Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Panduan Adab Di Hari Jumat Sesuai Sunah (2)

Ustaz Fitri Priyanto, Lc., M.M.

Ustaz Fitri Priyanto, Lc., M.M.
Pengasuh Bina Qurani Islamic School

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ قُبِضَ، وَفِيهِ النَّفْخَةُ، وَفِيهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ

Artinya: “Sesungguhnya sebaik-baik hari kalian adalah hari Jumat, di hari itu Nabi Adam diciptakan, Nabi Adam diwafatkan, ditiupkan sangkakala pertama, dan ditiupkan sangkakala kedua. Maka perbanyaklah berselawat kepadaku (HR. Abu Daud).”

Hari jumat yang merupakan hari raya umat islam pekanan memiliki keistimewaan yang tidak sama seperti hari-hari lainnya. Umat Islam timur tengah misalnya, hari Jumat juga merupakan hari libur pekanan yang berbeda dengan umat dunia yang menempatkan hari Minggu sebagai hari libur pekanannya. Di hari Jumat menjadi kultur untuk berkumpul bersama keluarga, saling kunjung, dan makan-makan bergiliran dari keluarga yang satu ke keluarga lainnya.

Melanjutkan panduan adab di hari Jumat berikutnya yaitu yang ke keenam adalah membaca surah al Kahfi baik di malamnya atau siangnya. Fadhilah (keutamaan) membaca surah al Kahfi adalah akan disinari cahaya diantara 2 jumat (HR. Hakim). Maksud di sinari di antara 2 jumat adalah pertama, dia akan mendapatkan cahaya petunjuk yang menuntunnya untuk berbuat baik dan dilindungi dari perbuatan dosa. Kedua, seseorang yang membaca surah al Kahfi di hari jumat akan mendapatkan cahaya dunia dan akhirat. Cahaya dunia berupa wajah yang bersinar dan di akhirat kelak wajahnya bercahaya terang (islamweb.net, 2003).

Ketujuh, berdoa di waktu mustajab. Pada hari jumat ada 1 waktu mustajab yang mana terkait waktu tersebut ada 2 pendapat yang sangat masyhur. Pertama, antara duduknya imam untuk khutbah sampai selesai salat jumat berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Abu Musa al Asy’ari Raḍiallāhu ‘Anhu. Kedua, setelah salat asar sampai terbenamnya matahari berdasarkan hadis Abu Daud dari Jabir Bin Abdullah Raḍiallāhu ‘Anhu.

يَوْمُ الجُمُعة ثِنْتَا عَشْرَةَ سَاعَةً ، لاَ يُوجَد فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ الله شَيْئاً إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ العَصْر

“Pada hari Jumat ada 12 jam, tidaklah seorang muslim berdoa meminta apapun di waktu mustajab pada hari tersebut kecuali Allah akan mengabulkannya, maka carilah di akhir waktu setelah salat asar.”

Kedelapan, memperbanyak sedekah. Hal ini tidak lain karena hari Jumat adalah hari utama dibandingkan hari yang lainnya. Sebagaimana ramadan adalah bulan utama dibandingkan bulan lainnya. Bahkan orang saleh dahulu ada yang memberikan makanan kepada orang miskin di tengah perjalanannya ke masjid untuk menunaikan salat Jumat (Zad al Ma’ad fi Hadyi Khairi al ‘Ibad, 1986).

Kesembilan, tidak mengkhususkan salat malam atau puasa di hari jumat. Dari Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu, Rasulullah Ṣallallāhu ‘alaihi Wa sallam bersabda: “Janganlah kalian mengkhususkan malam jumat untuk tahajud (salat malam) dan janganlah kalian mengkhususkan puasa di siang harinya kecuali dalam rangkaian puasa kalian (HR. Muslim).

Kesepuluh, Salat sunnah saat menunggu khatib naik mimbar. Dari Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu, Rasulullah Ṣallallāhu ‘alaihi Wa sallam bersabda: “Barangsiapa mandi kemudian berangkat untuk salat jumat, lalu salat sunah semampunya dan diam menyimak khutbah sampai selesai lalu salat bersama imam maka diampuni dosanya di jumat tersebut sampai jumat berikutnya dan ditambah 3 hari (HR. Muslim).

Demikianlah seorang muslim di hari Jumatnya. Semoga kita mampu mengamalkan adab ini di setiap Jumat, Amin.

Source : Photo by Chattrapal (shitij) singh from Pexels

TAGS
#Adab Jumat #Doa Jumat #Fitri Priyanto #Khutbah Jumat #Waktu Mustajab
Login