Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Bertaubat dari Dosa

Bina-Qurani-Bertaubat-dari-Dosa
Bertaubat dari Dosa

Setiap manusia pasti tidak akan pernah lepas dari perbuatan dosa dalam setiap aktivitas kehidupannya. Entah itu perbuatan dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Apakah itu perbuatan dosa kecil maupun perbuatan dosa besar. Semua manusia pasti perna melakukan yang namanya dosa.

Lalu apakah dosa besar dan dosa kecil itu?

Dosa besar ialah setiap dosa yang berakibat adanya hukuman had di dunia, diancam oleh Allah dengan azab api neraka, atau laknat, atau murka-Nya.

Ada yang berpendapat bahwa dosa besar ialah setiap kemaksiatan yang dilakukan seseorang karena meremehkan dan menentangnya. Contoh dosa-dosa besar ialah seperi yang disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu, dari Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam beliau bersabda yang artinya:

“Jauhilah tujuh hal yang mencelakakan! Para sahabat bertanya, ‘Apakah tujuh hal itu?’ Beliau menjawab, ‘Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan (untuk dibunuh) kecuali dengan alasan yang dibenarkan, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri saat perang berkecamuk, dan menuduh berzina wanita mukminah dan suci.” (HR. Bukhari Muslim)

Bina-Qurani-Bertaubat-dari-Dosa

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Bertaubat dari Dosa, Source: Photo by Pir Sumeyra Pexels

Adapun dosa kecil ialah setiap dosa yang tidak ada hukum had-nya di dunia, dan tidak ada ancaman khusus di akhirat. Ada yang berpendapat bahwa dosa kecil ialah setiap kemaksiatan yang dilakukan karena lalai, dan pelakunya tidak bisa terleoas dari rasa penyesalan hingga mengurangi kenikmatannya dalam bermaksiat.

Contoh dosa kecil ialah seperti yang disebutkan dalam hadis riwayat Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu bahwa Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya:

“Telah ditentukan atas anak adam bagiannya dari zina, ia pasti melakukannya. Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah ucapan, zina tangan adalah tindakan, zina kaki adalah melangkah, selanjutnya hati berkeinginan dan berangan, dan kemaluanlah yang kemudian membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Muslim)

Nash yang menunjukan bahwa dosa dibagi menjadi dua, yaitu dosa besar dan kecil ialah firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā:

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا (31)

Artinya:

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisa: 31)

Di dalam ayat yang lain Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَة

Artinya:

“Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan kecil yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Rabb-mu Maha Luas ampunan-Nya.” (QS. An-Najm: 32)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Ibnu Abbas, dan sahabat lain, mereka berkata, “Tidak ada dosa besar bila diiringi dengan istighfar dan tidak ada dosa kecil bila dilakukan terus-menerus.”

Bina-Qurani-Bertaubat-dari-Dosa

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Bertaubat dari Dosa, Source: Photo by Alena D Pexels

Anjuran Bertaubat dari Dosa

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā adalah Rabb yang Maha Pengampun. Setiap dosa manusia baik itu dosa kecil, dosa besar, kesyirikan, bahkan kekufuran, semua pelakunya akan diampuni oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā apabila ia bertaubat sebelum datangnya kematian walaupun dosanya sepenuh bumi.

Hal ini sebagaimana firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā:

قُلْ يَاعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53)

Artinya:

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.’ Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Imam Ibnu Katsir di dalam tafsirnya mengatakan bahwa, “Ayat yang mulia ini berisi seruan atau anjuran kepada setiap orang yang berbuat maksiat baik kekafiran dan lainnya untuk segera bertaubat kepada Allah. Ayat ini mengabarkan bahwa Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā akan mengapuni seluruh dosa bagi siapa saja yang ingin bertaubat dari dosa-dosa tersebut, walaupun dosa tersebut amat banyak bagai buih di lautan.”

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā akan mengampuni setiap dosa walaupun itu dosa kekufuran, kesyirikan, dan dosa besar seperti minum khamr, zina, dan membunuh.

Oleh karenanya, wajib bagi kita untuk segera bertaubat apabila melakukan perbuatan dosa. Baik itu dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja, ataupun dosa yang disadari maupun dosa-dosa yang tidak kita sadari.

Thumbnail Source: Photo by Pir Sumeyra Pexels

Artikel Terkait:
Definisi Syirik

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login