Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Arti Sum’ah

Bina-Qurani-Arti-Sum'ah
Arti Sum’ah

Di antara kita mungkin sering mendengar istilah sum’ah dan riya’ dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sudahkah kalian mengerti tentang apa arti sum’ah dan riya’ itu sendiri?

Sum’ah dan riya’ merupakan perbuatan dosa yang dengan jelas telah dilarang oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā, dan keduanya adalah penyakit hati yang dihukumi sebagai perbuatan syirik kecil.

Arti sum’ah dan riya’ tidaklah sama, keduanya mempunyai arti yang berbeda meskipun maksud dan tujuan dari perbuatan tersebut adalah sama yaitu ingin mendapatkan pujian dan apresiasi dari manusia.

Mengingat akan begitu bahayanya perbuatan sum’ah dan riya’, maka pada kesempatan kali ini kami akan sedikit menulis tentang apa itu arti sum’ah dan riya’ serta bahayanya bagi seorang hamba.

Bina-Qurani-Arti-Sum'ah

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Arti Sum’ah, Source: Photo From Sritam Das Pexels

Adapun beberapa poin pembahasan yang akan kami sampaikan pada tulisan ini adalah sebagai berikut:

  • Arti Sum’ah dan Riya’
  • Bahaya Perbuatan Sum’ah dan Riya’
  • Sebab-Sebab Munculnya Sum’ah dan Riya’

Yuk kita simak!

Semoga pembahasan ini dapat menjadi motivasi bagi diri kita untuk menjaga dan menghindari diri dari perbuatan sum’ah dan riya’.

Arti Sum’ah dan Riya’

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa, arti sum’ah tidaklah sama dengan arti dari riya’. Sum’ah adalah perbuatan yang menonjolkan amal ibadah yang telah dilakukan agar didengar dan dibicarakan oleh orang lain, dengan harapan sang pelaku mendapatkan pujian dan apresiasi dari orang yang mendengarnya.

Berbeda dengan arti sum’ah, riya’ adalah perbuatan yang menonjolkan atau memperbagus amal ibadah agar dapat dilihat oleh orang lain, dengan harapan mendapatkan pujian dari orang yang melihatnya.

Bina-Qurani-Arti-Sum'ah

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Arti Sum’ah, Source: Photo From Karina Zhukovskaya Pexels

Setiap amal ibadah seorang hamba hendaknya disertai dengan rasa ikhlas dan hanya mengharapkan ridha dari Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā semata. Bukan melakukan amal ibadah karena ingin mengharapkan pujian dan apresiasi dari sesama manusia.

Bahaya Perbuatan Sum’ah dan Riya’

Sebagai seorang muslim, seyogiyanya kita senantiasa menjauhi segala macam bentuk perbuatan yang dilarang oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā sebagai wujud dan bukti ketakwaan kita kepada-Nya.

Segala perbuatan yang telah dilarang oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā sejatinya adalah perbuatan yang tentu akan mendatangkan keburukan bagi pelakunya baik keburukan di dunia maupun di akhirat.

Salah satu perbuatan yang dapat mendatangkan keburukan dan telah jelas pelarangannya oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā adalah perbuatan sum’ah dan riya’.

Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللهُ بِهِ وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللهُ بِهِ

Artinya:

“Barangsiapa memperdengarkan atau menyiarkan amalnya, maka Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā akan menyiarkan aibnya, dan barangsiapa beramal karena riya’ maka Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā akan membuka niatnya di hadapan orang banyak pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)

Bina-Qurani-Arti-Sum'ah

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Arti Sum’ah, Source: Photo From Hebert Santos Pexels

Sum’ah dan riya’ adalah perbuatan yang harus dijauhi oleh setiap hamba yang beriman. Karena sum’ah dan riya’ adalah perbuatan yang tergolong sebagai syirik kecil.

Mahmud bin Labid Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ ” قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: ” الرِّيَاءُ

Artinya:

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya, ‘Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?’ Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, ‘Riya’.” (HR. Ahmad)

Maka berhati-hatilah pada syirik kecil, karena perbuatan syirik kecil dapat merusak amal yang telah dikerjakan.

Ini berarti sum’ah dan riya’ adalah perbuatan yang semestinya ditinggalkan oleh seseorang yang beriman dalam melakukan amal ibadah. Dan jangan lupa, untuk senantiasa memperbaiki niat di setiap amalan yang kita laksanakan.

Bina-Qurani-Arti-Sum'ah

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Arti Sum’ah, Source: Photo From Andrea Piacquadio Pexels

Sebab-Sebab Munculnya Sum’ah dan Riya’

Terdapat beberapa hal yang dapat menjerumuskan seorang hamba terperosok ke dalam jurang perbuatan sum’ah dan riya’. Penyebab utama seorang hamba terjerumus ke dalam perbuatan sum’ah dan riya’ adalah kecintaannya kepada pangkat dan kedudukan.

Jika dirinci lebih dalam, sebab-sebab munculnya sum’ah dan riya’ pada seorang hamba antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Senang mendapatkan pujian dan sanjungan
  2. Menghindari atau takut mendapat celaan manusia
  3. Adanya sikap tamak di dalam dirinya.

Hal ini ditegaskan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-‘Asyari bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

أَنَّ رَجُلاً أَعْرَابِيًّا أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلْمَغْنَمِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُذْكَرَ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ فَمَنْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ أَعْلَى فَهُوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ »

Artinya:

“Ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, ‘Ya Rasulullah, ada seseorang berperang karena rasa fanatisme, berperang dengan gagah berani, dan berperang dengan riya. Manakah yang demikian itu berada di jalan Allah?’ Beliau menjawab, ‘Barangsiapa yang berperang dengan tujuan agar kalimat Allah yang paling tinggi, maka itulah fii sabilillah’.” (HR. Muslim)

Bina-Qurani-Arti-Sum'ah

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Arti Sum’ah, Source: Photo From Ahmed Akacha Pexels

Demikianlah sedikit uraian tentang arti sum’ah dan riya’, beserta dengan bahaya dan penyebab yang memunculkan sifat sum’ah dan riya pada diri seseorang.

Thumbnail Source: Photo From Thais Cordeiro Pexels

Artikel Terkait:
Keutamaan Ikhlas

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login