Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Kiat-Kiat Belajar Islam Bagi Pemula

Sebuah kabar gembira yang sangat membuat bahagia adalah maraknya komunitas-komunitas hijrah seperti Hijrah Fest, Hijrah Institute, Pemuda Hijrah dan banyak lagi bentuk lainnya yang tentunya inti dari semua itu tidak lain adalah untuk menggambarkan antusiasme umat terhadap ajaran Islam yang sempurna dan paripurna sehingga dibutuhkanlah komunitas yang dapat memudahkan mereka belajar Islam dan mengokohkan kekuatan hijrah ditengah arus pergaulan bebas bagaikan magnet yang dikhawatirkan melemahkan kembali semangat hijrah.

Semangat hijrah inilah yang mau tidak mau menuntut seseorang yang sedang hijrah untuk belajar Islam. Dari mana memulai belajar Islam, kepada siapa belajar Islam dan pelajaran Islam apa yang sangat prioritas untuk dipelajarai, difahami dan diamalkan. Hal ini tidak lain karena banyak dikalangan mereka yang berhijrah atau bertaubat kebingungan belajar Islam disebabkan mendengar tidak sedikit perbedaan terjadi mulai dari teori sampai praktek ibadah baik secara fiqih maupun muamalah. Dan diperparah dengan banyaknya bentuk perdebatan dan saling menyalahkan yang viral antara penceramah satu dengan yang lain di media sosial ketika membahas masalah-masalah keislaman.

Untuk itu, sudah sepatutnya setiap muslim yang ingin belajar Islam memahami apa yang harus dilakukan sehingga tidak salah melangkah, tidak keliru memilih dan mengambil teori dan praktek keislaman dari referensi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan baik itu memilih guru, buku, teman dan website keislaman. Berikut ini kiat-kiat belajar Islam bagi pemula yang penting untuk difahami oleh mereka yang baru hijrah atau baru taubat.

Pertama, mulailah dengan pelajaran Islam terpenting seperti belajar memahami aqidah yang benar, mengetahui hal-hal yang dapat merusak aqidah, memahami cara bersuci dan hal yang dapat membatalkannya, mempelajari masalah shalat dan seterusnya.

Kedua, bersabar dalam tahapan-tahapan ketika belajar Islam karena ilmu tidak terserap sekaligus tetapi butuh proses. Mulailah dari ilmu keislaman dasar yang ringan sebagai warming up agar lebih nyambung ketika masuk ke buku besar atau masalah besar dalam ilmu keislaman. Jika seseorang memiliki dasar ilmu keislamannya dangkal lantas memaksakan diri ke ilmu keislaman yang dalam dan rinci sudah bisa dipastikan akan kebingungan dan salah dalam pemahaman. Ibarat anak usia SD diberi materi pengetahuan untuk SMA.

Kedua hal diatas selaras dengan sabda Rasulullah Salallohu ‘alaihi wasalam ketika memerintahkan Huzaifah ke negeri Yaman agar mengajarkan Islam mulai dari yang terpenting dan bertahap. Memulai dari belajar aqidah, lalu shalat, lalu zakat, lalu puasa di bulan ramadan dan haji bagi yang mampu.(HR. Bukhari&Muslim).

Para ulama juga mengingatkan bahwa:

من لم يطقن الأصول, حرم الوصول

“Barangsiapa yang tidak memahami dengan benar materi dasar maka dia tidak akan sampai pada maksud yang diinginkan.”

من رام العلم جملة, ذهب عنه جملة

”Barangsiapa mempelajari ilmu langsung sekaligus dengan jumlah yang banyak(tidak bertahap) maka akan hilang banyak pula ilmunya.”(Syarah Hilyah Thalibil Ilmi, 2019).

Ketiga, belajar islam dari guru agama yang kompeten bukan sekedar karena penceramah lucu, penceramah ganteng, penceramahnya artis/pejabat atau penceramahnya sakti bisa menerawang alam ghaib. Namun lihatlah kepada siapa dia berguru, dimana dia belajar dan apa yang selalu menjadi rujukan ketika mengajar. Salah berguru akan banyak keliru dalam memahami dan mempraktekkan ilmu.

Keempat, fokuslah dalam belajar islam, hindari perdebatan dan saling menyalahkan. Belajar islam apalagi jika masuk ke dalam masalah fiqih yang sifatnya furu’(cabang) pasti ada perbendaan pendapat dan ini menuntut kelapangan hati menerima perbedaan yang tentunya sangat wajar. Semakin dalam ilmu seseorang maka semakin bijak dalam menyikapi perbedaan.

Ingatlah bahwa belajar Islam itu bukan untuk memenuhi otak dengan hafalan, atau sekedar fantasi akal, dapat ijazah, atau mencari pekerjaan. Ilmu dipelajari agar menjadi pelita bagi pemiliknya dan petunjuk bagi yang lainnya. (Syeikh Yusuf Al Qordowi).

Topik: Belajar Islam, Hijrah, Taubat, Pemuda Hijrah, Belajar Agama.

TAGS
#Belajar Agama #Belajar Islam #Hijrah #Pemuda Hijrah #Taubat
Login