Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Macam-Macam Takdir

Bina-Qurani-Macam-Macam-Takdir
Macam-Macam Takdir

Terdapat empat macam takdir, yang kesemuanya termasuk kandungan dari suratan takdir secara umum. Dan kesemua suratan takdir tersebut Kembali pada ilmu Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā yang mencakup segala hal.

Berikut ini beberapa macam takdir yang semestinya diimani oleh setiap muslim:

1. Takdir Azali

Takdir azali yaitu takdir seluruh makhluk secara umum, yang ditulis 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Tepatnya, ketika Dia menciptakan pena dan memerintahkannya untuk menulis segala hal yang ada dan terjadi hingga hari kiamat.

Dalil dari takdir azali ialah sebagaimana firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā di dalam Alquran:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا

Artinya:

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab Lauhul Mahfuzh sebelum kami menicptakannya.” (QS. Al-Hadid: 22)

Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam juga bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ – قَالَ – وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ

Artinya:

“Allah telah menulis takdir seluruh makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Dan ‘Arsy-Nya berada di atas air.” (HR. Muslim)

Dan masih banyak lagi dalil-dalil lainnya.

Bina-Qurani-Macam-Macam-Takdir

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Macam-macam Takdir, Source: Photo by Eutah Unsplash

2. Takdir ‘Umuri

Takdir ‘umuri yaitu takdir yang berlaku bagi manusia sejak pertama kali hidup, ketika pembentukan nuthfah sampai masa-masa setelahnya. Takdir ini umum, mencakup rezeki, amal, bahagia atau sengsara.

Dalil dari takdir ‘umuri ini ialah sabda Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam,

إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، فَوَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غُيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Artinya:

“Sungguh, seorang dari kalian dihimpun dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama itu pula (empat puluh hari), kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) selama itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat dan memerintahkannya dengan empath al, rezekinya, ajalnya, sengsara, dan bahagianya. Demi Allah, sungguh salah seorang di antara kalian atau seorang lelaki beramal dengan amalan ahli neraka hingga ketika jarak antara dia dan neraka hanya tinggal sedepa atau sehasta, lalu catatan takdirnya mendahuluinya sehingga ia melakukan amalan ahli suhrga, dan ia pun masuk ke dalamnya. Dan sungguh seseorang beramal dengan amalan ahli surga hingga ketika jarak antara dia dan surga hanya tinggal satu atau dua hasta, lalu catatan takdirnya mendahuluinya sehingga ia melakukan amalanah ahli neraka, dan iapun masuk ke dalamnya.” (HR. Muslim)

Takdir ini lebih khusus bila dibanding dengan yang ada di lauh Mahfuzh.

3. Takdir Tahunan

Takdir tahunan yaitu takdir yang ditulis pada lailatul qadr (malam qadr) setiap tahun. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4) أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ (5)

Artinya:

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Yaitu urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutur rasul-rasul.” (QS. Ad-Dukhan: 4-5)

Para ahli tafsir menyebutkan bahwa pada amalam lailatul qadr ini, sleuruh kebaikan, keburukan, ajal, dan lainnya yang akan terjadi dalam setahun ditulis ulang untuk menyendirikan kejadian dan peristiwa yang terjadi dalam tahun itu dari semua yang tertulis di Lauh Mahfuzh, serta dari takdir ‘umuri yang telah ditetapkan khususu bagi setiap manusia. Dan Allah Maha Menjaga segala sesuatu.

Bina-Qurani-Macam-Macam-Takdir

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Macam-macam Takdir, Source: Photo by Mitodru Unsplash

4. Takdir Harian

Takdir harian yaitu segala peristiwa yang ditakdirkan terjadinya dalam sehari. Baik itu penciptaan, rezeki, hidup dan matinya seseorang, pengampunan dosa dan dihilangkannya kesusahan.

Dalil dari takdir harian ini adalah firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā:

كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ (29)

Artinya:

“Setiap waktu, Dia dalam kesibukan.” (QS. Ar-Rahman: 29)

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 297-299.

Thumbnail Source: Photo by Kelly Unsplash

Artikel Terkait:
Tingkatan Iman kepada Takdir

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login