Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Nabi dan Rasul

Bina-Qurani-Nabi-dan-Rasul
Nabi dan Rasul

Secara etimologi, kata nabi berasal dari kata nabba’a dan anba’a, berarti akhbara, mengabarkan. Yakni orang yang mengabarkan tentang Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā dan membawa kabar dari-Nya. Atau berasal dari kata naba’, berarti ‘ala dan irtafa’a. Yakni, makhluk yang paling mulia dan paling tinggi derajat serta kedudukannya.

Secara terminology, nabi ialah seorang yang merdeka, berkelamin laki-laki yang Allah beri tahu tentang sebuah syariat agar ia mengajarkannya kepada para sahabat yang ada di sekelilingnya.

Sedangkan kata ar-rasul secara etimologi berarti orang yang mengikuti kabar-kabar yang mengutusnya. Berasal dari ungkapan, ja’atil ibilu rasalan (unta datang secara berurutan), yakni berurutan. Kata ar-rasul merupakan sebutan bagi risalah atau mursal orang yang diutus. Kata irsal berarti pengarahan.

Ditinjau dari terminologinya, kata rasul berarti seorang yang merdeka, berkelamin laki-laki, yang Allah beri tahu tentang sebuah syariat, dan Dia menyuruhnya untuk menyampaikannya kepada siapapun yang tidak mengetahuinya atau menyelisihinya.

Bina-Qurani-Nabi-dan-Rasul

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Nabi dan Rasul, Source: Photo by Amine Pexels

Perbedaan Nabi dan Rasul

Kenabian adalah syarat dalam pengutusan. Seorang tidak akan menhadi Rasul jika ia bukan seorang Nabi. Jadi, kenabian itu lebih umum. Setiap Rasul pasti seorang Nabi, dan tidak semua Nabi menjadi Rasul.

Seorang rasul membawa risalah untuk disampaikan kepada siapa saja yang tidak mengetahui agama dan syariat Allah. Atau, kepada orang yang mengubah syariat dan ajaran agama-Nya, untuk diajari dan dikembalikan kepadanya.

Dia adalah seorang pemutus perkara, hakim di tengah-tengah mereka. Adapun Nabi diutus untuk mendakwahkan syariat sebelumnya.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 217-218.

Thumbnail Source: Photo by Pixabay Pexels

Artikel Terkait:
Iman Kepada Kitab-kitab

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login