Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Ayat Kursi

Bina-Qurani-Ayat-Kursi
Ayat Kursi

Alquran adalah kalamullah atau firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā yang diturunkan kepada umat manusia melalui Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Alquran merupakan petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh manusia.

Di dalam Alquran terdapat surat-surat yang agung dan mulia, begitu pula seluruh ayat yang dikandung di dalamnya merupakan ayat-ayat yang agung nan mulia.

Namun, Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya, Dia menjadikan surat yang satu lebih agung dari surat yang lain, dan ayat yang satu lebih agung pula dibandingkan dengan ayat yang lainnya.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā menjadikan surat Al-Fatihah sebagai surat yang paling agung, dan menjadikan ayat kursi sebagai ayat yang paling agung di antara ayat-ayat yang lainnya.

Bina-Qurani-Ayat-Kursi

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Ayat Kursi, Source: Photo From Utsman Media Unsplash

Bacaan Ayat Kursi

Ayat kursi adalah ayat yang terdapat pada surat Al-Baqarah, tepatnya pada ayat yang ke 255. Adapun bacaan ayat kursi adalah sebagai berikut.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

(Allohu laa ilaha illaa huwal-hayyul qoyyuum laa ta’-khudzuhu sinatuw-walaa nauum lahu maa fis-samaa waa ti wa maa fil ardh mandzalladzii yasyfa-‘u ‘indahu illaa biidznihi ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum wa laa yuhii thuuna bisyai im-min ‘ilmihi illaa bimaasyaa wa si-‘a kursiyyuhussa maa waa ti wal-ardh wa laa ya-uuduhu hifdhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘adhiim)

Artinya:

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Ayat kursi adalah ayat yang paling agung di dalam Alquran, karena di dalam ayat kursi terdapat nama Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā yang paling agung, yaitu Al-Hayyu dan Al-Qayyum. Keagungan ayat kursi melebihi agungnya langit dan bumi, karena di dalamnya mencakup nama dan sifat Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Ayat kursi juga merupakan salah satu sebab dimasukannya seseorang ke dalam surga Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Abu Umamah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

“Siapa yang membaca ayat kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Begitu agung dan mulianya ayat kursi ini, hendaknya menjadikan motivasi bagi kita untuk rutin membacanya. Dengan membaca ayat kursi, InsyaAllah akan mendatangkan banyak keutamaan untuk kita. Baik keutamaan yang kita dapatkan di dunia maupun di akhirat.

Bina-Qurani-Ayat-Kursi

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Ayat Kursi, Source: Photo From Ramin Labisheh Unsplash

Waktu-Waktu Utama Membaca Ayat Kursi

Ayat kursi adalah ayat Alquran yang paling agung. Keagungan ayat kursi melebihi agungnya penciptaan langit dan bumi, agungnya ayat kursi ini dikarenakan di dalam ayat tersebut mencakup nama dan sifat Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Begitu agung dan mulianya ayat kursi ini, hendaknya memotivasi diri kita agar senantiasa membacanya. Dengan membaca ayat kursi, Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā akan mendatangkan banyak keutamaan untuk kita. Baik keutamaan yang kita dapatkan di dunia maupun di akhirat.

Adapun waktu-waktu utama yang dianjurkan untuk membaca ayat kursi adalah pada waktu-waktu berikut:

  • Waktu pagi dan petang
  • Sebelum tidur
  • Setelah selesai shalat lima waktu

Waktu-waktu di atas adalah waktu-waktu yang utama untuk membaca ayat kursi, adapun dalil-dalil yang menyebutkan keutamaan membaca ayat kursi pada waktu-waktu di atas adalah sebagai berikut:

1. Waktu Pagi dan Petang

Dalil yang menunjukkan waktu pagi dan petang merupakan waktu utama untuk membaca ayat kursi adalah, sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab.

Ubay bin Ka’ab Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِذَا قَرَأْتَهَا غُدْوَةً أُجِرْتَ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأْتَهَا حِينَ تُمْسِي أُجِرْتَ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ

“Siapa yang membacanya di waktu pagi, maka ia akan dilindungi oleh Allah dari berbagai gangguan hingga petang. Siapa yang membacanya di waktu petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi hari.” (HR. Al-Hakim)

2. Waktu Sebelum Tidur

Membaca ayat kursi pada waktu sebelum tidur merupakan sunah yang diajarkan oleh Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Hal ini dilihat berdasarkan dari pengaduan Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu pada Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam tentang seseorang yang mengajarkan ayat kursi kepadanya.

Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

دَعْنِي أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} حَتَّى تَخْتِمَ الْآيَةَ فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِي كَلِمَاتٍ يَنْفَعُنِي اللَّهُ بِهَا فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ قَالَ مَا هِيَ قُلْتُ قَالَ لِي إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ الْآيَةَ {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} وَقَالَ لِي لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ وَكَانُوا أَحْرَصَ شَيْءٍ عَلَى الْخَيْرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ لَا قَالَ ذَاكَ شَيْطَانٌ

“Abu Hurairah menjawab, ‘Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan satu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya’. Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bertanya, ‘Apa kalimat tersebut?’ Abu Hurairah menjawab, ‘Ia mengatakan kepadaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan -Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum-. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatiku hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.’ Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam pun bersabda, ‘Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?’ Abu Hurairah menjawab, ‘Tidak.’ Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam berkata, ‘Dia adalah setan’.” (HR. Bukhori)

3. Setelah Selesai Shalat Lima Waktu

Membaca ayat kursi setelah selesai shalat lima waktu merupakan salah satu sebab seseorang dimasukkan ke dalam Surga.

Abu Umamah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

“Siapa yang membaca ayat kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Maksud hadis di atas yaitu, bahwa orang yang membaca ayat kursi maka tidak ada yang akan menghalanginya masuk surga ketika ia mati.

Semoga Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā memberikan taufik kepada kita agar diberikan kemudahan dalam membaca ayat kursi secara rutin. Dan semoga Allah masukkan kita semua ke dalam Jannah-Nya, yakni surga Firdaus.

Bina-Qurani-Ayat-Kursi

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Ayat Kursi, Source: Photo From Indonesia Bertauhid Unsplash

Keutamaan dan Kandungan Ayat Kursi
1. Ayat Yang Paling Mulia dan Paling Agung

Menurut Syaikh As-Sa’di Raḥimahullāh, “Ayat kursi merupakan ayat Alquran yang paling mulia, paling agung, dan paling utama. Hal ini karena di dalam ayat kursi, terkandung penjelasan tentang perkara-perkara yang agung dan sifat-sifat Allah yang mulia. Oleh karena itu, banyak hadis yang memotivasi manusia untuk membaca ayat ini dan menjadikannya sebagai wirid yang dibaca saat pagi dan sore, ketika hendak tidur, dan ketika selesai shalat fardhu.”

Ubay bin Ka’ab Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ». قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ». قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ. قَالَ فَضَرَبَ فِى صَدْرِى وَقَالَ « وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ »

Artinya:

“Dari Ubay bin Ka’ab ia berkata bahwa, Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, ‘Hai Abu Mundzir! Tahukah kamu, ayat manakah di antara ayat-ayat Alquran yang ada padamu yang paling utama?’ Abu Mundzir menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau bertanya lagi, ‘Hai Abu Mundzir, tahukah kamu, ayat manakah di antara ayat-ayat Alquran yang ada padamu yang paling utama?’ Abu Mundzir menjawab, ‘Allahu laa ilaahaa illaa huwal Hayyul Qayyum.’ Lalu beliau Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam menepuk dadaku seraya bersabda, ‘Demi Allah, semoga dadamu dipenuhi dengan ilmu, wahai Abu Mundzir’.” (HR. Muslim)

2. Mengandung Penetapan Tauhid

Di dalam ayat kursi, mengandung penetapan tiga macam tauhid, yaitu tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah, dan tauhid asma’ wa sifat, yaitu:

  • Pada awal ayat mengandung penetapan tauhid uluhiyah, yaitu firman Allah اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ)) yang artinya Allah, Tidak ada tuhan melainkan Dia. Maksud dari awal ayat ini ialah tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.
  • Pada kalimat selanjutnya Allah menyebutkan tauhid asma’ wa sifat dalam firman-Nya (الْحَيُّ الْقَيُّومُ) yang artinya Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Ayat ini mengandung makna bahwa Allah memiliki sifat hidup dan berdiri sendiri serta tidak butuh kepada makhluk.
  • Kemudian pada kalimat selanjutnya dalam ayat kursi, Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman (لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ) yang artinya kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Ini merupakan penetapan akan rububiyah Allah, bahwa Dialah Allah yang memiliki langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya.
3. Syafaat Hanya Milik Allah

Di dalam ayat yang agung ini (Ayat Kursi) juga mengandung pelajaran yang sangat penting tentang syafaat. Di dalam ayat kursi dijelaskan bahwa syafaat adalah milik Allah dan hanya boleh meminta syafaat hanya kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā semata.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ

Artinya:

“Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah [02]: 255)

4. Luasnya Ilmu Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā

Di dalam ayat kursi juga terkandung makna akan luasnya ilmu Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā. Sebagaimana firman-Nya,

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ

Artinya:

“Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Baqarah [02]: 255)

Pada ayat di atas dijelaskan tentang penetapan sempurnanya ilmu Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā mengetahui segala sesuatu, yang telah lalu, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi. Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi melainkan ilmu Allah telah mencakup semuanya.

Dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa tidak ada satu makhlukpun yang mengetahui ilmu Allah, kecuali apa yang telah Allah berikan kepada mereka. Mereka tidak mengetahui perkara yang ghaib, dan tidak ada yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

5. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā Yang Maha Tinggi

Di dalam ayat kursi, Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga terdapat penetapan bahwa Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā Maha Tinggi. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya:

“Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah [02]: 255)

Thumbnail Source: Photo From Madrosah Sunnah Unsplash

Artikel Terkait:
Bacaan Dzikir Setelah Sholat

TAGS
#Al Baqarah #Al Maidah Ayat 2 #Al Maidah #Alquran 30 Juz #Alquran adalah Cahaya #Ayat Kursi #Cara Menghafal Alquran #Keutamaan Membaca Alquran #Pengertian Alquran #Waktu Membaca Ayat Kursi
Login