Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Hubungan Malaikat dengan Manusia

Bina-Qurani-Hubungan-Malaikat-dengan-Manusia

Hubungan Malaikat dengan Manusia

Secara bahasa, malaikat adalah jamak dari kata malakun. Ada pendapat bahwa kata malaikat berasal dari kata al-alukah yang berarti ar-risalah. Pendapat lain menyatakan bahwa kata malaikat berasal dari laka, yang berarti mengutus, dan ada juga pendapat lain.

Sedangkan secara terminology, malaikat adalah salah satu jenis makhluk Allah ‘Azza wa Jalla yang diciptakan untuk taat dan beribadah kepada-Nya, serta menunaikan tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā di dalam firman-Nya:

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ (19) يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ (20)

Artinya:

“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-nya dan tiada pula merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiya: 19-20)

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ (26) لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ (27)

Artinya:

“Dan mereka berkata, ‘Rabb yang Maha Pemurah telah mengambil mempunyai anak’, Mahasuci Allah. Sebenarnya malaikat-malaikat itu, adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengajarkan perintah-perintah-Nya.” (QS. Al-Anbiya: 26-27)

Bina-Qurani-Hubungan-Malaikat-dengan-Manusia

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Hubungan Malaikat dengan Manusia, Source: Photo by Selim C Pexels

Keberadaan malaikat tidak diperselisihkan orang sejak zaman dahulu kala. Kaum jahiliyah juga tidak ada yang mengingkari mereka. Hanya saja, cara penetapan dan macam-macamnya berbeda antara pengikut para Nabi dan selain mereka.

Kaum musyrikin mengklaim bahwa para malaikat adalah anak perempuan Allah, banatullah. Allah sendiri yang membantah klaim mereka ini. Dia menjelaskan di dalam firman-Nua habwa mereka sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang hal ini:

وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَنِ إِنَاثًا أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ (19)

Artinya:

“Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Az-Zukhruf: 19)

أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ (150) أَلَا إِنَّهُمْ مِنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ (151) وَلَدَ اللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (152)

Artinya:

“Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikannya? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan, ‘Allah beranak’. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.” (QS. Ash-Shaffat: 150-152)

Bina-Qurani-Hubungan-Malaikat-dengan-Manusia

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Hubungan Malaikat dengan Manusia, Source: Photo by Konevi Pexels

Hubungan Malaikat dengan Manusia di Bumi

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā menugasi para malaikat untuk mengurus seluruh urusan makhluk, termasuk urusan manusia. Oleh karena itu, malaikat memiliki hubungan yang sangat erat dengan manusia sejak ia masih berupa nuthfah, sperma.

Ibnul Qayyim menyebutkan hubungan ini di dalam kitabnya, Ighatsatul Lahfan. Ibnul Qayyim berkata bahwa, “Malaikat diserahi urusan penciptaan manusia dan prosesnya tahap demi tahap. Membentuknya, menjaganya di tiga kegelapan, menulis rezekinya, amalnya, ajalnya, nasibnya (bahagia atau sengsara), serta mengawasinya di seluruh kondisi. Menghitung ucapan dan perbuatannya, mengawasi hidupnya, mencabut nyawanya ketika mati dan menyerahkannya kepada Penciptanya (Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā).

Mereka ditugasi untuk mengurusi azab, dan nikmatnya di alam barzakh dan setalah dibangkitkan. Membuat peralatan nikmat dan azhab. Meneguhkan hati hamba yang beriman (dengan izin Allah), mengajarkan yang bermanfaat untuk mereka dan berperang membelanya. Mereka adalah wali-wali Allah di dunia dan di akhirat. Menjanjikan kebaikan kepada hamba serta mengajaknya untuk meraihnya. Melarang hamba berbuat jahat serta memperingatkannya darinya.

Malaikat adalah wali dan penolongnya. Yang menjaga, mengajarkan, memberi nasihat, menyeru, memohonkan ampunan untuknya. Malaikatlah yang mendoakan hamba selama ia taat kepada Rabb dan mengajarkan kebaikan kepada umat manusia. Yang memberi kabar gembira dengan karomah Allah dalam tidurnya, ketika meninggal dan dibangkitkan. Merekalah yang menjadikannya zuhud di dunia dan senang dengan akhirat. Merekalah yang mengingatkannya saat lupa, membuatnya giat saat malas dan meneguhkannya saat takut. Senantiasa berupaya untuk kebaikan dunia dan akhiratnya.

Merekalah para utusan Allah dalam penciptaan dan urusannya. Duta antara Dia dan para hamba-Nya yang turun dengan membawa perintah-Nya untuk disampaikan ke seluruh alam, dan naik kepada-Nya dengan membawa urusan.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 192-193.

Thumbnail Source: Photo by Faik Akmd Pexels

Artikel Terkait:
Pengaruh Iman Kepada yang Ghaib

TAGS
#Berbakti kepada orang tua #doa berlindung dari virus corona #Doa Pagi Hari #Doa-doa #hukum qurban adalah #ikhlas beramal shalih #ikhlas beramal #Sunah Rasul #Sunnah Rasul
© 2021 BQ Islamic Boarding School, All Rights reserved
Login