Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Pembatal Iman Bag. 2

Bina-Qurani-Pembatal-Iman-Bag-2
Pembatal Iman Bag. 2

Tulisan pembatal iman bagian dua ini merupakan lanjutan dari tulisan tentang pembatal iman bagian pertama. Pada pembahasan sebelumnya, telah kami sampaikan terkait lima hal yang merupakan pembatal iman seseorang.

Berikut enam hal yang menjadi pembatal iman seseorang pada bagian kedua:

1. Meyakini Ketidaksempurnaan Petunjuk Rasul

Meyakini ketidaksempurnaan petunjuk yang dibawa oleh Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Mengingkari hukum syar’i yang diturunkan kepada beliau, atau meyakini bahwa hukum yang dibuat oleh manusia lebih bagus, lebih sempurna, dan lebih memenuhi hajat manusia. Atau, meyakini bahwa hukum manusia sama dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. Atau, berhukum dengan hukum buatan manusia.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا (60)

Artinya:

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa: 60)

2. Tidak Mengkafirkan Orang Musyrik

Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau ragu untuk mengkafirkan mereka. Sebab, keraguan seperti ini terkait dengan ayat yang dibawa oleh Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَقَالُوا إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ وَإِنَّا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَنَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ (9)

Artinya:

“Dan mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya kepada kami, dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya’.” (QS. Ibrahim: 9)

3. Memperolok-olok Allah, Alquran, Agama

Memperolok-olok Allah, Alquran, agama, pahala, dan siksa, serta yang lainnya. Atau memperolok-olok Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam atau salah satu Nabi, baik itu hanya bercanda maupun sungguhan.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

Artinya:

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka tentang apa yang mereka lakukan itu, tentulah mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman …” (QS. At-Taubah: 65-66)

4. Menolong Orang Musyrik

Menolong orang-orang musyrik untuk mengalahkan kaum muslimin. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (51)

Artinya:

“Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah: 51)

5. Meyakini Boleh Keluar dari Petunjuk Nabi Muhammad

Meyakini bahwa manusia boleh keluar dari petunjuk Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, dan tidak wajib mengikuti beliau. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Artinya:

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

6. Berpaling dari Agama Allah

Berpaling dari agama Allah, tidak mau mempelajari dan mengamalkannya. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ (22)

Artinya:

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabb-nya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (QS. As-Sajdah: 22)

Inilah di antara pembatal-pembatal iman yang paling Nampak. Di samping, masih banyak lagi pembatal-pembatal lain yang secara global dikembalikan pada pembatal yang disebutkan di atas.

Di antaranya ialah sihir, menolah seluruh ajaran Alquran atau sebagiannya, meragukan kemukjizatan Alquran, meremehkan Alquran atau satu bagian darinya, menghalalkan sesuatu yang disepakati keharamannya seperti zina dan khamer, atau mencela agama Islam.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 163-166.

Thumbnail Source: Photo by Jose A Pexels

Artikel Terkait:
Pembatal Iman Bagian 1

TAGS
#Berbakti kepada orang tua #doa berlindung dari virus corona #Doa Pagi Hari #Doa-doa #hukum qurban adalah #ikhlas beramal shalih #ikhlas beramal #Sunah Rasul #Sunnah Rasul
Login