Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Kapan Terjadi Lailatul Qadar

Tidak diragukan lagi bahwa Lailatul Qadar terjadi di bulan Ramadan berdasarkan firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar.” (QS. Al-Qadr [97]: 1). Begitu juga firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Adapun batasannya maka Al-Hafizh Ibnu Hajar Raḥimahullāh mengatakan, “Para ulama telah berbeda pendapat mengenai Lailatul Qadar menjadi banyak pendapat, bahkan kami simpulkan ada 40 lebih pendapat dari mereka.” Kemudian Ibnu Hajar menyebutkan pendapat-pendapat ini dan juga dalil-dalil mereka serta orang yang berpendapat.

Banyak ulama berpendapat bahwa Lalatul Qadar itu terjadi pada 10 terakhir Ramadan berdasarkan hadis riwayat Abu Said Al-Khudri Raḍiallāhu ‘Anhu bahwa Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

فَابْتَغُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ

“Maka carilah ia di sepuluh malam terakhir Ramadan.”

Banyak juga ulama yang berpendapat, Lailatul Qadar ada pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir bersabda Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir Ramadan.”

Mayoritas ulama juga berpendapat, bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27. Ini adalah pendapat sekelompok shahabat, dan dipastikan oleh Ubay bin Ka’ab, bahkan dia sampai bersumpah seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Aku (Abu Malik) katakan, yang zhahir bagiku bahwa Lailatul Qadar ada di sepuluh malam terakhir, dan terlebih pada malam-malam ganjil, dan ia berpindah-pindah, tidak khusus pada malam ke 27. Apa yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab Raḍiallāhu ‘Anhu bahwa itu ada pada malam ke 27 adalah khusus pada suatu tahun dan bukan menunjukkan untuk setiap tahun. Ini ditunjukkan bahwa Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam telah mendapati Lailatul Qadar pada malam ke 21, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis riwayat Abu Said Raḍiallāhu ‘Anhu bahwa Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam berkhutbah dan mengatakan:

إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ أُنْسِيتُهَا ، أَوْ نُسِّيتُهَا فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِي الْوَتْرِ وَإِنِّي رَأَيْتُ أَنِّي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ

“Sesungguhnya diperlihatkan kepadaku Lailatul Qadar kemudian terlupakan olehku, carilah ia pada malam-malam ganjil di sepuluh terakhir, sesungguhnya aku telah melihat diriku bersujud di atas air dan tanah.”

Abu Said Raḍiallāhu ‘Anhu berkata, “Pada malam ke 21 turun hujan kepada kami, air mengalir hingga ke tempat salat Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, aku melihat beliau setelah beranjak dari shalat subuh dan wajahnya basah dengan lumpur dan air.” Dan ini adalah kumpulan hadis-hadis yang menunjukkan tentang Lailatul Qadar, Wallahu A’lam.

Dirahasiakannya Waktu Lailatul Qadar

Lailatul Qadar dirahasiakan tidak lain agar hamba bersungguh-sungguh dalam ketaatan di setiap malam, dengan harapan semoga saja malam ini adalah Lailatul Qadar. Sehingga, siapa yang ingin kepastian mendapatkan Lailatul Qadar hendaknya dia meluangkan waktunya selama satu bulan penuh untuk bersyukur kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā dengan mengerjakan ibadah-ibadah. Inilah rahasia mengapa Lailatul Qadar dirahasiakan kepastian munculnya, dan sepertinya ini juga yang Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam maksud di dalam sabdanya, “Sesungguhnya aku akan keluar memberitahukan kalian kapan Lailatul Qadar, namun aku bertemu dengan fulan dan fulan yang sedang bertengkar, sehingga aku terlupa kapan malam itu, dan mungkin ini lebih baik bagi kalian, maka carilah oleh kalian malam tersebut.”

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fikih Sunnah, (Terj. Darwis DKK),  (Jakarta: Darus Sunnah, 2016), 113-115.

Source : Photo by Terrence low from Unsplash

TAGS
#Hadis #khazanah #lailatul qadar #Puasa Ramadan
Login