Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Bertambah dan Berkurangnya Iman

Bina-Qurani-Bertambah-dan-Berkurangnya-Iman
Bertambah dan Berkurangnya Iman

Iman seorang mukmin dapat bertambah, dan semua itu karena mereka mengakui kebenaran Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam dan kesesuaian kabar yang beliau bawa dengan yang disebutkan di dalam kitab suci-kitab suci agama samawi sebelumnya.

Firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā di dalam QS. Al-Mudatsir ayat 31.

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ وَلِيَقُولَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَذَا مَثَلًا

Artinya:

“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat, dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir mengatakan, ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?’.” (QS. Al-Muddatstsir: 31)

Bina-Qurani-Bertambah-dan-Berkurangnya-Iman

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Bertambah dan Berkurangnya Iman, Source: Photo by Chiplanay Pixabay

Kemudian di surat lain Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (2) الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemeterlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka karenanya, dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal. Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya …” (QS. Al-Anfal: 2-4)

Dalil di atas menunjukan bahwa dengan mendengar ayat-ayat Allah, iman dapat bertambah. Itu bagi mereka yang Allah sifati, apabila disebut nama Allah maka bergetarlah hati mereka lalu mereka bersegera menunaikan semua perintah dan menjauhi semua larangan.

Mereka bertawakal hanya kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā. Tidak berharap kepada selain-Nya. Tidak meniatkan ibadah kecuali hanya kepada-ya. Dan tidak memohon kebutuhannya dipenuhi kecuali hanya kepada Allah. Mereka menunaikan amal saleh yang disyariatkan seperti shalat, dan zakat. Merekalah orang-orang yang benar-benar beriman.

Dalil selanjutnya yaitu hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dengan sanadnya, dari Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu. Ia berkata bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya:

“Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang, yang paling utama adalah ucapan La ilaha illallah, dan yang paling bawah tingkatannya ialah menyingkirkan bahaya seperti batu duri dan sejenisnya dari tengah jalan. Dan rasa malu termasuk cabang dari iman.”

Hadis di atas menyebutkan bahwa iman memiliki banyak cabang. Anak cabang dari cabang-cabang itu juga termasuk cabang dari iman, tentunya dengan perbedaan keutamaan dari masing-masing cabang.

Bina-Qurani-Bertambah-dan-Berkurangnya-Iman

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Bertambah dan Berkurangnya Iman, Source: Photo by Mifta Farid Unsplash

Cabang iman yang paling tinggi tingkatannya dan yang paling utama ialah ucapan la ilaha illallah. Setelahnya, berturut-turut cabang iman yang tingkatan dan keutamannya ada di bawahnya hingga cabang yang paling bawah yaitu menyingkirkan bahaya dari tengah jalan.

Di antara kedua tingkatan itu terdapat amalan-amalan seperti shalat, zakat, puasa, dan haji. Juga amalan-amalah hati seperti rasa malu, tawakal, rasa takut, dan lain sebagainya yang kesemuanya itu juga disebut iman.

Dalam hadis lain juga Imam Muslim meriwayatkan hadis dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata bahwa,

“Aku pernah mendengar Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia berusaha mengubahnya dengan tangannya. Bila tidak mampu maka dengan lisannya. Bila tidak mampu maka dengan hatinya. Dan itu adalah tanda iman yang paling lemah.”

Dalil di atas menjelaskan urutan cara mengubah kemungkaran, dan bahwa mengubah kemungkaran termasuk bagian dari iman dimana beliau menafikan iman orang yang dalam dirinya tidak ada tingkatan paling rendah sekalipun dalam mengubah kemungkaran.

Yaitu mengubah kemungkaran denga hati. Sebagaimana disebutkan dalam sebagian Riwayat, “Setelah itu, tidak ada lagi keimanan dalam hati meski hanya sebesar biji sawi. Atas dasar ini, tingkatan di atas adalah tingkatan iman yang lebih kuat.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 150-151.

Thumbnail Source: Photo by Masjid Pogung Dalangan Unsplash

Artikel Terkait:
Doa Ketika Berselsih

TAGS
#Berbakti kepada orang tua #doa berlindung dari virus corona #Doa Pagi Hari #Doa-doa #hukum qurban adalah #ikhlas beramal shalih #ikhlas beramal #Sunah Rasul #Sunnah Rasul
Login