Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Macam-macam Najis

Bina-Qurani-Macam-macam-Najis
Macam-macam Najis

Najis adalah sesuatu yang dianggap kotor oleh orang yang memiliki tabiat yang selamat atau baik dan selalu menjaga diri darinya. Apabila pakaian terjena najis, maka pakaian itu harus dibersihkan agar suci dari najis.

Ada beberapa macam najis yang dijelaskan oleh syariat Islam. Di antara macam-macam najis tersebut adalah:

1. Kotoran dan Kencing Manusia

Kotoran manusia adalah najis. Dalil najisnya kotoran adlaah sabda Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

إِذَا وَطِئَ أَحَدُكُمْ بِنَعْلَيْهِ الأَذَى فَإِنَّ التُّرَابَ لَهُ طَهُورٌ

Artinya:

“Jika salah seorang dari kalian menginjak kotoran dengan sandalnya, maka tanah menjadi pensuci baginya.” (HR. Abu Daud)

Dalil najisnya kencing adalah hadits Anas bin Malik Raḍiallāhu ‘Anhu tentang seorang Badui yang kencing di masjid lalu sebagian sahabat berdiri untuk mencegahnya. Maka Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Biarkan saja, jangan kalian menyuruhnya berhenti!” Anab berkata, “Setelah selesai, Nabi meminta seember air lalu menyiramkanya ke tanah bekas kencing tersebut.

2. Madzi

Madzi adalah cairan lembut dan lengket yang keluar ketika syahwat memuncak, di saat bercumbu, mengingat, atau adanya keinginan untuk bercampur dengan isteri, tidak sampai memancar, tidak membuat capek atau lelah, bahkan terkadang keluarnga tidak terasa, terjadi pada laki-laku maupun wanita, tetapi lebih sering terjadi pada waita. Hukumnya najis menurut kesepakatan ulama.

3. Wadi

Wadi adalah carian berwarna putih dan kental yang keluar setelah kencing. Hukumnya najis menurut kesepakatan ulama.

Bina-Qurani-Macam-macam-Najis

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Macam-macam Najis, Source: Photo by Cottonbro Pexels

4. Darah Haid

Asma’ binti Abi Bakar berkata, “Seorang wanita mendatangi Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, pakaian salah seorang dari kami terkena darah haidh, apa yang mesti ia lakukan?’ Nabi menjawab, ‘Gosoklah, keriklah dengan ujung jari sambil menyiramnya dengan air, setelah itu pakailah untuk shalat’.”

Perintah mencuci pakaiannya ini menunjukkan najisnya darah haidh.

5. Kotoran Hewan yang Dagingnya Tidak Boleh Dimakan

Dari Abdullah, ia berkata, “Suatu ketika Nabi bermaksud buang hajat. Lalu beliau Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: ‘Ambilkan untukku tiga batu.’ Lalu aku hanya mendapatkan dua batu dan satu kotoran keledai. Beliau mengambil dua batu dan membuang kotoran tersebut sambil berkata, ‘Kotoran hewan ini najis’.” (HR. Bukhari)

Hal ini menunjukkan bahwa kotoran hewan yang dagingnya tidak boleh dimakan adalah najis.

6. Air Liur Anjing

Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ، أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

Artinya:

“Bersihkanlah bejana salah seorang diantara kalian jika anjing menjilatnya dengan mencucinya tujuh kali, salah satunya dengan tanah.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa air liur anjing itu najis.

7. Daging Babi

Daging babi adalah najis menurut kesepakatan ulama. Mereka berdalil dengan firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā:

قُلْ لَا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (145)

Artinya:

“Katakanlah: ‘Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui bata, maka sesungguhnya Tuhamu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-An’am: 145)

Bina-Qurani-Macam-macam-Najis

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Macam-macam Najis, Source: Photo by Monstera Pexels

8. Bangkai

Bangkai adalah semua hewan yang mati secara wajar, tanpa disembelih dengan cara yang disyariatkan. Hukumnya najis menurut ijma’ berdasarkan sabda Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

إِذَا دُبِغَ الإِهَابُ فَقَدْ طَهُرَ

Artinya:

“Jika kulit bangkai telah disamak, maka hukumnya menjadi suci.” (HR. Muslim)

Ada beberapa bangkai yang dikecualikan yaitu:

  • Bangkai ikan dan belalang.
  • Bangkai hewan yang tidak memiliki darah, seperti lalat, lebah, semut, kutu, dan sejenisnya.
  • Tulang, tanduk, kuku, rambut, dan bulu bangkai.
9. Bekas Minum Binatang Buas yang Dagingnya Tidak Dimakan

Dalil yang menunjukkan najisnya adalah sabda Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam ketika beliau ditanya tentang air yang berada di tengah gurun yang sering disinggahi binatang buas dan binatang melata untuk minum darinya.

Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab:

“Jika kadar air ini mencapai dua kullah, maka tidak mengandung najis.” (HR. Abu Daud)

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Fiqhus Sunnah Lin Nisa’ Wama Yajibu an Ta’rifahu Kullu Muslimatin min Ahkam. Edisi terjemah: Alih Bahasa M. Taqdir Arsyad, Fikih Sunnah Wanita Panduan Lengkap Wanita Muslimah, (Bogor: Griya Ilmu, 2019), 005-009.

Thumbnail Source: Photo by Cottonbro Pexels

Artikel Terkait:
Mandi Wajib

TAGS
#adab penuntut ilmu #Al Baqarah #Alquran 30 Juz #cara berbakti kepada orang tua #Cara Manghafal Quran #Cara membuat hand sanitizer #Cara Sholat Jenazah #hukum qurban adalah #ikhlas dalam beramal #Keutamaan Membaca Alquran
Login