Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Erupsi Gunung Semeru

Bina-Qurani-Erupsi-Gunung-Semeru
Erupsi Gunung Semeru

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Kementrian ESDM menyebutkan adanya bencana erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 4 Desember 2021. Bencana ini terjadi pada Pukul 14.50 WIB dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 5.160 detik atau 1 jam 26 menit.

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan dari Stasiun Meteorologi Juanda, Surabaya, abu vulkanik akibat letusan Gunung Semeru cenderung mengarah ke barat hingga barat daya. Hujan abu vulkanik ini menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro menjadi gelap seperti malam hari.

PVMBG juga menyebutkan bahwa erupsi Gunung Semeru masih terjadi hingga hari Minggu pagi.

“Erupsi Semeru berupa guguran awan panas masih terjadi hingga hari Minggu, 5 Desember 2021, Pukul 05.03 WIB. Tercatat di seismogram amplitudo maksimum 10 mm dengan durasi 201 detik.” Ujar Andiani, selaku Kepala PVMBG.

Bina-Qurani-Erupsi-Gunung-Semeru

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Erupsi Gunung Semeru, Source: Photo by Google Search Result

Dampak Erupsi Gunung Semeru

Erupsi Semeru yang terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 mengeluarkan lava pijar, suara gemuruh, dan asap pekat berwarna abu-abu. Dampak dari terjadinya erupsi hunung ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, namun juga menyebabkan kerugian dan kerusakan fisik.

1. Rusaknya Rumah Warga

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencatat sebanyak 2.970 rumah warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Sebagian rumah warga rusak dan tertimbun material awan panas, dan sebagian lainnya penuh dengan abu vulkanik.

Pada hari Minggu malam, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Lumajang, Joko Sambang menjelaskan bahwa, “Jumlah rumah terdampak APG Semeru sebanyak 2.970 rumah warga.”

2. Rusaknya Fasilitas Umum

Selain menyebabkan rusaknya ribuan rumah warga, erupsi gunung semeru juga menyebabkan rusaknya berbagai fasilitas umum seperti jalan, jembatan, sarana pendidikan, dan tempat ibadah.

Dampak yang paling parah dari rusaknya fasilitas umum adalah, putusnya Jembatan Gladak Perak. Jembatan ini merupakan akses utama yang menjadi penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Malang. Rusaknya jembatan ini menyebabkan proses evakuasi menjadi terhambat.

3. Korban Jiwa

Selain menyebabkan kerugian materi yang cukup tinggi, erupsi Gunung Semeru juga memakan banyak korban jiwa.

Pada tanggal 11 Desember 2021, Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), mencatat sebanyak 46 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru. Selain itu, Sembilan jiwa dinyatakan hilang dan 18 orang mengalami luka berat serta 11 orang mengalami luka ringan.

Adapun total jumlah warga yang mengungsi hingga saat ini sebanyak 9.118 orang. Dengan 4.435 jiwa pengungsi laki-laki, dan 4.683 jiwa pengungsi perempuan.

Bina-Qurani-Erupsi-Gunung-Semeru

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Erupsi Gunung Semeru, Source: Photo by Google Search Result

Penyebab Erupsi Gunung Semeru

Berdasarkan situs resmi ITB, Dr.Eng. Mirzam Abdurrachman, S.T. seorang ahli Vulkanologi Institut Teknologi Bandung, mengatakan bahwa material lahar yang terjadi di Gunung Semeru merupakan akumulasi dari letusan sebelumnya yang menutupi kawah tersebut.

“Terkikisnya material abu vulkanik yang berada di tudung gunung tersebut membuat beban yang menutup Semeru hilang, sehingga membuat gunung mengalami erupsi.” Kata Dr. Mirzam.

Dr. Mirzam juga menjelaskan kenapa Gunung Semeru bisa meletus. Menurutnya, ada tiga hal yang menjadi penyebab gunung api bisa meletus, antara lain:

  1. Volume di dapur magma telah penuh.
  2. Adanya longsoran di dapur magma akibat dari pengkristalan magma.
  3. Terkikisnya material abu vulkanik di atas dapur magma.

“Faktor yang ketiga inilah, yang sepertinya terjadi di Semeru. Jadi, ketika curah hujan cukup tinggi, abu vulkanik yang menahan di puncaknya terkikis oleh air, ataupun akibat dari akumulasi letusan sebelumnya, dan gunung api pun kehilangan beban. Sehingga, meskipun isi dapur magmanya sedikit, Semeru tetap bisa erupsi.” Dr. Mirzam menjelaskan.

Thumbnail Source: Photo by Google Search Result

Artikel Terkait:
Doa Ketika Terjadi Bencana

TAGS
#Berbakti kepada orang tua #doa berlindung dari virus corona #Doa Pagi Hari #Doa-doa #hukum qurban adalah #ikhlas beramal shalih #ikhlas beramal #Sunah Rasul #Sunnah Rasul
Login