Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Komponen Literasi Sekolah

Bina-Qurani-Komponen-Literasi-Sekolah
Komponen Literasi Sekolah

Sebagai salah satu negara terbesar di dunia, Indonesia tergolong sebagai negara yang masyarakatnya mempunyai minat baca cukup rendah dan masuk ke dalam kategori yang begitu mengkhawatirkan. Rendahnya minat baca menjadi PR tersendiri bagi Pemerintah, agar lebih bekerja keras dan terus mengupayakan agar minat baca masyarakat di tanah air kembali meningkat.

Di antara bentuk usaha yang dilakukan oleh Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan adalah meluncurkan sebuah program atau gerakan yang disebut dengan literasi sekolah.

Sebagai bentuk usaha untuk menumbuhkan rasa cinta dalam membaca buku, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan sebuah program kegiatan literasi di sekolah atau yang lebih sering di kenal dengan nama gerakan literasi sekolah (GLS).

Apa Itu Literasi Sekolah?

Literasi sekolah adalah kegiatan yang dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan peran publik sebagai upaya untuk menjadikan sekolah sebagai lembaga pendidikan tempat untuk belajar, baik dengan membaca ataupun menulis, serta agar warga sekolah bisa selalu literat sepanjang hidup.

Kegiatan literasi sekolah merupakan sebuah usaha yang bersifat partifipatif dengan melibatkan warga sekolah seperti peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, komite sekolah, orang tua atau wali murid, akademisi, penerbit, media massa, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan.

Kegiatan literasi sekolah adalah hal yang sangat penting. Sebab, selain dapat meningkatkan kemampuan literasi, kegiatan ini juga dapat memberikan dampak positif terhadap kemajuan bangsa.

Bina-Qurani-Komponen-Literasi-Sekolah

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Komponen Literasi Sekolah, Source: Photo by Pixabay Pexels

Tujuan Literasi Sekolah

Kegiatan literasi sekolah diluncurkan oleh pemerintah tentu bukan tanpa sebab, melainkan ada tujuan tertentu yang ingin dicapai dari program literasi sekolah ini. Adapun tujuan dari kegiatan literasi sekolah dibagi menjadi dua, yaitu tujuan secara umum dan tujuan yang bersifat khusus.

Berikut uraian tujuan dari kegiatan literasi sekolah:

1. Tujuan Umum Kegiatan Literasi di Sekolah

Secara umum, tujuan dari kegiatan literasi di sekolah adalah untuk sebuah usaha membentuk peserta didik menjadi insan literat sepanjang hidupnya, serta menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti para peserta didik melalui ekosistem literasi yang dibangun dalam program ini.

2. Tujuan Khusus Kegiatan Literasi di Sekolah

Sedangkan tujuan khusus dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:

  • Menciptakan budaya literasi di lingkungan sekolah.
  • Membentuk peserta didik yang literat sepanjang masa.
  • Membentuk sekolah ramah anak yang menyenangkan.
  • Menumbuhkan rasa cinta terhadap membaca buku.
Bina-Qurani-Komponen-Literasi-Sekolah

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Komponen Literasi Sekolah, Source: Photo by Andrea Piacquadio Pexels

Komponen-komponen Literasi Sekolah

Dalam praktik penerapan kegiatan literasi di sekolah dapat dilakukan melalui beberapa cara. Salah satunya adalah, dapat dimulai dengan membiasakan untuk membaca dan menulis selama lima belas menit dan dilakukan secara bersama-sama baik peserta didik maupun guru. Cara ini dilakukan untuk menanamkan kebiasaan membaca dan menulis pada peserta didik.

Adapun komponen penerapan kegiatan literasi sekolah, menurut buku panduan Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

1. Literasi Dini

Pada komponen literasi dini, peserta didik diajarkan kemampuan untuk menyimak, memahami, dan berkomunikasi melalui gambar ataupun lisan. Komponen ini adalah komponen utama yang merupakan pondasi utama bagi pengembangan literasi peserta didik.

2. Literasi Permulaan

Pada komponen literasi permulaan, peserta didik diajarkan untuk mampu mendengar, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung. Kegiatan ini membutuhkan kemampuan siswa yang lebih kompleks yaitu menganalisa, menghitung, mengolah informasi, menyampaikan serta menggambarkan informasi yang didapat sesuai dengan pemahaman peserta didik.

3. Literasi Perpustakaan

Disebut sebagai literasi perpustakaan, bukan berarti karena pelaksanaannya harus dilakukan di dalam ruang perpustakaan. Esensi dari literasi perpustakaan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan berbagai jenis buku yang ada di perpustakaan kepada peserta didik.

Dalam pelaksanaan literasi perpustakaan, seorang guru dapat meberikan berbagai jenis buku baik buku yang bergenre fiksi atau nonfiksi, ensiklopedia, informasi dan teknologi atau jenis buku lainnya.

Bina-Qurani-Komponen-Literasi-Sekolah

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Komponen Literasi Sekolah, Source: Photo by Pixabay Pexels

4. Literasi Media

Literasi media merupakan kegiatan untuk memperkenalkan peserta didik kepada berbagai bentuk media massa yang ada di Indonesia. Mulai dari media cetak, media elektronik, media digital, maupun media sosial.

Tujuan dari komponen literasi media salah satunya adalah agar siswa dapat memahami serta menyaring informasi dari media secara bertanggung jawab dan menggunakannya secara bijak.

5. Literasi Teknologi

Kegiatan literasi teknologi di sekolah adalah suatu usaha dimana peserta didik diajarkan tentang berbagai jenis teknologi, dengan harapan peserta didik mampu menguasai teknologi, baik teknologi perangkat keras maupun perangkat lunak.

6. Literasi Visual

Literasi visual adalah komponen kegiatan tingkat lanjut dari literasi media dan literasi teknologi. Di dalam kegiatan ini, peserta didik akan diberikan pemahaman tentang konten digital yang baik dan buruk, yang beretika dan yang melanggar norma-norma kehidupan.

Pelaksanaan literasi visual dilakukan dengan cara menampilkan video-video pendek, kemudian menganalisa isi video tersebut dan memberikan arahan kepada siswa terkait dari video yang ditampilkan.

Demikianlah komponen-komponen kegiatan literasi sekolah yang telah resmi digulirkan oleh pemerintah sebagai upaya menumbuhkan minat dan rasa cinta dalam membaca. Semoga bermanfaat.

Thumbnail Source: Photo by Element Digital Pexels

Artikel Terkait:
Pilar Pendidikan Karakter

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login