Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Dampak Maksiat Terhadap Keimanan

Bina-Qurani-Dampak-Maksiat-Terhadap-Keimanan
Dampak Maksiat Terhadap Keimanan

Maksiat adalah kebalikan dari taat, baik itu berupa meinggalkan perintah atau melanggar larangan.

Iman, sabagaimana dijelaskan, memiliki tujuh puluh sekian cabang. Yang tertinggi adalah ucapan La ilaha illallah, dan yang terendah adalah menyingkirkan bahaya dari tengah jalan. Besar dan kadang cabang-cabang iman, baik yang berupa menjalankan perintah maupun menjauhi larangan tidaklah sama. Demikian pula maksiat, keluar dari ketaatan. Ia juga berbeda-beda.

Apabila kemaksiatan berupa pengingkaran dan pendustaan, maka ia dapat membatalkan keimanan sebagaimana penjelasan Allah tentang Fir’aun di dalam firman-Nya:

فَكَذَّبَ وَعَصَى (21)

Artinya:

“Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai.” (QS. An-Naziat: 21)

Terkadang, tingkatan kemaksiatan bisa lebih rendah dari itu. Kemaksiatan tersebut tidak menyebabkan pelakunya keluar dari iman, tetapi ia menodai kesempurnaannya, kurang atau rusak.

Barangsiapa yang melakukan dosa besar, seperti berzina, mencuri, meminum khamr, atau selainnya, tanpa meyakini kehalalannya, maka khasyyah (rasa takut), kekhusyukan dan cahaya yang ada di dalam hatinya akan hilang, meskipun di dalamnya masih ada akar pembenaran.

Bina-Qurani-Dampak-Maksiat-Terhadap-Keimanan

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Dampak Maksiat Terhadap Keimanan, Source: Photo by Meruyert Pexels

Apabila ia kembali pada Allah dan beramal shaleh, maka cahaya dan khasyyah-nya akan kembali lagi kepadanya. Namun, apabila ia terus bermaksiat maka kotoran di dalam hatinya juga akan semakin bertambah sampai menutupi hatinya juga akan semakin bertambah sampai menutupi hatinya. Naudzubillah. Akhirnya, ia tidak lagi mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari yang mungkar.

Imam Ahmad dan selainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Apabila seorang mukmin berbuat dosa. Dosa itu akan menjadi noktah hitam di hatinya, apabila ia bertobat, berhenti darinya, dan memohon ampunan, maka hatinya akan kembali mengilap. Namun, bila dosanya bertambah, maka noktah hitam itu juga akan semakin bertambah dan menutupi hatinya. Itulah maksud penutup yang Allah sebutkan dalam Alquran:

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (14)

Artinya:

“Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin: 14)

Ada sebuah permisalan yang bisa memberikan gambaran pengaruh maksiat terhadap keimanan. Iman bagaikan sebuah pohon besar. Akar-akarnya adalah pembenaran atau tashdiq, dan dengan akar itu ia hidup. Cabang-cabangnya adalah amal shaleh, dan dengannya pula ia bisa tetap eksis dan hidup.

Bina-Qurani-Dampak-Maksiat-Terhadap-Keimanan

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Dampak Maksiat Terhadap Keimanan, Source: Photo by Freepik

Apabila cabang-cabangnya bertambah, ia akan semakin bertambah besar dan sempurna. Namun, jika cabang-cabang berkurang, maka rusaklah pohon itu. Bila semakin berkurang dan tidak ada lagi satu cabang dan dahanpun, maka hilanglah nama pohon itu.

Jika akar-akarnya sudah tidak mampu lagi menumbuhkan batang dan dahan berdaun, maka akar itu akan mongering dan hancur di dalam tanah.

Demikian pula dengan kemaksiatan dalam kaitannya dengan pohon iman. Besar kecilnya, atau sedikit banyaknya akan mengurangi kesempurnaan dan keindahannya.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 172-173.

Artikel Terkait:
Sikap Ahlussunnah Terhadap Pelaku Dosa Besar

TAGS
#Berbakti kepada orang tua #doa berlindung dari virus corona #Doa Pagi Hari #Doa-doa #hukum qurban adalah #ikhlas beramal shalih #ikhlas beramal #Sunah Rasul #Sunnah Rasul
Login