Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Pengertian Rabb

Bina-Qurani-Pengertian-Rabb-Dalam-Alquran-dan-Sunah
Pengertian Rabb dalam Alquran dan Sunah

Tauhid adalah meyakini keesaan Allah Subḥānahu Wa Ta’ālādalam rububiyyah, ikhlas beribadah kepada-Nya, menetapkan bagi-Nya nama-nama dan sifat-Nya, serta menyucikan-Nya dari kekurangan dan cacat.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā adalah penguasa alam dan pengatur semesta, Dia yang mengangkat dan menurunkan, Dia yang memuliakan dan menghinakan, serta Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia pengatur peputaran siang dan malam, dan Dia yang menghidupkan dan yang mematikan.

Setelah kita mengetahui tentang pengertian tahuid serta pengertian dari tauhid rububiyyah, hal selanjutnya yang perlu kita ketahui adalah terkait pengertian dari Rabb berdasarkan Alquran dan Sunah.

Bina-Qurani-Pengertian-Rabb-Dalam-Alquran-dan-Sunah

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pengertian Rabb Dalam Alquran dan Sunah, Source: Photo By The Dancing Rain Unsplash

Pengertian Rabb Berdasarkan Alquran

Rabb adalah bentuk mashdar berasal dari رب يرب yang berarti mengembangkan sesuatu dari suatu keadaan pada keadaan lain sampai pada keadaan yang sempurna. Dan bisa diungkapkan dengan ربه ورباه ورببه .

Jadi, lafal Rabb adalah mashdar yang dipinjam untuk fail (pelaku). Kata-kata Ar-Rabb tidak disebut sendirian, kecuali untuk Allah yang menjamin kemaslahatan seluruh mahluk. Adapun jika di-idhafahka-kan (ditambahkan kepada yang lain), maka hal itu bisa untuk lain-Nya. Misalnya, firman Allah:

رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya:

“Rabb semesta Alam”. (QS. Al-Fatihah [01]: 2)

Demikian pula firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā dalam Alquran Surat Asy-Syuara ayat 26,

قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ

Artinya:

“Musa berkata: ‘Rabb kamu dan Rabb nenek-nenek moyang kamu yang dahulu’.” (QS. Asy-Syuara [26]: 26)

Bina-Qurani-Pengertian-Rabb-Dalam-Alquran-dan-Sunah

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pengertian Rabb Dalam Alquran dan Sunah, Source: Photo By Beytlik From Pexels

Lafal Rabb digunakan untuk selain Allah, kecuali pada idhafah yang terbatas seperti  رب الدارtuan rumah, pemilik rumah رب الفرس  (pemilik kuda), dan di antaranya lagi adalah perkataan Nabi Yusuf yang difirmankan oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā,

اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ فَأَنْسَاهُ الشَّيْطَانُ ذِكْرَ رَبِّهِ فَلَبِثَ فِي السِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ

Artinya:

“Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu. Maka setan menjadikan ia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam pencara beberapa tahun lamanya.” (QS. Yusuf [12]: 42)

Dalam ayat yang lain Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga berfirman,

قَالَ ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ

Artinya:

“Berkatalah Yusuf: ‘kembalilah kepada tuanmu ’ …” (QS. Yusuf [12]: 50)

أَمَّا أَحَدُكُمَا فَيَسْقِي رَبَّهُ خَمْرًا

“Adapun salah seorang diantara kamu berdua akan memberi minuman tuanya dengan khamar.” (QS. Yusuf [12]: 41)

Bina-Qurani-Pengertian-Rabb-Dalam-Alquran-dan-Sunah

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pengertian Rabb Dalam Alquran dan Sunah, Source: Photo By Ben Mack From Pexels

Pengertian Rabb Berdasarkan Sunah Rasulullah allallāhu ‘Alaihi Wa Sallam

Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda dalam hadis tentang “Unta yang hilang”:

حتي يجدها ربها

Artinya:

“Sampai sang pemilik menemukannya.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Maka jelaslah bahwa kata Rabb diperuntukkan untuk Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā jika makrifat dan mudhaf sehingga kita dikatakan, misalnya, الرب  (Tuhan Allah) رب العالمين  (Penguasa semesta Alam), atau رب الناس  (Tuhan manusia). Dan tidak diperuntukkan kepada selain Allah kecuali di idhafah-kan, misalnya رب الدار   (tuan rumah), atau بب الاءبل  (pemilik unta) dan lainnya.

Makna رب العالمين  adalah Allah pencipta alam semesta, Pemilik, Pengurus, dan Pembimbing mereka dengan segala nikmat-Nya, serta dengan mengutus para rasul-Nya, menurunkan kitab-kitab-Nya, dan pemberi balasan atas segala perbuatan mahluk-Nya.

Ibnul Qayyim Raḥimahullāh berkata, “Konsekuensi rububiyyah adalah adanya perintah dan larangan kepada para hamba, membalas mereka yang  berbuat baik dengan kebaikan serta menghukum mereka yang berbuat buruk atas kejahatannya.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 18-20.

Thumbnail Source: Photo by Musa Ortac From Pexels

Artikel Terkait:
Cara Menanggulangi Penyimpangan Akidah

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login