Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Buah Tarbiyah Tauhid Asma wa Sifat

Bina-Qurani-Buah-Tarbiyah-Tauhid-Asma-wa-Sifat
Buah Tarbiyah Tauhid Asma wa Sifat

Nama-nama yang mulia ini bukanlah sekedar nama kosong yang tidak mengandung makna dan sifat. Justru ia adalah nama-nama yang menunjukkan kepada makna yang mulia dan sifat yang agung.

Setiap nama menunjukkan kepada sifat. Maka nama Ar-rahman dan Ar-Rahim menunjukkan sifat rahmah. As-Sami’ dan Al-bashir menunjukkan sifat mendengar dan melihat. Al-‘Alim menunjukkan sifat ilmu yang luas, Al-Karim menunjukkan sifat karam (dermawan dan mulia). Al-Khaliq menunjukkan Dia menciptakan. Dan Ar-Razzaq menunjukkan Dia memberi rezeki dengan jumlah yang banyak sekali. Begitulah seterusnya, setiap nama dari nama-nama-Nya menunjukkan sifat dari sifat-sifat-Nya.

Bina-Qurani-Buah-Tarbiyah-Tauhid-Asma-wa-Sifat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Buah Tarbiyah Tauhid Asma wa Sifat, Source: Photo by Alena Darmel Pexels

Buah Tarbiyah Tauhid Asma wa Sifat Pada Individu dan Masyarakat

Berikut ini beberapa hasil dari tabiyah tauhid Asma wa Sifat pada individu maupun masyarakat:

1. Jalan Mengenal Allah

Hanya ada satu jalan bagi para hamba untuk mengenal secara hakiki Rabb mereka, yaitu melalui asma wa sifat yang disebutkan dalam Alquran dan Sunah.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24)

Artinya:

“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan bumi. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Hasyr [59]: 22-24)

Banyak sekali nash dalam hal ini. Bahkan Alquran seluruhnya menceritakan tentang Allah. Dari sini kita tahu besarnya kejahatan orang-orang yang menafikan dari Allah sifat-sifat, nama-nama, perbuatan-perbuatan, atau sesuatu darinya. Karena dengan hal itu mereka telah menutup pintu untuk mengenal Tuhan mereka.

Sesuatu yang ad ajika tidak diketahui sifat, nama, perbuatannya maka akan menjadi sekedar pemikiran yang hampir tidak bermanfaat bagi pemiliknya.

2. Menambah Keimanan

Iman akan bertambah dan berkurang dengan ilmu dan amal. Setiap kali seseorang mengenal sesuatu tentang Allah dan ayat-ayat-Nya maka imannya akan bertambah.

Siapa yang melaksanakan apa yang diperintahkan Allah, maka akan bertambah imannya. Demikian pula, iman akan berkurang seiring dengan berkurangnya ilmu dan amal.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (124) وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ (125)

Artinya:

“Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka yaitu orang-orang munafik ada yang berkata, ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan turunnya surat ini?’ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. Dan Adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (QS. At-Taubah [09]: 124-125)

Kaum mukminin membenarkan ayat-ayat Allah yang diturunkan dan apa yang dicakupnya berupa ilmu dan pensyariatan. Hal ini menambah iman mereka. Tidak ragu lagi bahwa Sebagian bersar yang terdapat dalam nash adalah asma dan sifat Allah.

Siapa yang mengimaninya, memahami maknanya, dan mengamalkan konsekuensinya, maka imannya akan bertambah banyak.

Bina-Qurani-Buah-Tarbiyah-Tauhid-Asma-wa-Sifat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Buah Tarbiyah Tauhid Asma wa Sifat, Source: Photo by Daniel Olah Unsplash

3. Mendapatkan Pahala dari Allah

Orang yang menghafal nama-nama Allah, mengetahui maknanya, dan mengamalkan konsekuensinya akan mendapatkan pahala yang hanya diketahui oleh Allah.

Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu menuturkan bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu, siapa yang menjaganya maka ia masuk surga.” (HR. Bukhari)

Imam An-Nawawi menuturkan bahwa Al-Bukhari dan para muhaqqiq berkata, “Makna ahshaha adalah menjaganya. Ini adalah yang lebih jelas karena tetapnya nash dalam kebaikan.”

4. Jalan Teragung

Jika asma dan sifat-sifat Allah menunjukkan keagungan dan kesempurnaan-Nya maka sesungguhnya ia merupakan jalan teragung yang bisa dilalui oleh para hamba-Nya untuk mengagngkan, menyucikan, dan memohon kepada Allah.

Sungguh, Allah telah menyuruh kita untuk berdoa dengan asmaul husna. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

Artinya:

“Hanya milik Allah asmaaul husna (nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah) maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu …” (QS. Al-A’raf [7]: 180)

Doa kepada Allah dengan Asmaul husna ada dua tingkatan sebagaimana yang ditunjukan oleh Ibnul Qayyim:

Pertama, Doa pujian dan Ibadah.

Allah telah memerintahkan kita untuk memuji dan menyanjung-Nya. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42)

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut naman Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlan kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab [33]: 41-42)

Bina-Qurani-Buah-Tarbiyah-Tauhid-Asma-wa-Sifat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Buah Tarbiyah Tauhid Asma wa Sifat, Source: Photo by Freepik

Kedua, Doa Permohonan dan Masalah.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā telah memerintahkan kita untuk berdoa dan meminta kepada-Nya. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya:

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscata akan Kuperkenankan bagimu’.” (QS. Al-Mu’min [40]: 60)

Doa kepada Allah dan permonohan kepada-Nya tidak sepatutnya kecuali dengan asmaul husna dan sifat-sifat-Nya yang tinggi.

5. Pengaruh Positif Terhadap Ibadah

Seseungguhnya iman pada seluruh asma dan sifat-sifat Allah memiliki pengaruh khusus dalam ibadahnya seorang hamba kepada Rabbnya.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 113-116.

Thumbnail Source: Photo by Michael Burrows Pexels

Artikel Terkait:
Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login