Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar ini adalah malam yang penuh berkah, sehingga siapa yang terhalang untuk mendapatkannya maka dia telah terhalang dari kebaikan seluruhnya, dan tidak akan terhalang dari kebaikannya kecuali orang-orang yang terhalang.

Karena itu, sudah seharusnya seorang muslim yang bersemangat dalam ketaatan kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā untuk menghidupkan malam-malamnya karena keimanan dan penuh keinginan untuk mendapat pahalanya yang agung, dan supaya dia bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari terakhir Ramadan karena mencontoh Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam.

Diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu Anha, berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ

“Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan melebihi kesungguhan pada waktu-waktu lainnya.” (HR. Muslim No. 1174)

Oleh karena itu, hendaklah seseorang memperbanyak bangun malam pada malam-malam ini, menjauhi istrinya dan mendorong mereka untuk melakukan ketaatan kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā, Aisyah Raḍiallāhu ‘Anhā berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam apabila masuk sepuluh (terakhir bulan Ramadhan) beliau akan mengencangkan sarung nya.” (HR. Muslim No. 1174)

Disamping itu, seseorang sangat berharap agar medapatkan apa yang dijanjikan oleh Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam yang bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

 “Dan barang siapa yang shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena keimanan dan penuh pengharapan (pahala dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlaku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Berdoa Ketika Lailatul Qadar

Dianjurkan untuk banyak berdoa ketika Lailatul Qadar, terutama dengan doa yang diriwayatkan dari Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam di dalam hadits riwayat Aisyah Raḍiallāhu ‘Anhu saat dia bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika suatu ketika aku mendapati malam Lailatul Qadar dan aku mengetahuinya, apa yang aku ucapkan ketika itu?” Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

 “Katakanlah olehmu, ‘Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul Afwa, Fa’fu ‘Anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah Maha Memaafkan dan mencintai sikap pemaaf maka maafkanlah aku.” (HR. at-Tirdmidhi dan Ibnu Majah)

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fikih Sunnah, (Terj. Darwis DKK),  (Jakarta: Darus Sunnah, 2016), 115 – 116.

Source : Photo by Todd Diemer from Unsplash

TAGS
#1000 bulan #Hadis #khazanah #lailatul qadar #malam kemuliaan #Puasa Ramadan
Login