Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Malaikat dan Tugas-tugasnya

Bina-Qurani-Malaikat-dan-Tugas-tugasnya
Malaikat dan Tugas-tugasnya

Malaikat adalah makhluk mulia, para penulis terpercaya yang Allah ciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Maalaikat bukanlah anak perempuan atau anak laki-laki Allah, sekutu atau tandingan-Nya. Hanya Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā saja yang mengetahui jumlah mereka.

Mereka mengemban risalah Rabb dan menunaikan tugas-tugas mereka di dunia. Mereka bermacam-macam dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri.

Para Malaikat dan Tugas-tugasnya

Berikut adalah di antara para malaikat beserta dengan tugasnya:

1. Malaikat Penyampai Wahyu

Malaikat yang ditugasi menyampaikan wahyu dari Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā kepada rasul-rasul-Nya. Ia adalah ar-ruh al-amin, Jibril alaihissalam. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194)

Artinya:

“Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Aamin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS. Asy-Syu’ara: 193-194)

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ (19) ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ (20) مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ (21)

Artinya:

“Sesungguhnya Alquran itu benar-benar firman Allah yang dibawa oleh utusan yang mulia (Jibril). Yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy. Yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.” (QS. At-Takwir: 19-21)

2. Malaikat Yang Ditugasi untuk Mengurusi Hujan

Malaikat yang ditugasi untuk mengurusi hujan dan membagikannya menurut kehendak Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah hadis riwayat Muslim dan Shahihnya dengan sanadnya, Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan dari Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda yang artinya:

“Ketika seorang lelaki berada di hamparan padanag pasir, tiba-tiba ia mendengar suara di awan, ‘Siramilah kebun si fulan!’ Awan itu pun berjalan menuju kebun si fulan dan menurunkan air hujan di tanah bebatuan hitam hingga seluruh aliran air dipenuhi oleh air hujan itu.” (HR. Muslim)

3. Malaikat Peniup Ash-Shur

Malaikat yang ditugasi meniup ash-shur, sangkakala, yaitu malaikat Israfil. Ia akan meniupnya tiga kali dengan perintah Allah. Satu tiupan untuk kondisi yang menakutkan (faza’), satu tiupan untuk mematikan seluruh makhluk hidup, dan satu tiupan untuk membangkitkan. Demikianlah yang disebutkan Ibnu Jarir dan para mufasirin lainnya saat menafsirkan firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā:

يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ (73)

Artinya:

“Pada waktu sangkakala ditiup, Dia mengetahui yang ghaib dan yang Nampak, dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-An’am: 73)

4. Malaikat Pencabut Nyawa

Malaikat yang ditugasi untuk mencabut nyawa. Yaitu Malaikat Maut dan para pembantunya. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman mengenai adanya malaikat yang mengurusi hal itu:

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ (11)

Artinya:

“Katakanlah, ‘Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Rabb-mu kamu akan dikembalikan.” (QS. As-Sajdah: 11)

5. Malaikat Penjaga Surga

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā mengabarkan mengenai adanya para malaikat penjaga surga saat menyebutkan kondisi orang-orang yang bertakwa dalam firman-Nya:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ (73)

Artinya:

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb dibaw ake dalam surga berombong-rombongan pula. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah dibuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas kalian. Berbahagialah kalian! Maka masukilah surga dan kalian kekal di dalamnya.’” (QS. Az-Zumar: 73)

6. Malaikat Penjaga Neraka

Malaikat penjaga surga disebut juga dnegan nama malaikat zabaniyah. Pimpinan mereka ada sembilan belas dna diketuai oleh malaikat Malik. Hal ini dijelaskan dalam firman-Nya saat menyifati neraka saqar.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ (27) لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ (28) لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ (29) عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ (30) وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً

Artinya:

“Tahukah kamu apakah neraka Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. Neraka Saqar adalah pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas malaikat penjaga. Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat.” (QS. Al-Muddatstsir: 27-31)

7. Malaikat Pengawas Hamba

Malaikat yang ditugasi untuk mengawasi hamba dalam segala kondisi, mereka adalah Al-Mu’aqqibat. Mengenai hal itu Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

سَوَاءٌ مِنْكُمْ مَنْ أَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهِ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍ بِاللَّيْلِ وَسَارِبٌ بِالنَّهَارِ (10) لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ

Artinya:

“Sama saja bagi Allah, siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan menampakkan diri pada siang hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. (QS. Ar-Ra’d: 10-11)

8. Malaikat Pengawas Amalan Hamba

Malaikat yang ditugasi untuk mengawasi amalan hamba yang baik maupun yang buruk. Mereka adalah Al-Kiram Al-Katibun. Mereka juga termasuk dalam sebutal al-hafazhah (para penjaga) sebagaimana yang Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā kabarkan:

أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ بَلَى وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ (80)

Artinya:

“Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya Kami mendengar, dan utusan-utusan Kami selalu mencatat di sisi mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 80)

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 187-192.

Thumbnail Source: Photo by Felix Pexels

Artikel Terkait:
Mengimani Malaikat

TAGS
#Berbakti kepada orang tua #doa berlindung dari virus corona #Doa Pagi Hari #Doa-doa #hukum qurban adalah #ikhlas beramal shalih #ikhlas beramal #Sunah Rasul #Sunnah Rasul
Login