Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Naturalisasi atau Normalisasi Sungai

Bina-Qurani-Islamic-School-Naturalisasi-atau-Normalisasi-Sungai
Naturalisasi atau Normalisasi Sungai

Setelah banjir yang melanda Kota Jakarta pada awal tahun 2020 lalu, istilah normalisasi dan naturalisasi mulai ramai dibicarakan. Banyak yang mempertentangkan antara naturalisasi atau normalisasi sungaikah yang lebih efektif untuk mencegah terjadinya banjir di Jakarta.

Awalnya, Basuki Hadimuljono yang merupakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, menyebutkan bahwa normalisasi Kali Ciliwung secara menyeluruh merupakan langkah utama untuk mencegah banjir di Ibukota.

Sementara itu, seolah bertolak belakang dengan Basuki Hadimuljono, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih memilih untuk melakukan naturalisasi sungai. Anies memilih untuk tidak melanjutkan program normalisasi sungai yang telah dieksekusi oleh Gubernur terdahulu Joko Widodo.

Lantas apa sih perbedaan antara naturalisasi dan normalisasi sungai? Mana yang lebih efektif untuk mencegah banjir di Jakarta, apakah naturalisasi atau normalisasi sungai? Mengapa banyak perdebatan yang terjadi antara naturalisasi atau normalisasi sungai, jika kedua program tersebut sama-sama untuk mencegah banjir?

Berikut ini kami tuliskan perbedaan tentang apa itu naturalisasi dan apa itu normalisasi sungai.

Yuk kita simak!

Bina-Qurani-Islamic-School-Naturalisasi-atau-Normalisasi-Sungai

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Naturalisasi atau Normalisasi Sungai, Source: Photo by Medcom Id

Naturalisasi Sungai

Naturalisasi adalah mengembalikan bentuk sungai kepada kondisi alami, meliuk-liuk bak ular, tampang melintang bervariasi, dan ditumbuhi tanaman lebat sebagai habitat organisme tepian sungai.

Naturalisasi diharapkan dapat mengembalikan fungsi sungai sebagai resapan air, kawasan hijau, dan mengembalikan ekosistem sebagaimana kondisi alamiahnya lagi. Dengan begitu air sungai akan terserap kembali ke dalam tanah secara alamiah.

Menurut pengamat tata kota Universitas Trisaksi, yaitu Nirwono menjelaskan bahwa, naturalisasi sungai merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk penanggulangan banjir secara non sektoral. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan vegetasi di dinding saluran untuk meredam kecepatan banjir dan menata bantaran sungai dengan penanaman vegetasi agar tejadi penyerapan air yang lebih besar.

Naturalisasi sungai dianggap tidak hanya mampu untuk meredam banjir, namun juga mampu untuk mengembalikan kualitas air yang ada agar menjadi lebih baik.

Bina-Qurani-Islamic-School-Naturalisasi-atau-Normalisasi-Sungai

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Naturalisasi atau Normalisasi Sungai, Source: Photo by Thumb Vlix Id

Normalisasi Sungai

Dikutip dari blog Jakarta Smart City, disebutkan bahwa normalisasi sungai adalah usaha untuk mengembalikan sungai ke dalam fungsi awalnya. Normalisasi dilakukan saat kondisi sungai sudah terlalu dangkal sehingga membutuhkan adanya pengerukan, banyaknya dinding sungai yang rawan longsor, adanya sistem aliran yang belum terbangun dengan baik, dan banyaknya Daerah Aliran Sungai atau DAS yang disalahgunakan untuk pemukiman penduduk.

Sedangkan nenurut Nirwono, yang merupakan pengamat tata kota Universitas Trisaksi menjelaskan bahwa normalisasi sungai dalam pengertian yang direalisasikan oleh Pemrpov DKI Jakarta adalah melakukan pelebaran sungai dengan memindahkan masyarakat sekitar pinggiran sungai. Normalisasi sungai dilakukan dengan betonisasi pada dinding saluran sungai.

Pada penerapannya, naturalisasi sungai juga diartikan dengan kegiatan pengerukan sedimentasi pada dasar sungai, untuk mengembalikan kapasitas sungai ke kondisi normal.

Bina-Qurani-Islamic-School-Naturalisasi-atau-Normalisasi-Sungai

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Naturalisasi atau Normalisasi Sungai, Source: Photo by Syd Iamyiam

Mana Lebih Baik, Naturalisasi atau Normalisasi Sungai?

Menanggapi topik hangat yang membicarakan manakah konsep yang lebih baik antara naturalisasi atau normalisasi sungai sebagai upaya pencegahan banjir di Jakarta, banyak pakar yang kemudian mengemukakan pendapatnya. Salah satunya adalah Dr. Techn Umboro Lasminto, S.T., M.Sc. yang merupakan ahli Drainase dan Anggota Pusat Penelitian Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan ITS.

Dr. Umboro dalam tulisannya yang dimuat pada situs resmi ITS menyebutkan bahwa naturalisasi atau normalisasi sungai harus sama-sama dikerjakan.

Naturalisasi dalam ilmu teknik sungai dikenal dengan nama restorasi. Restorasi yaitu upaya mengembalikan sungai pada kondidi alami dimana sungai terdiri dari penampang sungai utama dan bantaran sungai di kiri dan kanan, serta dataran banjir atau flood plain.

Naturalisasi sungai dapat dilakukan pada penampang sungai bagian tengah, dimana secara alami aliran sungai berkelok-kelok atau meander. Aliran sungai yang berkelok dan adanya bantaran sungai akan menghambat kecepatan aliran. Dengan demikian tersedia waktu yang cukup lama untuk banjir mencapai hilir.

Sedangkan normalisasi merupakan upaya untuk memperlebar dan meningkatkan kedalaman aliran atau memperhalus permukaan sungai agar kecepatan dan kapasitas debit meningkat. Normalisasi sungai dilakukan dengan membuat tebing sungai agak tegak atau hampir tegak.

Dr. Umboro juga mengatakan bahwa, bencana banjir tidak dapat ditanggulangi hanya dengan satu cara. Melainkan banyak cara yang harus dilakukan secara bersama dan terintegrasi. Di antaranya adalah bendungan atau tampungan hulu harus segera dibangun atau diselesaikan, perbanyak resapan air di hulu, pengerukan waduk, membuat tampungan hilir, membangun pompa dan pintu air, memperbaiki saluran drainase, mengeruk sedimen dan sampah di sungai, serta pelaksanaan naturalisasi atau normalisasi sungai di lokasi yang tepat.

Dalam penanggulangan banjir, juga sangat diperlukan partisipasi masyarakat, terutama agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau ke saluran drainase. Serta tidak pula menempati lahan yang merupakan tempat aliran air.

Itulah pendapat dari Dr. Techn Umboro Lasminto, S.T., M.Sc. terkait konsep naturalisasi atau normalisasi sungai dalam upaya pencegahan banjir. Pendapat ini ditulis pada situs resmi ITS pada tahun 2020.

Semoga bermanfaat.

Thumbnail Source: Photo by Wanaswara

Artikel Terkait:
Jakarta Bebas Banjir

TAGS
#Batas Wilayah Indonesia #Indonesia #Olimpiade Tokyo 2020 #Pendiri Paskibraka #PPKM Level 4 #Rumah Adat Joglo #Rumah Adat Kalimantan #Rumah Adat #Sejarah
© 2021 BQ Islamic Boarding School, All Rights reserved
Login