Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Pengertian Rabb Menurut Pandangan Umat Tersesat

Bina-Qurani-Pengertian-Rabb-Menurut-Pandangan-Umat-Umat-Yang-Tersesat
Pengertian Rabb Menurut Pandangan Umat-Umat Yang Tersesat

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā menciptakan manusia dengan fitrah mengakui tauhid dan mengetahui Rabb Sang Pencipta sebgaimana firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā,

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya:

“Maka hadapkanlah dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut Fitrah itu. Tidak ada perubahan pada Fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum [30]: 30)

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

Artinya:

“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah aku ini Rabbmu?’ Mereka menjawab ‘Betul (Engkau Rabb kami), kami mejadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. (QS. Al-A’raf [07]: 172)

Bina-Qurani-Pengertian-Rabb-Menurut-Pandangan-Umat-Umat-Yang-Tersesat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pengertian Rabb Menurut Pandangan Umat-Umat Yang Tersesat, Source: Photo From Tolga Ahmetler On Unsplash

Mengakui rububiyyah Allah Subḥānahu Wa Ta’ālādan menerimanya adalah sesuatu yang fitri, sedangkan syirik adalah unsur baru yang datang kemudian Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallambersabda,

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِه

Artinya:

“Setiap bayi dilahirkan atas dasar fitrah, maka kedua orang tuanyalah  yang menjadikannya yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Seandainya seorang manusia diasingkan dan dibiarkan fitrahnya, pasti ia akan mengarah kepada tauhid dan menerima dakwah yang dibawa oleh para rasul, yang disebutkan oleh kitab-kitab suci dan ditunjukkan oleh alam. Namun, bimbingan yang menyimpang dan lingkungan yang ateis itulah faktor penyebab yang mengubah pandangan si bayi. Dari sanalah seorang anak manusia mengikuti bapaknya dalam kesesatan dan penyimpangan.

Allah berfirman dalam hadits qudsi:

خلقت عبادي خنفاء فاجتالتهم الشياطين

Artinya:

“Aku ciptakan hamba-hamba-Ku dalam lurus bersih, maka setanlah yang memalingkan mereka.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Maksudnya, memalingkan mereka kepada berhala-berhala dan mejadikan mereka seperti itu sebagai tuhan selain Allah. Maka mereka jatuh dalam kesesatan, keterasingan, perpecahan, dan perbedaan, dan perbedaan karena masing-masing kelompok memiliki tuhan yang hak, maka mereka akan jatuh ke dalam tuhan-tuhan palsu sebagaimana firman Allah:

فَذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ

Artinya:

“Maka (Zat yang demikian) itulah Allah, Rabb kamu yang sebenarnya, maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Yunus [10]: 32)

Bina-Qurani-Pengertian-Rabb-Menurut-Pandangan-Umat-Umat-Yang-Tersesat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pengertian Rabb Menurut Pandangan Umat-Umat Yang Tersesat, Source: Photo From Thought Catalog On Unsplash

Kesesatan itu tidak memiliki batas dan tepi. Hal itu pasti terjadi pada diri orang-orang yang berpaling dari Allah.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ

Artinya:

“Apakah tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan sesuatu keterangan pun tentang nama-nama itu.” (QS. Yusuf [12]: 39-40)

Syirik dalam tauhid rububiyyah dengan menetapkan adanya dua pencipta yang serupa dalam sifat dan perbuatannya adalah mustahil. Akan tetapi, sebagian kaum musyrikin meyakini bahwa tuhan-tuhan mereka memiliki sebagian kekuasaan dalam alam semesta ini. Setan telah mempermainkan mereka dalam menyembah tuhan-tuhan tersebut dan setan mempermainkan setiap kelompok manusia berdasarkan kemampuan akal mereka.

Ada kelompok orang yang diajak untuk menyembah orang-orang yang sudah mati dengan jalan membuat patung-patung mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Nabi Nuh. Ada pula sekelompok lain yang membuat berhala-berhala dalam bentuk planet-planet. Mereka menganggap planet-planet itu mempunyai pengaruh terhadap alam semesta dan isinya.

Maka mereka membuatkan rumah-rumah untuknya serta memasang juru kuncinya. Mereka pun berselisih tentang penyembahannya, ada yang menyembah matahari, ada yang menyembah bulan, dan ada pula yang menyembah planet-planet lain hingga mereka membuat piramida-piramida dan masing-masing planet ada piramidanya sendiri-sendiri.

Ada pula golongan yang menyembah api, yaitu kaum Majusi. Ada pula kaum yang menyembah sapi, seperti yang ada di india, kelompok yang menyembah pohon-pohon dan batu besar. Dan ada juga yang menyembah makam atau kuburan yang dikeramatkan. Semua ini disebabkan mereka membayangkan benda-benda tersebut mempunyai sebagian dari sifat-sifat rububiyyah.

Bina-Qurani-Pengertian-Rabb-Menurut-Pandangan-Umat-Umat-Yang-Tersesat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pengertian Rabb Menurut Pandangan Umat-Umat Yang Tersesat, Source: Photo From Pexels Amar Preciado 9969542

Ada pula yang menganggap berhala-berhala itu mewakili hal-hal uang ghaib. Ibnul Qayyim berpendapat, “Pembuatan berhala pada mulanya adalah penggambaran terhadap tuhan yang ghaib, lalu mereka membuat patung berdasarkan bentuk dan rupanya agar bisa menjadi wakilnya serta mengganti kedudukannya. Kalau tidak begitu, maka sesungguhnya setiap orang yang berakal tidak mungkin akan memahat patung dengan tangannya sendiri kemudian meyakini dan mengatakan bahwa patung pahatannya sendiri itu adalah tuhan sembahannya.”

Begitu pula para penyembah kuburan, baik dahulu maupun sekarang mereka mengira orang-orang mati itu dapat membantu mereka dan dapat menjadi perantara antara mereka dengan Allah dalam pemenuhan hajat-hajat mereka. Mereka mengatakan,

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

Artinya:

“Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (QS. Az-Zumar [39]: 3)

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ

“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) menfa’at, dan mereka berkata, Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.” (QS. Yunus [10]: 18)

Sebagaimana halnya sebagian kaum musyirikin Arab dan Nasrani mengira tuhan-tuhan mereka adalah anak-anak Allah. Kaum musyirikin Arab menganggap malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Orang Nasrani menyembah Isa atas dasar anggap ia sebagai anak laki-laki Allah.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 20-24.

Thumbnail Source: Photo From Kaskus

Artikel Terkait:
Pengertian Rabb Dalam ALquran dan Sunah

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login