Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Musim Hujan di Indonesia

Bina-Qurani-Islamic-School-Musim-Hujan-di-Indonesia
Musim Hujan di Indonesia

Musim hujan di Indonesia, biasanya berlangsung pada bulan Oktober hingga bulan Februari. Namun pada tahun ini musim hujan di Indonesia diprediksi akan datang lebih cepat dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim hujan di Indonesia akan datang lebih awal yaitu sekitar bulan September 2021 hingga bulan Februari 2022.

Dalam konferensi pers yang dilakukan pada hari Kamis, 26 Agustus 2021 di Jakarta, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa, “Dari total 342 Zona Musim atau ZOM di Indonesia akan memasuki musim hujan secara berturut turut sepanjang bulan September hingga bulan November 2021.”

“Sedangkan puncaknya, musim hujan di Indonesia diprediksi akan terjadi pada bulan Januari hingga Februari dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.” Imbuh Dwikorita di tengah konferensi pers yang sedang berlangsung.

Oleh karena itu, Dwikorita menghimbau agar pemerintah wilayah dan masyarakat setempat untuk lebih waspada dan segera melakukan antisipasi. Hal ini perlu dilakukan demi mengurangi resiko dan dampak yang tidak diharapkan dari datangnya musim hujan di Indonesia yang lebih awal.

Bina-Qurani-Islamic-School-Musim-Hujan-di-Indonesia

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Musim Hujan di Indonesia, Source: Photo by Nur Andi Ravsanjani Gusma From Pexels

Dampak Musim Hujan di Indonesia Datang Lebih Awal

Menurut Kepala BMKG, datangnya musim hujan di Indonesia yang lebih awal dari biasanya, diprediksi akan menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di Indonesia.

Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG mengatakan bahwa, “Musim hujan di Indonesia periode kali ini intensitasnya akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga dapat berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Indonesia.”

“Potensi bencana hidrometeorologi dapat terjadi di beberapa wilayah yang mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Beberapa wilayah tersebut antara lain yaitu sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, beberapa wilayah Kalimantan, Sulawesi, Muluku, Pulau Seram, dan Papua Selatan.” Ungkap Kepala BMKG, Dwikorita.

Bencana hidrometeorologi adalah sebuah fenomena alam yang terjadi berkaitan dengan lapisan atmosfer, hidrologi, dan oceanografi. Fenomena ini dapat berpotensi membahayakan, merusak, dan menyebabkan hilangnya nyawa penduduk dan kerusakan lingkungan.

Bentuk bencana hidrometeorologi yang merupakan dampak dari datangnya musim hujan di Indonesia yang lebih awal sangatlah beragam. Bentuk bencana tersebut dapat berupa banjir, tanah longsor, badai es, angin puting beliung, kekeringan, hujan lebat dan semisalnya.

Bina-Qurani-Islamic-School-Musim-Hujan-di-Indonesia

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Musim Hujan di Indonesia, Source: Photo by Andre Furtado From Pexels

Penyebab Terjadinya Bencana Hidrometeorologi Pada Musim Hujan di Indonesia

Selain karena takdir dan kuasa Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā, bencana hidrometeorologi dapat terjadi karena adanya beberapa sebab. Berikut ini adalah faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadi bencana hidrometeorologi:

1. Adanya Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem

Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia dapat disebabkan karena adanya perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang mendadak. Salah satu contoh dari perubahan iklim dan cuaca ekstrem adalah datangnya musim hujan di Indonesia yang lebih awal. Hal ini berpotensi mendatangkan bencana hidrometeorologi.

Di wilayah Indonesia yang notabene merupakan daerah iklim tropis, sering terjadi bencana hidrometerologi karena adanya perubahan iklim dan cuaca yang tidak terduga. Adanya perubahan iklim dan cuaca yang terjadi dapat menyebabkan dampak buruk bagi beberapa daerah.

Sebagaimana yang terjadi di Indonesia, cuaca ekstrem seperti kemarau panjang menyebabkan kekeringan dan kekurangan air bersih, dan hujan yang lebat dalam kurun waktu lama dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir serta tanah longsor.

Bina-Qurani-Islamic-School-Musim-Hujan-di-Indonesia

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Musim Hujan di Indonesia, Source: Photo by Josh Hild From Pexels

2. Adanya Perubahan Tekanan Udara

Selain perubahan iklim dan cuaca yang ekstrem, bencana hidrometeorologi juga dapat terjadi akibat adanya perubahan tekanan udara yang tiba-tiba. Perubahan tekanan udara yang mendadak, menyebabkan terjadinya bencana puting beliung dan angin besar lainnya.

Angin dengan kecepatan 62KM/Jam atau lebih dikategorikan sebagai angin yang berbahaya. Tingginya kecepatan angin tersebut, merupakan salah satu sebab dari adanya perubahan tekanan udara yang mendadak.

3. La Nina dan El Nino

Penyebab selanjutnya yang dapat berpotensi bencana hidrometeorologi di Indonesia adalah La Nina dan El Nino. Dua faktor ini merupakan penyebab utama terjadinya kekeringan dan banjir di Indonesia.

El Nino adalah sebuah fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal di tengah samudera pasifik. Pemanasan ini meningkatkan potensi terbentuknya awan di atas area tersebut. Dampak yang diberikan El Nino terhadap cuaca di Indonesia adalah mengurangi curah hujan, sehingga memicu terjadinya kekeringan di wilayah Indonesia.

Sedangkan La Nona adalah penurunan atau pendinginan suhu muka laut, di tengah samudera pasifik. Terjadinya fenomena ini dapat memicu terjadinya hujan lebat di Indonesia sehingga menyebabkan bencana banjir maupun longsor.

Thumbnail Source: Photo by Macro Vector From Freepik

Artikel Terkait:
Keberagaman Budaya Indonesia

TAGS
#Batas Wilayah Indonesia #Indonesia #Olimpiade Tokyo 2020 #Pendiri Paskibraka #PPKM Level 4 #Rumah Adat Joglo #Rumah Adat Kalimantan #Rumah Adat #Sejarah
Login