Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Larangan Menggunakan Emas dan Perak Sebagai Bejana Menurut Mazhab Syafii

Tidak boleh menggunakan bejana (wadah) emas dan perak dan boleh menggunakan bejana selainnya.

Penjelasan:

(1). Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Hudzaifah Ibnul Yaman, bahwa dia mendengar Rasulullah allallāhu ‘alaihi Wa sallam bersabda:

لاَ تَلْبَسُوا الْحَرِيرَ، وَلاَ الدِّيبَاجَ، وَلاَ تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلاَ تَأْكُلُوا فِي صِحَافِهَا فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَنَا فِي الآخِرَةِ

“Janganlah kalian memakai sutra. Janganlah kalian meminum dari bejana emas dan perak serta jangan pula makan dengan memakai piringnya. Sesungguhnya semua itu adalah untuk mereka orang-orang kafir di dunia dan untuk kita di akhirat.”

Penggunaan untuk selain makan dan minum diqiyaskan dengan keduanya. Diharamkanya menggunakan bejana emas dan perak itu mencakup untuk laki-laki dan wanita.

(2). Bejana selain dari emas dan perak maksudnya adalah bejana yang suci. Sebab, hukum asalnya adalah mubah sampai ada dalil yang mengharamkanya.

 

Dikutip dari: Muṣthafā Dīb al-Bughā, al-Tadhhīb Fi Adillahti al-Ghāyah Wa al-Taqrīb, (Beirūt: Dār Ibn Kathīr, 1989), 13-14.

TAGS
#Abu Shuja' #Bejana Emas Perak #Fikih #Mazhab Syafii
Login