Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Penyimpangan dalam Kehidupan Manusia

Bina-Qurani-Penyimpangan-dalam-Kehidupan-Manusia
Penyimpangan dalam Kehidupan Manusia

Umat manusia pada mulanya adalah umat yang bertahuhid. Tauhid merupakan sebuah fitrah yang Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā karuniakan kepada umat manusia. Karunia tauhid yang Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berikan kepada manusia ini tergambar dalam firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā pada Surat Ar-Rum ayat 30:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ

Artinya:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. Tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. TIdak ada perubahan pada fitrah Allah.” (QS. Ar-Rum: 30)

Dalil lain yang menunjukkan bahwa manusia yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan fitrah (bertauhid) adalah sabda Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Rasulullah Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Artinya:

“Setiap aak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari Muslim)

Bina-Qurani-Penyimpangan-dalam-Kehidupan-Manusia

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Penyimpangan dalam Kehidupan Manusia, Source: Photo by Rachid Unsplash

Jadi, kesyirikan adalah faktor luar yang masuk ke dalam fitrah manusia. Kesyirikan dan penyimpangan akidah pertama kali terjadi pada kaum Nuh. Mereka menyembah patung-patung. Kemudia muncul Amru bin Luhay Al-Khuza’i. Dialah orang yang mengubah agama Ibrahim dan membawa patung-patung it uke tanah Arab, khusunya tanah Hijaz.

Sehingga menyebabkan manusia pada zaman itu menyembah patung-patung tersebut dan menyekutukan Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā yang akhirnya menyebarlah kesyirikan-kesyirikan ke negeri-negeri suci tersebut dan sekitarnya.

Kemudian Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā mengutus Nabi-Nya, Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam penutup para Nabi, untuk menyeru umat manusia Kembali kepada tauhid dan mengikuti ajaran Nabi Ibrahim.

Beliau Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam juga berjuang di jalan Allah dengan sungguh-sungguh hingga akidah tauhid dan milah Ibrahim kembali dianut. Beliau hancurkan patung-patung dan dengannya Allah menyempurnakan agama dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi seluruh alam.

Selanjutnya, generasi pertama umat ini yang hidup di masa keemas an berjalan meniti manhaj (jalan hidup) beliau. Sampai ketika kebodohan merebak pada generasi terakhir dan ajaran agama lain mencemari. Akhirnya, kesyirikan kembali menimpa mayoritas umat ini karena ulah para penyeru kesesatan serta akibat dibangunnya kuburan para wali dan orang-orang shalih sebagai bentuk pengagungan dan kecintaan kepada mereka.

Di atas kuburan mereka dibangun patung untuk mengenang mereka yang selanjutnya dijadikan sebagai sesembahan yang disembah selain Allah dengan berbagai bentuk taqarrub seperti doa, meminta pertolongan, menyembelih atau kurban, dan bernadzar untuk kedudukan mereka. Ini semua merupakan bentuk kesyirikan terhadap Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā dalam hal ibadah.

Bina-Qurani-Penyimpangan-dalam-Kehidupan-Manusia

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Penyimpangan dalam Kehidupan Manusia, Source: Photo by Michael B Pexels

Adapun terhadap tauhid rububiyah, mereka semua mengakuinya. Hanya sedikit saja dari mereka yang mengingkarinya. Seperti Fir’aun serta kaum atheis dan komunis pada zaman ini. Pengingkaran mereka itu hanya dilatarbelakangi oleh kesombongan mereka.

Sebab, jika tidak tentu mereka tidak mengakuinya dalam hati mereka sebagaimana yang diirmankan Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā dalam Alquran Surat An-Naml ayat empat belas, yang berbunyi:

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا

Artinya:

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan mereka padahal hati mereka meyakini kebenarannya.” (QS. An-Naml: 14)

Selain kesyirikan, penyimpangan yang sering dilakukan dalam kehidupan manusia yaitu kekufuran, nifak, kefasikan, kesesatan, riddah, dan semisalnya.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 327-329.

Thumbnail Source: Photo by Moh Hassan Pixabay

Artikel Terkait:
Sebab-Sebab Penyimpangan Akidah

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login