Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Iklas Beramal

Bina-Qurani-Iklas-Beramal
Iklas Beramal

Menjalankan semua yang Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā perintahkan, dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang-Nya merupakan sebuah kewajiban yang harus ditaati bagi seorang muslim. Dalam menjalankan segala amal ibadah, setiap muslim tentu harus menghadirkan rasa iklas dan beribadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam.

Berbicara tentang iklas, pada kesempatan kali ini kami akan memaparkan beberapa poin tentang iklas beramal. Adapun poin-poin tersebut antara lain adalah:

  • Pengertian Iklas
  • Pentingnya Iklas Beramal
  • Kiat-kiat menghadirkan Iklas beramal

Yuk kita simak!

Bina-Qurani-Iklas-Beramal

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Iklas Beramal, Source: Photo From Wizdan Zacky Fauzan Unsplash

Pengertian Iklas

Iklas adalah menjadikan niat setiap amal ibadah hanya untuk Allah semata. Amal ibadah yang dilakukan seorang hamba hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan hanya mengharap ridha dari-Nya. Iklas beramal shalih dilakukan bukan karena ingin mendapatkan pujian dari manusia lainnya.

Iklas dan mengikuti tuntunan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam merupakan syarat diterimanya amal ibadah seorang hamba. Amal shalih apapun tidak akan diterima oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā kecuali yang diniatkan karena Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Amal shalih sebebesar apapun jika niat dan motivasinya bukan karena Allah, pasti akan sia-sia dan tertolak.

Pentingnya Iklas Beramal

Umar bin Al-Khatthab Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis, bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amalan itu bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan memperoleh apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari)

Niat dalam setiap amal ibadah sangat bergantung dengan keiklasan pada Allah. Sebagaimana firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā yang berkaitan dengan iklas beramal dalam menjalankan agama yang lurus, mendirikan shalat dan menunaikan zakat di dalam QS. Al-Bayyinah ayat lima.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah [98]: 5)

Iklas merupakan amalan hati yang sangat berat kecuali bagi orang yang diberi taufik oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā. Butuh kesungguhan, kesabaran dan doa kepada Allah untuk menghadirkan rasa iklas beramal dalam setiap ibadah dan ketaatan.

Bina-Qurani-Iklas-Beramal

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Iklas Beramal, Source: Photo From Kim Stiver Pexels

Kiat-kiat Menghadirkan Iklas Beramal

Keiklasan dalam beramal shalih menjadi salah satu syarat diterimanya amal ibadah kita kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā. Meskipun bukan hal yang mudah, namun sudah menjadi kewajiban kita untuk bersungguh-sungguh menghadirkan keiklasan dalam beramal shalih.

Berikut ini kiat-kiat iklas beramal, yang dapat kita lakukan:

1. Banyak berdoa Kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā

Salah satu upaya yang dapat menolong seorang hamba agar senantiasa menghadirkan rasa iklas beramal ibadah adalah dengan memperbanyak doa kepada Allah.

Di antara doa dari Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam yang sering dipanjatkan oleh beliau agar terhindar dari kesyirikan (meski beliau adalah orang yang paling jauh dari kesyirikan) adalah sebagai berikut:

اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari perbuatan syirik yang aku sadari. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad)

2. Tidak Menampakkan Amal Kebaikan

Upaya lain yang dapat mendorong seorang hamba agar iklas beramal dalam setiap ibadahnya adalah dengan tidak menampakkaan amal-amal kebaikannya di hadapan manusia.

Menampakkan amal kebaikan di hadapan manusia, rentan sekali menjadikan diri terjatuh pada perbuatan riya. Karenanya, menyembunyikan amal kebaikan ini menjadi hal yang penting untuk menjaga keiklasan amal.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ  وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ  وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ  وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus dari sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah [02]: 271)

Bina-Qurani-Iklas-Beramal

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Iklas Beramal, Source: Photo From Freepik

3. Merasa Takut Amalnya Tidak Diterima

Diantara upaya yang dapat membantu seorang hamba untuk iklas beramal dalam beribadah adalah ketika kita merasa takut amalnya tidak diterima. Salah satu sifat orang mukmin adalah apabila ia memberikan suatu pemberian, mereka takut akan tidak diterimanya amal perbuatan mereka.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al-Mu’minun [23]: 60)

Pentingnya menghadirkan keiklasan dalam setiap amal ibadah hendaknya dibarengi dengan senantiasa memperbarui dan meluruskan niat atas segala amal ibadah yang kita kerjakan.

Semoga Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā menjadikan kita sebagai orang yang senantiasa iklas beramal dalam ibadah apapun. Dan Allah memasukkan kita semua ke dalam Jannah-Nya.

Thumbnail Source: Photo From Brainstudy Info

Artikel Terkait:
Hormati Orang Tua

TAGS
Tidak ada tags.
Login