Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Pembatal Iman

Bina-Qurani-Pembatal-Iman
Pembatal Iman

Yang dimaksud dengan pembatal iman adalah hal-hal yang dapat menghilangkan keimanan di dalam hati seseorang. Ada banyak hal yang dapat membatalkan iman seseorang. Di antara hal-hal yang dapat menjadi pembatal iman adalah sebagai berikut:

1. Mengingkari Rububiyah Allah

Mengingkari Rububiyah atau (ketuhanan) Allah atau salah satu dari kekhususan-Nya, mengaku memilikinya atau mempercayai orang yang mengaku memilikinya.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ (24)

Artinya:

“Dan mereka berkata, ‘Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa’, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al-Jatsiyah: 24)

Bina-Qurani-Pembatal-Iman

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pembatal Iman, Source: Photo by Portal Sulut PR

2. Tidak Mau Beribadah kepada Allah

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

لَنْ يَسْتَنْكِفَ الْمَسِيحُ أَنْ يَكُونَ عَبْدًا لِلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ وَمَنْ يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا (172) فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَأَمَّا الَّذِينَ اسْتَنْكَفُوا وَاسْتَكْبَرُوا فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (173)

Artinya:

“Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak pula enggat malaikat-malaikat yang terdekat kepada Allah. Barangsiapa yang enggan menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya. Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyuksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.” (QS. An-Nisa: 172-173)

3. Menjadikan Perantara-perantara

Menjadikan perantara-perantara dan pemberi syafaat, serta beribadah kepaa mereka. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (18)

Artinya:

“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan mudarat kepada mereka dan tidak pula manfaat, dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah. Katakanlah, ‘Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak pula di bumi?’ Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan itu.” (QS. Yunus: 18)

 

4. Mengingkari Satu Sifat Allah

Mengingkari satu sifat yang Allah tetapkan untuk diri-Nya sendiri serta yang ditetapkan Rasul untuk-Nya. Juga orang yang memberikan satu sifat khusus milik Allah, seperti ilmu Allah kepada makhluk. Dan menetapkan satu sifat yang dinafikan oleh Allah dan Rasul dari diri-Nya.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُو

Bina-Qurani-Pembatal-Iman

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pembatal Iman, Source: Photo by Deskjabar

لَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

Artinya:

“Katakanlah, Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Rabb, yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlash: 1-4)

5. Mendustakan Ajaran Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam

Mendustakan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتَابِ الْمُنِيرِ (25) ثُمَّ أَخَذْتُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ (26)

Artinya:

“Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan para rasul. Telah datang rasul-rasul mereka kepada mereka dengan membawa mukjizat yang nyata, zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna. Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir, maka lihatlah bagaimana hebatnya akibat kemurkaan-Ku.” (QS. Fathir: 25-26)

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 159-163.

Thumbnail Source: Photo by Portal Sulut

Artikel Terkait:
Bertambah dan Berkurangnya Iman

TAGS
#Berbakti kepada orang tua #doa berlindung dari virus corona #Doa Pagi Hari #Doa-doa #hukum qurban adalah #ikhlas beramal shalih #ikhlas beramal #Sunah Rasul #Sunnah Rasul
© 2021 BQ Islamic Boarding School, All Rights reserved
Login