Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Penjelasan Hadis Waktu Terbaik Untuk Makan Sahur

Dalam menjalankan ibadah puasa, disunahkan untuk makan sahur. Kapan waktu yang utama bagi seseorang yang akan berpuasa untuk makan sahur? Berikut adalah penejelasan hadis yang dikutip dari kitab Taisīr al-‘Allām Syarh ‘Umdah al-Akām karya ‘Abd Allāh ibn ‘Abd al-Raḥmān al-Bassām:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. ثُمَّ قَامَ إلَى الصَّلاةِ. قَالَ أَنَسٌ: قُلْت لِزَيْدٍ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ؟ قَالَ: قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Anas bin Malik Raḍiallāhu ‘Anhu, dari Zaid bin Tsabit Raḍiallāhu ‘Anhu, ia berkata, “Kami sahur bersama Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, setelah itu beliau beranjak untuk shalat.’ Anas Raḍiallāhu ‘Anhu berkata, ‘Aku bertanya kepada Zaid, ‘Berapa lama jarak antara azan dan sahur?’ Zaid Raḍiallāhu ‘Anhu menjawab, ‘Selama membaca limapuluh ayat’.” (HR. al-Bukhari No. 1921 dan Muslim No. 1097)

Kosakata Asing:

(الأذان) Maksudnya iqamat, seperti dijelaskan dalam kitab Shahihain dari Anas dari Zaid Raḍiallāhu ‘Anhuma, ia berkata, “Kami sahur bersama Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam lalu kami beranjak untuk salat. Aku bertanya, ‘Berapa lama jarak di antara keduanya?’ Ia menjawab, ‘Seukuran lamanya membaca limapuluh ayat’.”

Makna Global

Anas bin Malik meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, bahwa Zaid sahur bersama Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, di antara sunah beliau adalah sahur mendekati waktu subuh. Karena itu selepas sahur, beliau langsung beranjak untuk salat subuh. Anas kemudian bertanya kepada Zaid, “Seberapa lama jarak antara iqamat dengan sahur?” “Kira-kira limapuluh ayat,” jawab Zaid.

Intisari Hukum

(1). Keutamaan mengakhirkan sahur hingga mendekati fajar.

(2). Segera berangkat untuk salat subuh karena sudah mendekati waktu imsak.

(3). Waktu imsak adalah terbitnya fajar, seperti yang disampaikan Allah, “Makan dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. al-Baqarah: 187).

(4). Dengan demikian kita tahu dua waktu yang dibuat-buat orang saat ini, yaitu waktu imsak dan waktu terbit fajar adalah bid’ah yang Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā tidak menurunkan penjelasan nyata tentang itu. Itu hanya was-was dari setan untuk mengaburkan agama, karena menurut sunah, imsak berlaku di awal terbitnya fajar.

Dikutip dari: ‘Abd Allāh ibn ‘Abd al-Raḥmān al-Bassām, Taisīr al-‘Allām Syar ‘Umdah al-Akām, Takrīj Muhammad Subḥī Ḥasan Hallāq, (Shan’ā: Maktabah al-Irshād dan Maktabah al-Asady, 2004), 231. Edisi terjemah: Alih Bahasa Umar Mujtahid, Fikih Hadits Bukhari Muslim, (Jakarta: Ummul Qura, 2013), 479-481.

TAGS
#Fikih Puasa #Fikih Ramadan #Fikih #Hadis #Puasa Ramadan #Sahur
Login