ada sering tidak disadari oleh kebanyakan orang.

Berikut ini empat dampak negatif cashless society yang sering tidak disadari:

1. Bahaya Kehilangan Kartu

Salah satu instrumen metode cashless yang sering digunakan oleh masyarakat adalah menggunakan kartu debit atau kartu kredit.

Di antara risiko yang rentan terjadi dari penggunaan instrumen kartu ini adalah hilangnya kartu tersebut. Kehilangan kartu debit atau kredit tentu merupakan suatu bahaya yang besar. Apalagi jika saldo yang tersimpan di dalam kartu tersebut cukup besar, dan kartu yang kamu miliki tidak sengaja hilang.

Kehilangan kartu debit atau kredit tentu menyulitkan setiap orang untuk melakukan pelaporan terhadap bank terkait. Apalagi jika terjadi dalam posisi buru-buru. Oleh karena itu, pastikan kembali bahwa kartu instrument cashless ini tersimpan dengan baik.

Atau beralihlah dengan menggunakan layanan keuangan berbasis QR atau QRIS yang dapat kamu gunakan melalui smartphone Anda. Sehingga untuk melakukan pembayaran Anda cukup melakukan scan kode pembayaran di tempat belanja pilihanmu.

2. Rentan Terjadi Cyber Crime

Perkembangan teknologi yang merambah ke aspek finansial bukan berarti menjamin akan adanya keamanan yang maksimal dari praktik tersebut. Metode cashless society justru dapat menjadi ancaman bagi keamanan financial Anda.

Para pelaku cyber crime dapat dengan mudah meretar beberapa instrumen pendukung cashless metode. Salah satunya dilakukan dengan praktik skimming. Skimming yaitu sebuah kejahatan perbankan yang dilakukan dengan cara mencuri data dari kartu debit maupun kartu kredit untuk menarik dana yang tersimpan di rekening.

3. Mendorong Seseorang Menjadi Lebih Boros

Kehadiran cashless society tentu mambuat setiap orang semakin jarang menyimpan uang tunai dalam bentuk fisik.

Ketika seseorang melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan uang fisik, tentu secara tidak langsung akan mengetahui jumlah uang tersisa yang dimiliki. Sedangkan jika menggunakan metode cashless, meskipun sudah mengetahui telah mengeluarkan uang, namun transaksi tersebut tidak terjadi secara fisik, sehingga seseorang akan acuh terhadap sisa saldo yang dimiliki.

Hal ini tentu mengakibatkan berkurangnya kesadaran akan managemen finansial, sehingga akan muncul kecenderungan untuk terus melakukan transaksi dan menghabiskan uang. Tentunya, perilaku ini akan berujung pada pemborosan yang tidak terkontrol.

4. Menimbulkan Kebiasaan Hutang

Dampak negatif cahsless society yang terakhir adalah menimbulkan kebiasaan hutang. Timbulnya kebiasaan hutang dari fenomena ini terjadi karena tingkah laku dari penngguna itu sendiri, terlebih bagi pengguna kartu kredit.

Penggunaan kartu kredit sebagai instrumen pembayaran menyebabkan seseorang secara tidak sadar melakukan transaksi secara terus menerus, sehingga seseorang tidak dapat mengontrol uang yang saat ini dimiliki. Apalagi jika salah langkah dalam menggunakan layanan tersebut, tagihan dan bunga yang ada bisa membengkak dan menjerat pelakunya.

Oleh karena itu, hadirnya teknologi yang ada harus disikapi lebih bijak disertai dengan managemen emosi dan finansial. Sehingga kita tidak terjerat kasus-kasus sebagaimana yang terlampir dalam dampak negatif cashless society di atas.

Demikianlah empat dampak negatif cashless society yang semestinya kita hindari agar tidak terjadi pada diri pribadi.

Artikel Terkait:
Keamanan Metode Pembayaran Online

TAGS
#Belajar Website Pemula #Coding Dasar #Pemrograman Android #Software Pemrograman Android #Web Design #Web Developer
Login