Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Hukum Mengagungkan Patung

Bina-Qurani-Hukum-Mengagungkan-Patung
Hukum Mengagungkan Patung

At-Tamatsil jamak dari Timtsal. Yaitu gambar fisik berbentuk manusia, hewan, atau selainnya yang bernyawa. An-Nushub asal maknanya ialah tanda atau batu-batu tempat orang-orang musyrik menyembelih kurban. An-Nushub At-Tidzkariyah ialah gambar atau patung-patung yang diberdirikan di lapangan atau sejenisnya untuk mengenang seorang jendral atau pahlawan.

Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam telah melarang umatnya menggambar sesuatu yang bernyawa. Karena awal mulaterjadinya kesyirikan di muka bumi disebabtkan oleh gambar dan pembuatan patung-patung.

Alkisah, dahulu pada zaman Nabi Nuh ada beberapa orang saleh. Ketika mereka meninggal dunia, kaum mereka sangat bersedih atas kematian mereka. Setan pun membisikkan kepada mereka, “Buatlah patung-patung di tempat-tempat mereka dengan mengadakan pertemuan dan namailah patung-patung itu dengan nama-nama mereka.

Mereka pun menuruti bisikan setan tersebut, namun patung-patung itu tidak sampai disembah. Hingga ketika orang-orang yang mendirikan patung itu meninggal dunia dan ilmu agama dilupakan, barulah patung-patung itu disembah.

Bina-Qurani-Hukum-Mengagungkan-Patung

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Hukum Mengagungkan Patung, Source: Photo by GR Stocks Pexels

Ketika Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā mengutus Nabi Nuh ‘Alaihi Al-Salam, beliau melarang kesyirikan yang disebabkan oleh patung-patung yang didirikan tersebut. Tetapi kaumnya tidak mau menerima dakwah beliau dan bersikeras menyembah patung-patung yang didirikan dan akhirnya menjadi berhala yang disembah.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا (23)

Artinya:

“Dan mereka berkata, ‘Jangan sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan tuhan-tuhan kamu dan janganlah pula sekali-kali kamu meninggalkan penyembahan pada wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq, dan nasr.” (QS. Nuh: 23)

Itulah nama orang-orang yang digambar atau dijadikan patung untuk dikenang dan diagungkan. Maka lihatlah akibat yang disebabkan oleh kesyirikan kepada Allah den menentang Rasul-Nya dengan membuat patung-patung itu. Mereka semua dihancurkan dengan air bah, dimurkai Allah dan dibenci makhluk-Nya.

Bina-Qurani-Hukum-Mengagungkan-Patung

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Hukum Mengagungkan Patung, Source: Photo by GR Stocks Pexels

Cukuplah peristiwa tersebut menunjukkan betapa bahayanya permasalahan gambar dan membuat patung. Karenanya, Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam melaknat para tukang gambar serta mengabarkan bahwa merekalah orang-orang yang akan menerima azab yang paling sedih di akhirat kelak.

Beliau Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan kepada umatnya untuk memberantas gambar-menggambar. Juga mengabarkan bahwa malaikat tidak akan mau masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar makhluk hidup. Semua itu tidak lain karena dampaknya merusak dan mengancam akidah umat Islam.

Baik itu gambar dan patung-patung tersebut diletakkan di tengah-tengah majelis, di lapangan, atau di taman-taman. Semuanya di haramkan oleh syariat karena dapat menjadi sarana yang menghantarkan pada kesyirikan dan akidah yang rusak.

Apabila orang-orang kafir pada hari ini melakukan hal-hal tersebut. Itu karena mereka tidak mempunyai akidah yang harus mereka jaga. Oleh karena itu, sebagai kaum muslimin kita tidak boleh meniru atau bertasyabuh dengan orang kafir serta ikut-ikutan melakukan perbuatan ini demi menjaga akidah mereka menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan mereka.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 367-369.

Thumbnail Source: Photo by AbdulMeilk Pexels

Artikel Terkait:
Perdukunan dan Paranormal

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login