Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Orang yang Berhak Menerima Zakat

Bina-Qurani-Orang-yang-Berhak-Menerima-Zakat
Orang yang Berhak Menerima Zakat

Golongan atau orang-orang yang berhak menerima zakat atau mustahiq ada delapan golongan. Hal ini sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā di dalam Alquran Surat At-Taubah ayat 60.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (60)

Artinya:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf, yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 60)

Dari ayat di atas, kita dapat mengetahui delapan golongan yang berhak menerima zakat. Mereka adalah:

Bina-Qurani-Orang-yang-Berhak-Menerima-Zakat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Orang yang Berhak Menerima Zakat, Source: Photo by Google Image

1. Orang Fakir

Orang fakir adalah orang yang tidak mempunyai kemampuan, tidak memiliki kecukupan dalam hal makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal untuk dirinya dan juga anak-anaknya.

2. Orang Miskin

Orang miskin adalah orang yang membutuhkan bantuan tetapi keadaannya sedikit lebih baik daripada orang fakir. Gambarannya, jika kebutuhannya sepuluh, ia hanya bisa memenuhi tujuh atau delapan.

Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya:

“Orang miskin bukanlah orang yang berkeliling meminta-minta kepada orang-orang, kemudian ia diberi satu atau dua suap makanan, satu atau dua butir kurma.” Para sahabat bertanya, “Lalu siapakah orang miskin itu wahai Rasuluallah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam?” Beliau lalu menjawab, “Orang miskin adalah orang yang tidak mendapatkan apa yang bisa memenuhi kebutuhannya dan tidak mendapatkan apa yang bisa ia makan, kemudian orang bersedekah kepadanya, ia pun tidak meminta-minta kepada orang lain.” (HR. Bukhari Muslim)

3. Amil atau Pengurus Zakat

Mereka adalah orang-orang yang membantu imam (pemerintah) dalam mengumpulkan zakat, mencatat, menghitung, dan menjaganya. Mereka berhak menerima zakat dengan ziarat bukan dari keluarga Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, karena keluarga beliau tidak halal menerima sedekah.

Bina-Qurani-Orang-yang-Berhak-Menerima-Zakat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Orang yang Berhak Menerima Zakat, Source: Photo by Google Image

4. Mu’allaf (Orang yang Dibujuk Hatinya)

Mereka adalah orang-orang yang dibujuk hatinya dan diharapkan kecintaannya kepada Islam dengan pemberian zakat. Di antaranya pemimpin yang disegani rakyatnya yang diharapkan keislamannya, diharapkan pembelaannya terhadap kaum muslimin, atau untuk menghindari keburukannya. Bisa juga orang Islam sendiri yang diharapkan keistiqamahannya di atas Islam. Keduanya telah dicontohkan oleh Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam.

5. Untuk Memerdekakan Budak

Mencakuo usaha untuk membebaskan budak muslim, budak muslim yang ingin membebaskan dirinya, dan menebus tawanan muslim dari tanganan musuh.

6. Orang yang Memiliki Hutang

Maksudnya, orang-orang yang menanggung beban biaya orang lain atau hutang yang harus dibayar. Tidak dibedakan apakah hutang itu untuk kepentingan pribadi dirinya dalam perkara yang mubah, seperti berhutang untuk memenuhi nafkah keluarga, membeli pakaian, menikah, berobat, dan lain-lain, atau hutang untuk kepentingan orang lain, seperti biaya untuk mendapaikan dua pihak yang berselisih dengan cara menanggung beban hutang salah satu pihak atau memberi jaminan kepada pihak lain atau sejenisnya.

Dalil yang melandasi permasalahan ini adalah hadits Aqbishah al-Hilali, ia berkata , “Aku pernah menanggung beban biaya (mendamaikan dua pihak yang berselisih) yang sangat berat, lalu aku datang kepada Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam untuk memohon bantuan beliau. Beliau Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam lalu bersabda, ‘Tinggallah di sini hingga kami menerima zakat dan memberikannya kepadamu.’” (HR. Muslim)

Bina-Qurani-Orang-yang-Berhak-Menerima-Zakat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Orang yang Berhak Menerima Zakat, Source: Photo by Google Image

7. Berjuang di Jalan Allah

Maksudnya adalah para sukarelawan yang tidak menerima gaji dari pemerintah, orang-orang yang mempertahankan benteng kaum muslimin dan tantara yang menyerang musuh di jalan Allah. Orang yang menunaikan ibadah haji pun termasuk golongan ini berdasarkan sabda Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

“Ketahuilah bahwa seandainya engkau tetap pergi haji dengan menungganginya (unta yang ia sediakan untuk berjuang di jalan Allah), maka perjalananmu termasuk fii sabilillah.” (HR. Abu Daud)

8. Ibnus Sabil (Musafir atau Orang yang Sedang dalam Perjalanan)

Maksudnya adalah orang-orang yang berpergian jauh dari satu negeri ke negei lain tanpa bekal yang mencukupi kebutuhannya selama dalam perjalanan. Orang seperti ini berhak menerima zakat berupa bekal yang cukup agar ia bisa sampai ke tempat tujuannya.

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Fiqhus Sunnah Lin Nisa’ Wama Yajibu an Ta’rifahu Kullu Muslimatin min Ahkam. Edisi terjemah: Alih Bahasa M. Taqdir Arsyad, Fikih Sunnah Wanita Panduan Lengkap Wanita Muslimah, (Bogor: Griya Ilmu, 2019), 277-280.

Thumbnail Source: Photo by Google Image

Artikel Terkait:
Zakat Perniagaan dan Rikaz

TAGS
#ihlas beramal #ikhlas beramal shalih #ikhlas beramal #ikhlas dalam beramal #ikhlas dalam beribadah #ikhlas ketika shalat #ikhlas #kiat-kiat ikhlas #niat yang ikhlas #pengertian ikhlas #pentingnya ikhlas beramal #urgensi ikhlas dalam islam
© 2021 BQ Islamic Boarding School, All Rights reserved
Login