Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Mudahanah dalam Al-Wala’ Wal Bara’

Bina-Qurani-Mudahanah-dalam-Al-Wala-Wal-Bara
Mudahanah dalam Al-Wala’ Wal Bara’

Wala’ adalah kata mashdar dari fi’il waliya yang artinya dekat yang dimaksud dengan wala’ disini adalah dekat kepada kaum muslimin dengan mencintai mereka, membantu dan menolong mereka atas musuh-musuh mereka, serta bertempat tinggal bersama mereka.

Adapun bara’ adalah mashdar dari bara’ah yang berarti memutus atau memotong. برى القلم artinya memotong pena. Maksudnya di sini adalah memutus hubungan atau ikatan hati dengan orang-orang kafir sehingga tidak lagi mencintai mereka, membantu dan menolong mereka, serta tidak tinggal bersama mereka.

Mudahanah dalam Al-Wala’ Wal Bara’ artinya berpura-pura, menyerah dan meninggalkan kewajiban amar makruf nahi mungkar serta melalaikan hal tersebut karena tujuan duniawi atau ambisi pribadi.

Misalnya berbaik hati, bermurah hati, atau berteman dengan ahli maksiat Ketika mereka berada dalam kemaksiatannya, sementara ia tidak melakukan pengingkaran, padahal ia mampu melakukannya. Inilah yang disebut dengan mudahanah.

Bina-Qurani-Mudahanah-dalam-Al-Wala-Wal-Bara

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Mudahanah dalam Al-Wala Wal Bara, Source: Photo by Muhsin Ck on Unsplash

Kaitan mudahanah dengan al-wala’ wal bara’ tampak dari arti dan definisi yang kita paparkan tersebut. Yaitu meninggalkan pengingkaran terhadap orang-orang yang bermaksiat, padahal ia mampu melaksanakannya. Bahkan sebaliknya ia menyerah kepada mereka dan berpura-pura baik kepada mereka.

Hal ini berarti meninggalkan cinta karena Allah dan permusuhan karena Allah. Ia bahkan semakin memberi dorongan kepada para pendurhaka dan perusak. Maka orang penjilat atau mudahin seperti ini termasuk dalam firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā,

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (78) كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (79) تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا

Artinya:

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang Tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik).” (QS. Al-Maidah [05]: 78-80)

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 121-122.

Thumbnail Source: Photo by Mosquegrapher on Unsplash

Artikel Terkait:
Pengaruh Tauhid Asma wa Sifat dalam Muamalah

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login