Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Hadits Tentang Akhlak Mulia

Bina-Qurani-Hadits-Tentang-Akhak-Mulia
Hadits Tentang Akhlak Mulia

Hadits tentang akhlak mulia adalah hadits-hadits Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam yang di dalamnya berisi tentang anjuran berperilaku baik atau berakhlak mulia. Selain berisi tentang anjuran untuk berperilaku baik, hadits tentang akhlak mulia juga biasanya berisi tentang keutamaan-keutamaan dari akhlak mulia itu sendiri.

Berkaitan dengan akhlak mulia, pada kesempatan kali ini kami akan sedikit memaparkan beberapa hadits tentang akhlak mulia. Namun sebelum pembahasan tentang beberapa hadits yang berisi tentang mulia, kami juga akan sedikit menjelaskan mengenai pengertian akhlak mulia.

Jadi poin pembahasan kami pada tulisan kali ini adalah terkait dua hal, yaitu:

  • Pengertian Akhlak Mulia
  • Beberapa Hadits Tentang Akhlak Mulia

Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak!

Pengertian Akhlak Mulia

Secara bahasa, kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu Al-Khuluq yang artinya adalah tabiat, budi pekerti, dan kebiasaan. Sedangkan arti dari kata mulia, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tinggi, terhormat, luhur, baik hati.

Jadi pengertian dari akhlak mulia adalah segala bentuk tabiat dan budi pekerti yang luhur yang dipraktikan dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan merupakan suatu kebiasaan di dalam kehidupan seseorang.

Akhlak mulia adalah Akhlak Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam sebagaimana disebutkan di dalam Alquran pada Surat Al-Ahzab ayat 21 dan Surat Al-Qalam ayat 4.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya:

“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Di dalam Surat Al-Qalam Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya:

“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berakhlak mulia (berbudi pekerti luhur.” (QS. Al-Qalam [68]: 4)

Berdasarkan dua ayat di atas, dijelaskan bahwa akhlak mulia merupakan akhlak dari Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Maka, sebagai seorang muslim hendaknya kita menjadikan beliau sebagai teladan dalam berakhlak mulia.

Beberapa Hadits Tentang Akhlak Mulia

Menemukan hadits tentang akhlak mulia, sejatinya bukanlah hal yang sulit. Terdapat banyak hadits tentang akhlak mulia yang diriwayatkan oleh para sahabat Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam.

Berikut ini adalah daftar hadits tentang akhlak mulia yang terdapat di dalam Arba’in Nawawi:

1. Hadits Tentang Memakan Makanan Yang Halal

Di antara hadits tentang akhlak mulia yang terdapat di dalam Arba’in Nawawi adalah hadits tentang anjuran untuk memakan makanan yang halal. Hadits ini merupakan hadits kesepuluh Arba’in Nawawi.

Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ ومشربه حرام وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ.رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Alah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian, rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim)

2. Meninggalkan Yang Tidak Bermanfaat

Hadits tentang akhlak mulia yang terdapat di Arba’in Nawawi berikutnya adalah hadits tentang anjuran meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Ini merupakan hadits kedua belas dari Arba’in Nawawi.

Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

Artinya:

“Merupakan tanda baiknya Islam seseorang adalah, ia meniggalkan yang tidak berguna baginya.” (HR. At-Tirmidzi)

3. Berkata Baik atau Diam

Hadits tentang akhlak mulia yang berikutnya adalah anjuran untuk berkata baik atau diam. Hadits ini merupakan hadits kelima belas yang terdapat di dalam Arba’in Nawawi.

Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya:

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari)

4. Jangan Mudah Marah

Hadits Arba’in Nawawi berikutnya terkait dengan hadits tentang akhlak mulia adalah, hadits yang di dalamnya terdapat anjuran untuk tidak mudah marah. Hadits ini merupakan hadits keenam belas Arba’in Nawawi.

Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ

Artinya:

“Seorang lelaki berkata kepada Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, ‘Berilah aku wasiat.’ Beliau menjawab, ‘Janganlah engkau marah.’ Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, namun Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam selalu menjawab, ‘Janganlah engkau marah’.” (HR. Bukhari)

5. Mencintai Saudara Seperti Mencintai Diri Sendiri

Hadit berikutnya adalah anjuran untuk mencintai saudara muslim sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri. Ini merupakan hadits ketiga belas Arba’in Nawawi yang juga termasuk ke dalam hadits tentang akhlak mulia.

Anas bin Malik Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadits bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Artinya:

“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman dengan iman yang sempurna sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari)

Demikianlah beberapa hadits tentang akhlak mulia pada tulisan kali ini. InsyaAllah kami tulisan terkait hadits tentang akhlak akan dilanjutkan pada tulisan berikutnya.

Semoga bermanfaat.

Thumbnail Source: Photo From Kim Stiver Pexels

Artikel Terkait:
Berbakti Kepada Orang Tua

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Berbakti kepada orang tua #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login