Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Macam-macam Syafa’at

Bina-Qurani-Macam-macam-Syafa’at
Macam-macam Syafa’at

Asy-syafa’a secara etimologi berarti wasilah dan permohonan. Adapun secara terminology berarti memintakan kebaikan untuk orang lain. Atau, bergabung dengan orang lain dengan tujuan untuk menolong dan memohonkan sesuatu untuknya.

Makna ini kebanyakan dipakai dalam hal bergabungnya orang yang lebih terhormat dan lebih tinggi derajatnya kepada orang yang lebih rendah derajatnya.

Di antara contoh syafa’at adalah doa dan permohonan seorang muslim kepada Allah untuk saudaranya seiman agar Dia menunjukinya pada kebenaran, menghindarkannya dari bahaya, atau mengampuni kesalahan-kesalahannya. Baik itu dalam kehidupan dunia, dari orang yang masih hidup untuk saudaranya yang masih hidup. Atau dari orang yang masih hidup untuk saudaranya yang telah meninggal atau kelak di hari kiamat.

Delapan Macam Syafa’at

Syafa’at ada delapan macam, di antara macam-macam syafa’at tersebut yaitu:

1. Syafa’at yang Paling Agung

Syafa’at ini hanya diberikan khusus kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Yaitu sebuah tempat yang terpuji yang Allah janjikan kepada beliau dalam firman-Nya:

عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (79)

Artinya:

“Mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)

Syafa’at ini diberikan ketika seluruh manusia merasakan kesusahan yang amat sangat di padang Mahsyar. Mereka mencari-cari syafa’at agar putusan di antara mereka segera diberikan.

“Mereka mendatangi Nabi Adam, kamudian Nabi Nuh, kemudian Nabi Ibrahim, kemudian Nabi Musa, kemudian Nabi Isa, tapi semua mengatakan, ‘Nafsi, nafsi,’ hingga sampai pada giliran Nabi kita, Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Beliaupun mengatakan, ‘aku akan melakukannya’.” (HR. Bukhari Muslim)

Bina-Qurani-Macam-macam-Syafa’at

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Macam-macam Syafa’at, Source: Photo by Chiplanay Pixabay

2. Syafa’at untuk Ahli Surga

Syafa’at untuk ahli surga agar mereka segera memasukinya. Imam Msulim meriwayatkan dengan sanadnya, dari Anas bin Malik. Ia berkata bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Aku orang pertama yang akan memberi syafa’at untuk masuk surga, dan aku Nabi yang paling banyak pengikutnya.” (HR. Muslim)

3. Syafa’at untuk yang Amal Baik dan Buruknya Seimbang agar Dimasukkan ke dalam Surga.
4. Syafa’at untuk Mengangkat Derajat Beberapa Golongan Ahli Surga Melebihi yang Semestinya.
5. Syafa’at untuk Mereka yang Hendak Dimasukkan ke Neraka agar tidak jadi Dimasukkan ke dalamnya.
6. Syafaat untuk Kaum agar Masuk Surga tanpa Hisab

Syafa’at yang diberikan untuk beberapa kaum agar dimasukkan ke dalam surga tanpa adanya hisab. Di antara dalil syafa’at jenis ini adalah sabda Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam untuk Ukasyah bin Mihshan saat minta didoakan oleh Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam agar dimasukkan ke dalam 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab, “Ya Allah, jadikanlah ia termasuk dari mereka.” Lalu Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berkata kepada Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam dalam hadits syafa’at. “Masukkan sebagian dari umatmu ke dalam surga tanpa hisab dari pintu surga sebelah kanan.”

Bina-Qurani-Macam-macam-Syafa’at

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Macam-macam Syafa’at, Source: Photo by Michael B Pexels

7. Syafa’at untuk Ahli Tauhid Pelaku Dosa Besar

Syafa’at untuk ahli tauhid pelaku dosa-dosa besar yang telah dimasukkan ke dalam api neraka agar mereka dikeluarkan darinya. Sebagaimana hal itu secara jelas disebutkan dalam banyak hadits mutawatir.

Syafa’at ini bersifat umum, berulang kali diberikan oleh Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, juga para malaikat, para Nabi, dan orang-orang mukmin sebagaimana dijelaskan oleh hadits-hadits syafaat.

8. Syafa’at Rasulullah Agar Azab kepada Abu Thalib Diringankan

Syafa’at dari Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam agar azab yang ditimpakan kepada paman beliau, Abu Thalib, diringankan. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dengan sadan keduanya dari Abu Sa’di Al-Khudri bahwa ketika nama paman Rasul, Abu Thalib, disebutkan di hadapan beliau, beliau bersabda,

“Semoga syafa’atku kelak di hari Kiamat bermanfaat baginya hingga ia ditempatkan di serambi neraka yang membuat otaknya mendidih.”

Tapi, syafa’at beliau untuk mengeluarkan dari neraka ini tidak bermanfaat baginya karena ia mati dalam keadaan tidak bertauhid. Wallahu A’lam.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 279-281.

Thumbnail Source: Photo by Mifta Farid Unsplash

Artikel Terkait:
Ditampakkannya Amal dan Hisab

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login