Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Keistimewaan dan Keutamaan Lailatul Qadar

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr [97]: 1-5)

Surat yang mulia ini mengandung beberapa keutamaan malam ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:

(1). Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā menurunkan Alquran pada malam ini, sebagaimana firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan. (QS. Ad-Dukkan [44]: 3)

(2). Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā menyebutkan keagungan Lailatul Qadar. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (QS. Al-Qadr [97]: 2)

(3). Ibadah pada malam itu lebih baik daripada ibadah pada seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar di dalamnya.

(4). Pada malam ini para malaikat turun. Ada yang berpendapat, para malaikat turun dengan membawa rahmat, keberkahan dan ketenangan. Ada juga yang berpendapat, para malaikat itu turun membawa segala ketetapan Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā untuk waktu satu tahun, seperti yang Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā firmankan:

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ. أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ

“Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. ad-Dukhan [44]: 4-5).

(5). Rasa aman dan damai akan turun pada malam ini kepada orang-orang yang beriman, dan salam dari malaikat turus-menerus diberikan kepada mereka.

(6) Diriwayatkan dari Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu, dari Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena keimanan dan penuh pengharapan pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu dan barangsiapa salat malam pada saat Lailatul Qadar karena keimanan dan penuh pengharapan pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. al-Bukhari No. 2014 dan Muslim No. 759)

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, Shahih Fikih Sunnah, (Terj. Darwis DKK), (Jakarta: Darus Sunnah, 2016), 111-112.

Source : Photo by Afta Putta Gunawan from Pexels

TAGS
#Hadis #keutamaan #khazanah #lailatul qadar #Puasa Ramadan
Login