Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Niat Sholat Tarawih

Bina-Qurani-Niat-Sholat-Tarawih
Niat Sholat Tarawih

Secara bahasa, tarawih merupakan bentuk jamak dari tarwihah yang artinya istirahat sekali. Dinamakan demikian karena pada zaman dahulu para sahabat Rasul ketika mendirikan sholat tarawih mereka memanjangkan berdiri, ruku dan sujudnya. Kemudian setelah mereka mengerjakan empat rakaat, mereka istirahat, dan kemudian mengerjakan empat rakaat lagi. Setelah selesai empat rakaat, mereka kemudian istirahat lagi dan mengerjakan sholat tiga rakaat.

Sholat tarawih juga disebut sebagai qiyam Ramadhan, artinya suatu sholat yang dikerjakan di malam hari pada bulan Ramadhan.

Hukum sholat tarawih adalah sunnah muakkadah. Dalilnya adalah hadits Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

عَنْ أَبِى سَلَمَةَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُرَغِّبُ فِى قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:

Dari Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu, beliau berkata bahwa biasanya Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam memotivasi orang-orang untuk mengerjakan qiyam Ramadhan, walaupun beliau tidak memerintahkannya dengan tegas. Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Orang yang sholat tarawih karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ، فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ، ثُمَّ صَلَّى مِنَ الْقَابِلَةِ، فَكَثُرَ النَّاسُ، ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ: ” قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ، فَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنَ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ ” وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ

Artinya:

Dari Aisyah Raḍiallāhu ‘Anhā, beliau berkata bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam sholat di masjid suatu malam, maka orang-orang pun ikut sholat di belakang beliau. Kemudian beliau sholat lagi di malam berikutnya. Maka orang-orang yang ikut pun semakin banyak. Kemudian mereka berkumpul di masjid di malam yang ketiga atau keempat. Namun ternyata Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam tidak keluar. Ketika pagi hari beliau bersabda: “Aku melihat apa yang kalian lakukan semalam. Tidak ada yang menghalangiku untuk keluar kecuali aku khawatir sholat tersebut diwajibkan atas kalian.” Perawi mengatakan bahwa itu terjadi di bulan Ramadhan. (HR. Bukhari Muslim)

Bina-Qurani-Niat-Sholat-Tarawih

Bina-Qurani-Niat-Sholat-Tarawih-Photo-by-Shopback-Image

Dua hadits di atas menunjukkan bahwa sholat tarawih di bulan Ramadhan merupakan sholat yang dapat menghapus dosa. Namun hukum dari sholat tarawih ini tidaklah wajib melainkan sunnah muakadah, yaitu sholat yang dianjurkan untuk dikerjakan ketika berada di bulan Ramadhan.

Lalu bagaimana bacaan niat sholat tarawih?

Bacaan Niat Sholat Tarawih

Setelah kita mengetahui tentang definisi dan hukum dari sholat tarawih, sudah selayaknya kita semakin termotivasi untuk menjalankan amalan sholat yang mulia ini di bulan Ramadhan. Bahkan jangan sampai kita melewatkan sholat tarawih satu malam pun di bulan Ramadhan ini.

Meski demikian, banyak dari kalangan kaum muslimin yang hendak mengerjakan sholat tarawih kadang terkendala karena tidak mengetahui niatnya. Ada yang sudah siap berangkat ke masjid untuk mendirikan sholat tarawih, namun tidak dilanjutkan (tidak jadi) karena tidak mengetahui bacaan niat sholat tarawih.

Lantas, apakah ada bacaan niat sholat tarawih? Bagaimana bacaan niat sholat tarawih yang benar? Apakah ada bacaan niat sholat tarawih yang sesuai dengan Alquran dan hadits?

Bina-Qurani-Niat-Sholat-Tarawih

Bina-Qurani-Niat-Sholat-Tarawih-Photo-by-GS-Image

Pertanyaan-pertanyaan di atas dan sejenisnya mungkin sering terdengar di telinga kita, atau bahkan diri kita pribadi menanyakan hal demikian itu. Oleh karena itu, kami berusaha untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait bacaan niat sholat tarawih di bulan Ramadhan ini.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa sejatinya niat untuk mengerjakan setiap amal ibadah adalah di dalam hati. Begitu pula niat sholat tarawih cukuplah di dalam hati saja. Karena letak niat itu memang ada di dalam hati.

Jika seseorang sudah mempunyai keinginan untuk melaksanakan sholat tarawih, didukung dengan bersiap memakai pakaian terbaik dan berangkat ke masjid, maka sudah dikatakan berniat sholat tarawih. Hal ini sebagaimana hadits dari Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Umar bin Khaththab Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِنَّمَاالْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amal itu bergantung pada niat.” (HR. Bukhari)

Setiap amal ibadah seorang hamba, bergantung pada niatnya. Begitu pula ketika seorang berniat sholat tarawih karena mengharapkan rida dari Allah, maka dia akan mendapatkan keridaan Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Muhammad Al-Khatib berkata, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Namun niat letaknya di hati, niat tidak cukup di lisan. Bahkan tidak disyaratkan melafazkan niat.”

Demikianlah niat sholat tarawih, cukup di dalam hati. Jadi bagi seseorang yang berniat sholat tarawih maka cukup diniatkan di dalam hati saja.

Thumbnail Source: Photo by Michael B Pexels

Artikel Terkait:
Shaf Shalat

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login