Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Belajar Islam Bukan Untuk Mengikuti Tren

Petunjuk dari Allah subhānahu wa ta‘ālā yang datang menghampiri seseorang bisa dengan beragam cara, bahkan dengan berkali-kali melalui cara atau bentuk yang sama. Misalnya seorang suami yang mengantarkan istrinya untuk pergi ke sebuah pengajian rutin pekanan, di mana di dalamnya membahas kajian-kajian keislaman dengan berbagai ilmu dan pemateri. Sang suami yang melakukan antar jemput istrinya setiap pekan ke acara yang sama tak tertarik sedikitpun untuk duduk walau sebentar menyimak apa yang disampaikan. Apalagi sampai meniatkan dirinya akan hadir di acara kajian tersebut.

Siapa sangka bahwa ajakan istrinya setelah beberapa lama hanya antar jemput saja, sang suami rela untuk menyimak sambil menunggu dirinya yang memang jamaah rutin pengajian tersebut. Allah subhānahu wa ta‘ālā dalam duduknya pertama kali sang suami di majelis ilmu itu, langsung menggerakkan hatinya dan membuatnya tertarik untuk belajar Islam lebih dalam lagi. Hidayah dari Allah subhānahu wa ta‘ālā pasti menghampiri siapapun yang memang dikehendaki-Nya. Sebagaimana firman-Nya dalam surat al Qasas ayat 56:

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

“Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (quran.kemenag.go.id, 2020)

Suami yang tadinya hanya bertugas sebagai pengantar dan penjemput istrinya mengalami perubahan 180 derajat sebagai buah hidayah dari Allah subhānahu wa ta‘ālā. Setelahnya sang suami tidak lagi menunggu jadwal rutin pengajian bersama istrinya, untuk belajar Islam lebih jauh lagi. Agama Islam memang telah lama dianut oleh sang suami, akan tetapi kali ini dia belajar Islam untuk mengenal Islam lebih jauh lagi bukan karena ikut-ikutan tren semata.

Begitulah hidayah Allah subhānahu wa ta‘ālā ketika telah menyapa seseorang, pada hakikatnya Allah subhānahu wa ta‘ālā menginginkan banyak kebaikan lebih banyak lagi untuk orang tersebut. Ada yang tersadar melalui mendengar sebuah radio, ada pula yang terpanggil karena anaknya belajar Islam di sekolah Islam. Tidak sedikit pula yang tersadarkan oleh teman-teman sejawatnya, apakah itu di tempat kerja atau bertemu di kesamaan hobi, dan banyak lagi jalan lainnya sebagai bagian kehendak Allah subhānahu wa ta‘ālā dalam mendatangkan hidayah-Nya kepada seseorang.

Belajar Islam untuk mengenal Allah subhānahu wa ta‘ālā Sang Pencipta, belajar Islam untuk bisa beribadah lebih baik lagi dari hari ke hari, belajar Islam sebagai kebutuhan hidup kita setiap detik. Bukan belajar Islam hanya untuk menjalankan sebuah tren, terlebih hanya untuk kepentingan bisnis karena di beberapa acara pengajian ilmu-ilmu Islam berkumpul target pasar yang cukup menggiurkan. Allah subhānahu wa ta‘ālā sama sekali tidak membutuhkan apapun dari hamba-hamba-Nya, kita belajar Islam atau tidak, sama sekali tidak akan pernah mengurangi kekayaan dan kekuasaan Allah subhānahu wa ta‘ālā sedikitpun. Belajar Islam adalah semata-mata kebutuhan setiap kita, kebutuhan primer keluarga kita yang wajib kita dahulukan di atas kebutuhan lainnya.

TAGS
#Belajar #Kebutuhan #Tren #Belajar Islam
Login