Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Cuaca Ekstrem dan Potensi Gelombang Tsunami

Bina-Qurani-Cuaca-Ekstrem-dan-Potensi-Gelombang-Tsunami
Cuaca Ekstrem dan Potensi Gelombang Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan di atas normal. Curah hujan yang tinggi di Indonesia berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem dan potensi gelombang tsunami.

Meskipun Siklon Tropis Teratai di Samudera Hindia yang terbentuk pada tanggal 1 Desember 2021 telah dinyatakan punah pada tanggal 2 Desember 2021, namun cuaca ekstrem diprediksi akan menghantam sebagian besar wilayah Indonesia hingga akhir Desember mendatang.

Pada hari Jumat, 3 Desember 2021, Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG, mengungkapkan bahwa, “Sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki periode musim hujan. Dengan indikasi aktifnya fenomena La Nina pada periode musim hujan ini, maka kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan potensi gelombang tsunami akibat meningkatnya curah hujan di atas normal harus lebih ditingkatkan.

Berdasarkan hasil analisis terkini, Dwikorita juga memaparkan bahwa selama sepekan kedepan diidentifikasi akan terjadi peningkatan aktifitas dinamika atmosfer yang berdampak pada peningkatan potensi cuaca ekstrem. Potensi cuaca ekstrem ini secara umum akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

Bina-Qurani-Cuaca-Ekstrem-dan-Potensi-Gelombang-Tsunami

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Cuaca Ekstrem dan Potensi Gelombang Tsunami, Source: Photo by Debashis Pexels

“Saat ini, Siklon Tropis Nyatoh masih berada di wilayah Samudera Pasifik Barat sebelah timur Filipina dengan intensitas yang masih menguat hingga 24 jam kedepan. Siklon ini akan terus bergerak ke arah utara hingga arah barat laut. Sedangkan bibit Siklon 94W yang berada di sekitar Teluk Benggala, dalam periode 24 jam kedepan masih terus bergerak ke arah barat laut.” Jelas Dwikorita.

“Sistem Siklon Nyatoh dan Bibit 94W saat ini posisinya semakin menjauhi wilayah Indonesia. Sehingga, dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia menjadi tidak signifikan. Meskipun begitu, dampak terhadap cuaca ekstrem dan potensi gelombang tsunami (gelombang tinggi 2,5 – 4,0 meter) masih perlu diwaspadai di beberapa wilayah perairan.” Tambah Dwikorita dalam penjelasannya.

Dengan semakin menjauhnya sistem Siklon Nyatoh dan Bibit 94W dari wilayah Indonesia, Dwikorita menyebutkan bahwa kondisi tersebut akan membuka peluang terhadap peningkatan fenomena dinamika atmosfer lainnya. Di antara fenomena tersebut yaitu meningkatnya aliran massa udara yang cukup intens dari wilayah Laut China Selatan ke wilayah atmosfer Indonesia. Dalam kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat menimbulkan kejadian curah hujan tinggi di wilayah Indonesia.

Fenomena Gelombang Atmosfer Berpotensi Cuaca Ekstrem

Selain apa yang telah disampaikan oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Guswanto selaku Deputi Bidang Meteorologi juga menambahkan di sisi lain.

Guswanto menambahkan bahwa fenomena lain yang dapat meningkatkan curah hujan yaitu dengan masih aktifnya fenomena gelombang atmosfer. Gelombang tersebut seperti gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan MJO di wilayah Indonesia, terutama di bagiana tengah dan timur yang dapat turut memperkuat peningkatan potensi cuaca ekstrem dan potensi gelombang tsunami dalam periode sepekan kedepan.

Bina-Qurani-Cuaca-Ekstrem-dan-Potensi-Gelombang-Tsunami

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Cuaca Ekstrem dan Potensi Gelombang Tsunami, Source: Photo by Emiliano Pexels

Gelombang Rossby, gelombang Kelvin, dan MJO adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas. Pertumbuhan ini mencakup seluruh wilayah fase aktif yang akan dilewatinya.

Deputi Bidang Meteorologi ini juga menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi fenomena ini. Beberapa antisipasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat menurut Guswanto, antara lain:

  • Memastikan kapasitas dan tata kelola air untuk menampung peningkatan curah hujan.
  • Memastikan saluran air atau darinase lancar dan tidak tersumbat.
  • Melakukan penataan lingkungan dengan benar.
  • Tidak membuang sampah sembarangan.
  • Tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon dengan tidak terkontrol.

“Lakukan juga pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh, dan menguatkan tiang-tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang, serta melakukan penghijauan secara lebih masif. Serta jangan lupa untuk terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.” Pungkas Guswanto dalam menutup penjelasannya.

Thumbnail Source: Photo by Greg Pexels

Artikel Terkait:
Erupsi Gunung Semeru

TAGS
#Berbakti kepada orang tua #doa berlindung dari virus corona #Doa Pagi Hari #Doa-doa #hukum qurban adalah #ikhlas beramal shalih #ikhlas beramal #Sunah Rasul #Sunnah Rasul
Login