Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Mengimani Seluruh Rasul

Bina-Qurani-Mengimani-Seluruh-Rasul
Mengimani Seluruh Rasul

Makna mengimani mereka ialah, percaya penuh bahwa Allah mengutus seorang Rasul pada setiap umat untuk menyeru mereka agar beribadah kepada Allah semata, tidak menyekutukan-Nya, serta mengingkari sesembahan lain selain-Nya.

Mereka adalah orang-orang yang jujur dan benar, mulia, baik, mendapat petunjuk, dan menunjuki orang lain. Mereka menyampaikan seluruh risalah Allah, tidak menyembunyikan dan tidak mengubahnya sedikitpun.

Allah berfirman:

فَهَلْ عَلَى الرُّسُلِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ (35) وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ (36)

Artinya:

“Maka tidak ada kewajiban atas para Rasul selain menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan, ‘Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu’, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan rasul-rasul.” (QS. An-Nahl: 35-36)

Mengimani mereka secara keseluruhan hukumnya wajib. Siapa yang mengigkari salah satu dari mereka, berarti ia mengingkari seluruh Rasul sekaligus mengingkari Zat yang telah mengutus mereka yaitu Allah.

Allah berfirman:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285)

Artinya:

“Rasul telah beriman kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya, mereka mengatakan, ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun dengan yang lain dari rasul-rasul-Nya’, dan mereka mengatakan, ‘Kami dengar dan kami taat’, mereka berdoa, ‘Ampunilah kami, ra Rabb kami, dan kepada-Mu tempat kembali’.” (QS. Al-Baqarah: 285)

Kita wajib mengimani mereka secara umum, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui. Juga mengimani mereka secara khusus, yaitu mereka yang Allah sebutkan namanya. Di dalam Alquran Al-Karim disebutkan dua puluh sekian nama, yaitu Nuh, Idris, Shalih, Ibrahim, Hud, Luth, Yunus, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syu’aib, Musa, Harun, Ilyasa’, Dzulkifli, Dawud, Zakaria, Sulaiman, Ilyas, Yahya, Isa, dan Muhammad, semoga shalawat serta salam dilimpahkan kepada mereka semua.

Bina-Qurani-Mengimani-Seluruh-Rasul

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Mengimani Seluruh Rasul, Source: Photo by Fabio Pexels

Selain mengimani mereka, kita juga wajib meyakini bahwa Allah juga mengutus para Rasul lain selain mereka. Allah berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ

Artinya:

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada pula yang tidak kami ceritakan kepadamu.” (QS. Al-Mukmin: 78)

Inti iman kepada para Rasul ialah menaati mereka dengan cara mengikuti seluruh perintah, menjauhi seluruh larangan, dan meniti manhaj mereka. Mereka adalah orang-orang yang menyampaikan wahyu dari Allah, suri teladan bagi umat, dan Allah telah melindungi mereka dari kesalahan.

Jadi, cara menaati Allah dan beribadah kepada-Nya ialah dengan mengikuti dan meneladani para Rasul. Mengagungkan mereka melebihi kedudukan yang Allah berikan kepada mereka tidak termasuk cara mengimani mereka. Mereka hanyalah para hamba dari golongan manusia. Allah memilih dan menyiapkan mereka untuk mengemban risalah-Nya. Mereka memiliki tabiat sebagaimana manusia pada umumnya, dan sama sekali tidak memiliki sifat ilahiyah (ketuhanan).

Pengetahuan mereka tentang hal ghaib hanya sebat yang Allah beritahukan kepada mereka, tidak lebih dari itu. Allah berfirman menyuruh Rasul-Nya, Muhammad untuk menyampaikan pada umatnya:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ

Artinya:

“Katakanlah. ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku’.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Seluruh Rasul, dari awal sampai akhir, manafikan sifat ilahiyah dari diri mereka dan menjelaskan bahwa mereka bukanlah malaikat, tidak mengetahui yang ghaib, dan tidak memiliki perbendaharaan Allah. Mereka semua hanyalah manusia yang Allah beri keistimewaan untuk menerima wahyu. Mereka adalah manusia dengan derajat paling tinggi, yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah Rabb semesta alam.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 226-232.

Thumbnail Source: Photo by Walid Pexels

Artikel Terkait:
Sifat-sifat Rasul

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login