Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Nubuwah adalah Karunia Ilahi

Bina-Qurani-Nubuwah-adalah-Karunia-Ilahi
Nubuwah adalah Karunia Ilahi

Nubuwah atau kenabian bukanlah sebuah tujuan yang dapat dicapai sehingga manusia bisa sampai padanya dengan usaha keras. Ia juga bukan sebuah kedudukan yang dapat diraih dengan sebuah perjuangan.

Nubuwah adalah sebuah kedudukan tinggi dan pangkat khusus yang Allah pilih untuk siapa yang Dia kehendaki, murni karena karunia-Nya.

Dia mempersiapkannya agar mampu mengembannya, menjaganya dari pengaruh setan dan dari kesyirikan sebagai anugerah dan rahmat dari-Nya tanpa perlu sebuah usaha darinya untuk mendapatkannya dan meraih kemuliaannya.

Nubuwah adalah karunia ilahi dan nikmat Rabbani, sebagaimana firman Allah:

أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا

Artinya:

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adan, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih.” (QS. Maryam: 58)

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga berfirman kepada Musa:

إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالَاتِي وَبِكَلَامِي

Artinya:

“Sesungguhnya Aku memilih melebihkan kamu atas manusia yang lain pada masamu untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku.” (QS. Al-A’raf: 144)

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga menceritakan perkataan Ya’qub kepada anaknya, Yusuf ‘Alaihi Al-Salam:

وَكَذَلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ

Artinya:

“Dan demikianlah Rabb-mu, memilihmu untuk menjadi Nabi.” (QS. Yusuf: 6)

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga mengingkari orang-orang yang berpandangan bahwa salah seorang pemuka kaum di Mekah dan Thaif, yaitu Al-Walid bin Al-Mughirah dan Urwah bin Mas’ud Ats-Tsafiq, lebih berhak menjadi nabi. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā mewahyukan kepada Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam dan menjelaskan bahwa Dialah Rabb yang Maha Mengatur urusan makhluk dan yang membagi rezeki mereka.

Bina-Qurani-Nubuwah-adalah-Karunia-Ilahi

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Nubuwah adalah Karunia Ilahi, Source: Photo by Amine Pexels

Tidak seorang pun berhak ikut campur dalam menentukan siapa yang berhak mendapat rahmat Allah, menjadi nabi dan mengemban risalah. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman mengenai mereka:

وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَذَا الْقُرْآنُ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ (31) أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

Artinya:

“Dan mereka berkata, ‘Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?’ Apakah mereka yang membagi rahmat Rabb-mu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. Az-Zukhruf: 31-32)

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā mengancam orang-orang yang melampaui batas yang mengatakan, “Kami tidak akan beriman hingga kami diberi seperti yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Yaitu:

وَإِذَا جَاءَتْهُمْ آيَةٌ قَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ حَتَّى نُؤْتَى مِثْلَ مَا أُوتِيَ رُسُلُ اللَّهِ اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ سَيُصِيبُ الَّذِينَ أَجْرَمُوا صَغَارٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا كَانُوا يَمْكُرُونَ (124)

Artinya:

“Apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata. ‘Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa denga napa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.’ Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.” (QS. Al-An’am: 124)

Ayat-ayat tersebut secara jelas menyebutkan bahwa nubuwah tidaklah didapat dengan kedudukan atau usaha. Ia adalah nikmat dan rahmat Allah yang Dia berikan untuk sebagian makhluk-Nya dengan ilmu dan hikmah-Nya. Bukan untuk orang yang mencari dan menginginkannya.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 218-220.

Thumbnail Source: Photo by Isa S Pexels

Artikel Terkait:
Definisi Nabi dan Rasul

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login