Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Belajar Alquran dengan Beragam Metode

Belajar alquran atau belajar untuk bisa membaca alquran menjadi tuntutan bagi seluruh kaum musmilin. Tidak memandang berapa usia mereka, anak-anak, remaja, atau bahkan orang dewasa tetap dituntut untuk bisa membaca alquran. Bagaimana tidak, karena seluruh ibadah yang wajib ataupun yang hanya bersifat anjuran untuk dijalani oleh kaum muslimin tidak lain adalah bersumber dari alquran atau menggunakan bahasa alquran yaitu bahasa Arab. Alquran pun diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk bagi seluruh manusia agar mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat. Dengan demikian belajar alquran menjadi sebuah keniscayaan bagi mereka yang ingin beribadah secara maksimal dan ingin mendapatkan petunjuk dari Allah dalam menjalani kehidupan setiap hari bahkan setiap detiknya.

Rasulullah allallāhu ‘alaihi wa sallam langsung belajar alquran kepada malaikat Jibril ‘alaihissalām yang memang bertugas menyampaikan wahyu dari Allah subhānahu wa ta‘ālā kepadanya. Rasulullah allallāhu ‘alaihi wa sallam akan dikoreksi secara langsung dalam pembelajaran atau penyetoran hafalan Beliau oleh malaikat Jibril ‘alaihissalām. Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam pun memiliki beberapa orang sahabat yang mendapatkan keistimewaan untuk belajar alquran secara langsung dari Beliau allallāhu ‘alaihi wa sallam.

Apakah belajar alquran merupakan perkara yang sangat berat, tentu jawabannya adalah tidak. Allah subhānahu wa ta‘ālā tidak akan membebani makhluknya terlebih dalam perkara-perkara ibadah kecuali sesuai dengan kemampuan mereka untuk menjalaninya. Allah subhānahu wa ta‘ālā berfirman dalam surat al qomar sebanyak 4 kali dengan mengulang ayat yang sama, yaitu pada ayat 17, 22, 32, dan 40:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (quran.kemenag.go.id, 2020).

Jābir bin Musā al-jazā’irī menjelaskan tentang tafsir ayat ini bahwa alquran dimudahkan oleh Allah untuk dihafal dan dijadikan peringatan, maka berilah peringatan dengannya dan hafalkanlah. (’aysar al-tafāsīr, 2003). Jika alquran sebagaimana janji dari Allah sangatlah mudah untuk dihafal maka tentunya belajar alquran hanya untuk bisa membacanya jelas lebih mudah.

Saat ini begitu banyak iklah untuk belajar alquran dengan beragam metode yang ditawarkan. Berbagai pilihanpun sangat bervariasi bahkan beberapa di antaranya menjanjikan bisa baca alquran dalam waktu singkat. Mungkin kaum muslimin akan bingung di antara banyak pilihan tersebut. Bagi seseorang yang ingin belajar alquran tidak perlu berpikir panjang untuk memilih satu dari sekian metode belajar membaca alquran. Yang terpenting bukanlah dengan metode apa kita belajar alquran atau bisa membaca alquran, akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita bisa membaca, senang membacanya, mencintai alquran, dan mengamalkan kandungan-kandungan alquran.

Banyak metode belajar alquran yang mungkin saat ini sudah jarang dipakai. Namun jika kita coba untuk berpikir sejenak, apakah ada metode yang saat ini dipakai di zaman para generasi terbaik umat ini?. Maka janganlah menjadi keraguan bagi kita terhadap banyaknya pilihan metode sampai kita atau anak kita mundur untuk belajar alquran. Pilihlah satu metode, yakinkan diri kita bahwa metode bukanlah tujuan, mahir membacanya, beribadah kepada Allah lebih maksimal, dan gemar untuk mengamalkan kandungan ayat-ayatnya adalah tujuan kita untuk bisa membaca alquran.

TAGS
#Belajar #Metode Belajar Alquran #Pendidikan Alquran #Belajar Alquran
Login