Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Menjamak Dua Shalat

Menjamak Dua Shalat

Apa itu jamak shalat?

Jamak shalat artinya mengerjakan dua shalat wajib di salah satu waktu, baik dengan mengerjakan waktu shalat yang pertama (jamak takdim) ataukah dikerjakan di waktu shalat yang kedya (jamak takhir).

Shalat yang boleh dijamak adalah shalat Zhuhur dan shalat ‘Ashar, lalu shalat Maghrib dan shalat Isya. Menjamak dua shalat dibolehkan menurut kesepakatan atau ijma’ para ulama.

Ketahuilah wahai saudaraku, engkau disyariatkan menjamak dua shalat, yaitu shalat shalat Zhuhur dan ‘Ashar atau Maghrib dan Isya di salah satu waktunya dalam keadaan-keadaan berikut.

Bina-Qurani-Menjamak-Dua-Shalat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Menjamak Dua Shalat, Source: Photo by Meruyert Pexels

Menjamak Dua Shalat Ketika Safar

Menjamak dua shalat ketika safar dapat dilakukan ketika dalam dua keadaan sebagai berikut:

1. Keadaan Berangkat Safar

Apabila engkau berangkat safar sebelum shalat Zhuhur, engkau boleh mengakhirkan shalat Zhuhur pada waktu ‘Ashar lalu engkau menjamak kedua shalat tersebut di waktu ‘Ashar. Namun, jika engkau berangkat setelah Zhuhur, kerjakanlah shalat Zhuhur di rumah kemudian setelah itu berangkatlah safar.

Disebutkan dari Anas, jika Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam berangkat sebelum matahari condong, beliau mengakhirkan shalat Zhuhur pada waktu ‘Ashar kemudian beliau berhenti dan menjamak kedua shalat tersebut. Namun, jika sebelum berangkat matahari telah condong, beliau mengejrakan shalat Zhuhur kemudian baru berangkat. (HR. Bukhari Muslim)

2. Selama Dalam Perjalanan (Safar)

Selama masih safar, engkau boleh menjamak dua shalat pada salah sati waktunya, baik pada waktu shalat yang awal yang disebut jamak taqdim maupun pada waktu shalat yang akhir atau disebut jamak ta’khir.

Disebutkan dari Ibnu Abbas bawa ia berkata, “Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam biasanya menjamak shalat Zhuhur dan ‘Ashar ketika melakukan perjalanan dan juga menjamak shalat Maghrib dan Isya.” (HR. Bukhari)

Bina-Qurani-Menjamak-Dua-Shalat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Menjamak Dua Shalat, Source: Photo by Tima M Pexels

Menjamak Dua Shalat Ketika Ada Keperluan Mendesak

Dibolehkan menjamak dua shalat ketika mukim atau tidak sedang bepergian jik ada keperluan mendesak dengan syarat tidak menjadikannya sebagai kebiasaan. Jamak ini hanya boleh dilakukan jika ada keperluan yang sangat mendesak seperti sakit, dan sejenisnya.

Disebutkan dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata, “Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam pernah menjamak shalat Zhuhur dan ‘Ashar serta shalat Maghrib dan Isya di Madinah bukan karena keadaan takut dan bukan pula karena hujan.” Ibnu Abbas ditanya, “Apa maksud beliau melakukannya?” Ia menjawab, “Beliau tidak ingin memberatkan umatnya.” (HR. Muslim)

Dalam menjamak dua shalat tidak disyariatkan harus dilakukan secara bersambung. Misalnya, engkau boleh melakukan shalat Zhuhur di awal waktu ‘Ashar kemudian mengerjakan shalat Ashar di akhir waktu Ashar. Syariat tidak membatasinya. Di samping itu, jika diharuskan melakukannya secara bersambung, berarti menghilangkan tujuan adanya keringanan.

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Fiqhus Sunnah Lin Nisa’ Wama Yajibu an Ta’rifahu Kullu Muslimatin min Ahkam. Edisi terjemah: Alih Bahasa M. Taqdir Arsyad, Fikih Sunnah Wanita Panduan Lengkap Wanita Muslimah, (Bogor: Griya Ilmu, 2019), 198-199.

Thumbnail Source: Photo by Masjid Pogung Dalangan Unsplash

Artikel Terkait:
Shalat Bagi Musafir

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
© 2021 BQ Islamic Boarding School, All Rights reserved
Login