Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Lakum Dinukum Waliyadin

Bina-Qurani-Lakum-Dinukum-Waliyadin
Lakum Dinukum Waliyadin

Lakum dinukum waliyadin atau yang artinya bagimu agamamu, bagiku agamaku merupakan salah satu firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā yang terdapat di Surat Al-Kafirun ayat 6. Ayat ini merupakan prinsip akidah Islam yang semestinya dipegang teguh dan dianut oleh setiap muslim.

Dengan memegang teguh serta memahami ayat ini dengan benar, seorang muslim tentu akan menentang keras segala bentuk loyalitas pada orang kafir, dan berlepas diri dari mereka. Segala bentuk loyalitas pada orang kafir merupakan hal yang terlarang, baik loyalitas dalam bentuk ucapan maupun dalam bentuk perbuatan atau tindakan.

Hal ini sebgaimana firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā:

قُلْ يَاأَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

Artinya:

“Katakanlah: ‘Hai orang-orang kafir, (1) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (2) Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah. (3) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4) dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembag Rabb yang aku sembah. (5) Lakum dinukum waliyadin (bagimu agamamu, dan bagiku agamaku). (6)’” (QS. Al-Kafirun: 1-6)

 

Bina-Qurani-Lakum-Dinukum-Waliyadin

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Lakum Dinukum Waliyadin, Source: Photo by Tayeb Pexels

Firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā pada Surat Al-Kafirun di atas merupakan sebuah seruan yang nyata dan terang terangan kepada orang-orang musyrik, bahwa kaum muslimin berlepas diri dari segala bentuk ibadah kepada selain Allah. Baik bentuk ibadah yang dilakukan secara lahir maupun bathin.

Surat tersebut berisi seruan bahwa orang-orang musyrik tidaklah menyembah Allah dengan ikhlas dalam setiap amal ibadahnya. Mereka tidak benar-benar murni beribadah hanya untuk Allah. Ibadah yang dilakukan oleh orang-orang musyrik dengan disertai perbuatan syirik (kesyirikan) tidaklah disebut dengan ibadah.

Pada akhir ayat di dalam Surat Al-Kafirun tersebut, Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā menyatakan:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

Artinya:

“Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6)

Penjelasan Lakum Dinukum Waliyadin Menurut Ibnu Jarir Ath-Thabari

Berdasarkan penjelasan Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam tafsirnya, tentang apa yang dimaksud dengan lakum dinukum waliyadin, beliau mengatakan bahwa:

“Bagi kalian agama kalian, jangan kalian tinggalkan selamanya karena itulah akhir hidup yang kalian pilih dan kalian sulit melepaskannya, begitu pula kalian akan mati di atas agama tersebut. Sedangkan untukku, apa yang kuanut. Akupun tidak akan meninggalkan agamaku selamanya. Karena sejak dahulu sudah diketahui bahwa aku tidak akan berpindah ke agama selain itu.”

Bina-Qurani-Lakum-Dinukum-Waliyadin

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Lakum Dinukum Waliyadin, Source: Photo by Timo Pexels

Di dalam Al-Bahr Al-Muhith juga disebutkan bahwa, “Bagi kalian kesyirikan yang kalian anut, dan bagiku berpegang teguh dengan ketauhidanku. Inilah yang dinamakan tidak loyal (berlepas diri dari segala bentuk peribadahan yang dilakukan orang-orang kafir).

Lakum dinukum waliyadin juga dapat dibagi menjadi dua makna, yaitu:

  • Makna pertama – Bagi kalian akidah kekufuran yang kalian anut, dan bagi kami akidah Islam.
  • Makan kedua – Karena diin bisa bermakna Al-Jazaa’, yaitu hari pembalasan, maka artinya: bagi kalian balasan dan bagiku pula balasan.

Ayat semisal juga Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā firman dalam beberapa surat yang lain, di antaranya yaitu:

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ

Artinya:

“Katakanlah: ‘Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.” (QS. Al-Isra: 84)

أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ (41)

Artinya:

“Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan, dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Yunus: 41)

Bina-Qurani-Lakum-Dinukum-Waliyadin

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Lakum Dinukum Waliyadin, Source: Photo by Alena Pexels

Lakum Dinukum Waliyadin – Prinsip Seorang Muslim

Lakum dinukum waliyadin adalah prinsip yang sudah diajarkan dalam akidah Islam. Islam tidak pernah sekalipun mengajarkan loyalitas kepada orang kafir. Islam mengajarkan agar umat muslim berlepas diri dari orang-orang kafir, dari peribadatan mereka, dair perayaan mereka, dan dari berbagai hal yang menyakut agama mereka.

Loyalitas kepada orang kafir tidak boleh ada pada diri seorang muslim, meskipun dengan ibu, bapak, saudara, kerabat, atau teman karib kita. Di antara bentuk loyalitas pada orang kafir adalah tasyabuh atau menyerupai orang kafir, dan turut serta dalam perayaan non muslim.

1. Taysabuh Kepada Orang Kafir

Tarsyabuh kepada orang kafir merupakan bentuk loyalitas seorang muslim kepada orang kafir. Tasyabuh adalah perbuatan menyerupai orang kafir, baik itu menyerupai dalam hal pakaian, maupun adat istiadat yang menjadi ciri khas orang kafir.

Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya:

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

2. Turut Serta dalam Perayaan Non-Muslim

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا (72)

Artinya:

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui saja dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al-Furqon: 72)

Pada ayat di atas dikatakan “tidak menyaksikan perbuatan zur”, makna dari tidak menyaksikan perbuatan zur adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Ini berarti turut serta dalam perayaan tersebut adalah suatu perbuatan yang sangat tercela dan termasuk aib.

Artikel Terkait:
Hukum Meniru Kaum Kafir, Macam, dan Dampaknya

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login