Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Pengaruh Mudarah terhadap Al-Wala’ Wal Bara’

Bina-Qurani-Pengaruh-Mudarah-terhadap-Al-Wal-Bara
Pengaruh Mudarah terhadap Al-Wala’ Wal Bara’

Mudarah adalah menghindari kerusakan dan kejahatan dengan ucapan yang lembut atau meninggalkan kekerasan dan sikap kasar, atau berpaling dari orang jahat jika ditakutkan kejahatannya atau terjadinya hal yang lebih besar dari kejahatan yang sedang dilakukan.

Misalnya, bersikap lemah lembut kepada orang yang belum tahu dalam pengajarana, kepada orang fasik dalam melarang perbuatannya dan meninggalkan kesalahannya serta mengingkarinya dengan ucapan dan perbuatan. Lebih-lebih ketika dihajatkan untuk melunakkan hatinya.

Dalam sebuah hadis dari Aisyah Raḍiallāhu ‘Anhā disebutkan bahwa seorang laki-laki meminta izin masuk menemui Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam seraya berkata. “Dia saudara yang jelek dalam keluarga.” Kemudian ketika orang itu masuk dan menghadap Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam beliau berkata kepadanya dengan lemah lembut.

Maka Aisyah Raḍiallāhu ‘Anhā berkata, “Engkau tadi berkata tentang dia seperti apa yang engkau katakana.” Maka Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya:

“Wahai Aisyah, kapankah kamu melihatku mengatakan perkataan keji? Sesungguhnya seburuk-buruk kedudukan manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang yang ditinggalkan oleh manusia karena takut akan kekejiannya.” (HR. Bukhari)

Bina-Qurani-Pengaruh-Mudarah-terhadap-Al-Wal-Bara

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pengaruh Mudarah terhadap Al Wal Bara, Source: Photo by Masjid Pogung Dalangan Unsplash

Nabi telah berbuat mudarah dengan orang tadi ketika dia menemui beliau, padahal orang itu jahat, karena beliau menginginkan kemaslahatan agama. Hal itu menunjukkan bahwa mudarah tidak bertentangan dengan Al-Wala’ Wal Bara’, kalau memang mengandung kemaslahatan yang lebih banyak dalam bentuk menolak kejahatan atau menundukkan hatinya, atau memperkecil dan memperingan kejahatan.

Ini adalah salah satu metode dalam berdakwah kepada Allah. Termasuk di dalamnya mudarah Nabi terhadap orang-orang munafik karena khawatir akan kejahatan mereka dan untuk menundukkan hati mereka dan orang lain.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 123-124.

Thumbnail Source: Photo by Masjid Pogung Dalangan Unsplash

Artikel Terkait:
Mudahanah dalam Al-Wala’ Wal Bara

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
© 2021 BQ Islamic Boarding School, All Rights reserved
Login