Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Kegiatan Literasi di Sekolah

Bina-Qurani-Kegiatan-Literasi-di-Sekolah
Kegiatan Literasi di Sekolah

Buku adalah jendela dunia, pepatah ini mungkin sering kita dengar ketika masih duduk di bangku sekolah. Pepatah tersebut telah memberikan isyarat kepada kita bahwa dengan banyak membaca buku, maka semua wawasan tentang dunia bisa kita dapatkan.

Sayangnya, Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di dunia ternyata mempunyai minat baca yang cukup rendah dan masuk ke dalam kategori yang begitu mengkhawatirkan.

Rendahnya minat baca ini tentu menjadi PR tersendiri bagi Pemerintah, untuk bekerja keras dan terus mengupayakan agar minat baca di tanah air kembali meningkat. Salah satu usaha yang dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan adalah meluncurkan sebuah program gerakan atau kegiatan literasi di sekolah.

Berbicara tentang kegiatan literasi sekolah, pada tulisan kali ini kami akan sedikit mengupas tentang kegiatan literasi di sekolah melalui beberapa poin berikut ini:

  • Pengertian Kegiatan Literasi di Sekolah
  • Tujuan Kegiatan Literasi di Sekolah
  • Komponen Kegiatan Literasi di Sekolah

Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak!

Pengertian Kegiatan Literasi di Sekolah

Sebagai bentuk usaha untuk menumbuhkan rasa cinta dalam membaca buku, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan sebuah program kegiatan literasi di sekolah atau yang lebih sering di kenal dengan nama gerakan literasi sekolah (GLS).

Lalu, apa sih yang dimaksud dengan kegiatan literasi di sekolah?

Kegiatan literasi di sekolah adalah kegiatan yang dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan peran publik sebagai upaya untuk menjadikan sekolah sebagai lembaga pendidikan tempat untuk belajar, baik membaca ataupun menulis, agar warga sekolah bisa selalu literat sepanjang hidup.

Kegiatan literasi di sekolah merupakan sebuah usaha yang bersifat partifipatif dengan melibatkan warga sekolah seperti peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, komite sekolah, orang tua atau wali murid, akademisi, penerbit, media massa, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan.

Kegiatan literasi di sekolah adalah hal yang sangat penting. Selain dapat meningkatkan kemampuan literasi, kegiatan ini juga dapat memberikan dampak positif terhadap kemajuan bangsa.

Tujuan Kegiatan Literasi di Sekolah

Diterbitkannya kegiatan literasi di sekolah tentu bukan tanpa sebab, melainkan ada tujuan tertentu yang ingin dicapai dari peogram istimewa ini.

Adapun tujuan dari kegiatan literasi sekolah dibagi menjadi dua, yaitu tujuan secara umum dan tujuan yang bersifat khusus.

1. Tujuan Umum Kegiatan Literasi di Sekolah

Secara umum, tujuan dari kegiatan literasi di sekolah adalah untuk sebuah usaha membentuk peserta didik menjadi insan literat sepanjang hidupnya, serta menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti para peserta didik melalui ekosistem literasi yang dibangun dalam program ini.

2. Tujuan Khusus Kegiatan Literasi di Sekolah

Sedangkan tujuan khusus dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  • Menciptakan budaya literasi di lingkungan sekolah.
  • Membentuk peserta didik yang literat sepanjang masa.
  • Membentuk sekolah ramah anak yang menyenangkan.
  • Menumbuhkan rasa cinta terhadap membaca buku.
Penerapan Kegiatan Literasi di Sekolah

Dalam praktik penerapan kegiatan literasi di sekolah dapat dilakukan melalui beberapa cara.

Salah satunya adalah, dapat dimulai dengan membiasakan untuk membaca dan menulis selama lima belas menit dan dilakukan secara bersama-sama baik peserta didik maupun guru. Cara ini dilakukan untuk menanamkan kebiasaan membaca dan menulis pada peserta didik.

Adapun komponen penerapan kegiatan literasi di sekolah, menurut buku panduan Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

1. Literasi Dini

Pada komponen ini, peserta didik diajarkan kemampuan untuk menyimak, memahami, dan berkomunikasi melalui gambar ataupun lisan. Komponen ini adalah komponen utama yang merupakan pondasi bagi pengembangan literasi peserta didik.

2. Literasi Permulaan

Pada bagian ini, peserta didik diajarkan untuk mampu mendengar, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung. Kegiatan ini membutuhkan kemampuan siswa yang lebih kompleks yaitu menganalisa, menghitung, mengolah informasi, menyampaikan serta menggambarkan informasi yang didapat sesuai dengan pemahaman peserta didik.

3. Literasi Perpustakaan

Dinamakan sebagai literasi perpustakaan bukan berarti pelaksanaannya harus dilakukan di dalam ruang perpustakaan. Esensi dari literasi perpustakaan adalah kegiatan untuk mengenalkan berbagai jenis buku yang ada di perpustakaan kepada peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, seorang guru dapat meberikan berbagai jenis buku baik buku yang bergenre fiksi atau nonfiksi, ensiklopedia, informasi dan teknologi atau jenis buku lainnya.

4. Literasi Media

Literasi media merupakan kegiatan untuk memperkenalkan peserta didik kepada berbagai bentuk media massa yang ada di Indonesia. Mulai dari media cetak, media elektronik, media digital, maupun media sosial.

Tujuan dari komponen ini salah satunya adalah agar siswa dapat memahami serta menyaring informasi dari media secara bertanggung jawab dan menggunakannya secara bijak.

5. Literasi Teknologi

Kegiatan literasi di sekolah, khususnya literasi teknologi adalah suatu usaha dimana peserta didik diajarkan tentang berbagai jenis teknologi, dengan harapan peserta didik mampu menguasai teknologi, baik teknologi perangkat keras maupun perangkat lunak.

6. Literasi Visual

Komponen ini adalah kegiatan tingkat lanjut dari literasi media dan literasi teknologi. Di dalam kegiatan ini, peserta didik akan diberikan pemahaman tentang konten digital yang baik dan buruk, yang beretika dan yang melanggar norma-norma kehidupan.

Pelaksanaan literasi visual dapat dilakukan dengan cara menampilkan video-video pendek, kemudian menganalisa isi video tersebut dan memberikan arahan kepada siswa terkait dari video yang ditampilkan.

Demikianlah kegiatan literasi di sekolah yang telah resmi digulirkan oleh pemerintah sebagai upaya menumbuhkan minat dan rasa cinta dalam membaca.

Semoga bermanfaat.

Thumbnail Source: Photo From Olenka Sergienko Pexels

Artikel Terkait:
Judul Artikel

TAGS
#Batas Wilayah Indonesia #Ciri-ciri Pantun #Indonesia #Kata Kerja Mental #khazanah #Lambang Sila Pertama #Multikulturalisme #Norma Hukum #Pancasila #Teks Ceramah #Teks Eksplanasi #Sekolah Islam
Login