Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Kewajiban-kewajiban Shalat

Bina-Qurani-Kewajiban-kewajiban-Shalat
Kewajiban-kewajiban Shalat

Di antara kewajiban-kewajiban shalat yaitu:

1. Doa Istiftah

Menurut pendapat yang kuat, doa istiftah ini wajib di baca, baik dalam shalat fardhu maupun shalat sunnah. Oleh karena itu, diwajibkan membaca doa istiftah setelah takbiratul ihram, berdasarkan sabda Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam kepada orang yang shalatnya buruk:

“Sesungguhnya shalat seseorang tidak dianggap sempurna sebelum berwudhu dengan sempurna, kemudian mengucapkan takbir, lalu memuji Allah dan menyanjung-Nya, lalu mambaca apa saja yang menurutnya mudah dari bacaan-bacaan (ayat-ayat) Alquran. Jika ia melakukan semua itu, maka shalatnya sempurna.”

Yang dimaksud dengan memuji Allah dan menyanjung-Nya adalah dengan membaca doa istiftah (pujian dan sanjungan adalah sesuatu yang wajib dan mutlak setelah takbiratul ihram).

Bina-Qurani-Kewajiban-kewajiban-Shalat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Kewajiban-kewajiban Shalat, Source: Photo by Michael B Pexels

2. Membaca Ta’awwudz Sebelum Membaca Surat Alquran

Seluruh ulama sepakat mengatakan wajibnya ta’awwudz di awal rakaat. Hanya saja mereka berselisih tentang kewajibannya di setiap rakaat. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (98)

Artinya:

“Dan ketika kamu membaca Alquran, maka mintalah pertolongan kepada Allah dari Syetan Terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Dalam ayat tersebut terkandung perintah untuk membaca ta’awwudz ketika hendak membaca ayat, dan hakikat perintah menunjukkan sesuatu yang wajib, hal itu karena ta’awwudz berfungsi mengusir syetan. Satu perkara yang menyebabkan perkara lain menjadi wajib, maka perkara itu pun wajib dilaksanakan.

Pada asalnya, ta’awwudz dibaca dengan sir (tidak terdengar) karena Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam dan para khalifah yang empat tidak pernah membacanya dengan jahr. Namun terkadang, seorang imam mengeraskan ta’awwudz ini dengan tujuan mengajari jama’ah.

3. Mengucapkan Amin Setelah Membaca Surat Al-Fatihah

Kewajiban ini berdasarkan sabda Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

إِذَا أَمَّنَ الْإِمَامُ فَأَمِّنُوا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

“Jika imam mengucapkan amin, maka ucapkanlah amin, karena barangsiapa ucapan aminnya bertepatan dengan aminnya malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari Muslim)

Ucapan amin ini hukumnya wajib bagi imam, makmum, dan ornag yang shalat sendirian. Dikeraskan dalam shalat jahriyah, dan dipelankan dalam shalat sirriyah.

Bina-Qurani-Kewajiban-kewajiban-Shalat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Kewajiban-kewajiban Shalat, Source: Photo by Michael B Pexels

4. Takbir Intiqal

Takbir intiqal adalah takbir perpindahan dari satu gerakan ke gerakan lain.

5. Ucapan Sami’allahu Liman Hamidah

Kewajiban ini berdasarkan perintah Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam kepada orang yang shalatnya buruk, beliau Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Setelah itu membaca ayat apa saja dari Alquran, kemudian mengucapkan Allaahu Akbar, lalu ruku hingga tuma’ninah seluruh persendian badan, kemudian mengucapkan ‘Sami’allaahu liman Hamidah,’ hingga berdiri dengan sempurna.”

6. Ucapan Rabbana Lakal Hamdu

Kewajiban ini berdasarkan sabda Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

إِذَا قَالَ الْإِمَامُ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، فَقُولُوا: اللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Artinya:

“Jika imam mengucapkan, ‘Sami’allaahu liman hamidah’, maka ucapkanlah, ‘Allaahumma Rabbanaa lakal hamdu’.” (HR. Bukhari Muslim)

Bina-Qurani-Kewajiban-kewajiban-Shalat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Kewajiban-kewajiban Shalat, Source: Photo by Michael B Pexels

7. Tasyahud Awal

Berdasarkan Sabda Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

“Jika kalian duduk di setiap dua rakaat, maka bacalah, ‘Attahiyyaatu lillaah …” (HR. An-Nasai)

8. Mengucapkan Tasbih Ketika Ruku’ dan Sujud

Uqbah bin Amir berkata, “Ketika ayat ‘Fasabbih bismi Rabbikal ‘azhiim’ turun, Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda kepada kami, ‘Jadikanlah ia dalam ruku’ kalian, dan ketika ayat Sabbihismarabbikal a’la turun, Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, ‘Jadikanlah ia (bacalah tasbih) dalam sujud kalian.” (HR. Abu Daud)

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Fiqhus Sunnah Lin Nisa’ Wama Yajibu an Ta’rifahu Kullu Muslimatin min Ahkam. Edisi terjemah: Alih Bahasa M. Taqdir Arsyad, Fikih Sunnah Wanita Panduan Lengkap Wanita Muslimah, (Bogor: Griya Ilmu, 2019), 106-112.

Thumbnail Source: Photo by Michael B Pexels

Artikel Terkait:
Rukun-rukun Shalat

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login