Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Perintah Shalat 5 Waktu

Bina-Qurani-Perintah-Shalat-5-Waktu
Perintah Shalat 5 Waktu

Sebagai seorang muslim, kita semua tentu telah mengetahui bahwa Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā memerintahkan kepada kita untuk mendirikan shalat 5 waktu. Shalat 5 waktu adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan seorang muslim baik dalam keadaan sehat maupun sakit, lapang maupun sempit, kaya ataupun miskin.

Shalat 5 waktu merupakan kewajiban yang paling utama bagi setiap muslim dan muslimah. Selain merupakan salah satu rukun Islam setelah dua kalimat syahadat, shalat wajib (lima waktu) juga merupakan sebuah pembeda antara seorang muslim dan kafir.

Mengingat tentang pentingnya perintah shalat 5 waktu bagi seorang muslim, maka pada kesempatan kali ini kami akan sedikit membahas beberapa point terkait perintah shalat 5 waktu, sebagai berikut:

  • Dalil Perintah shalat 5 waktu
  • Pentingnya Mendirikan shalat 5 waktu
  • Keutamaan Mendirikan shalat 5 waktu

Yuk kita simak!

Dalil Perintah Shalat 5 Waktu

Dalil tentang perintah shalat 5 waktu sejatinya tidak terlalu sulit untuk ditemukan, terlebih Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā dan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam telah banyak memberikan perintah shalat 5 waktu kepada hamba-Nya melalui berbagai redaksi ayat Alquran maupun Hadis Rasulullah.

Berikut ini adalah beberapa ayat dalam Alquran tentang perintah shalat 5 waktu:

1. QS. Al-Isra’ Ayat 78

Salah satu perintah 5 waktu yang Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā firmankan di dalam Alquran kepada hamba-Nya adalah firman-Nya pada Alquran Surat Al-Isra’ ayat 78.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Laksanakanlah shalat lima waktu sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan laksanakan pula shalat subuh. Sungguh, shalat subuh itu disaksikan oleh malaikat.” (QS. Al-Isra’ [17]: 78)

2. QS. Hud Ayat 114

Di dalam firman-Nya pada QS. Hud ayat 114, Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga memberikan perintah shalat 5 waktu kepada hamba-Nya.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

“Dan laksanakanlah sholah pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat Allah.” (QS. Hud [11]: 114)

3. QS. Al-Baqarah Ayat 43

Perintah shalat 5 waktu juga beberapa kali Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā sandingkan dengan perintah untuk membayar zakat. Di antaranya di dalam firman-Nya Surat Al-Baqarah ayat 43.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah [2]: 43)

4. QS. Thaha Ayat 132

Dalam Alquran Surat Thaha ayat 132, Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga memberikan perintah shalat 5 waktu kepada hamba-Nya beserta keluarganya.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan balasan yang baik di akhirat adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha [20]: 132)

Demikianlah beberapa perintah shalat 5 waktu yang terdapat di dalam Alquran. Selain ayat-ayat di atas, masih banyak firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā di dalam Alquran terkait perintah shalat 5 waktu.

Pentingnya Mendirikan Shalat 5 Waktu

Dalam agama Islam, shalat merupakan salah satu amal ibadah yang tinggi dan mulia. Shalat juga merupakan salah satu rukun islam setelah dua kalimat syahadat.

Berikut ini adalah pentingnya mendirikan shalat 5 waktu dalam Islam:

1. Shalat adalah Tiang Agama

Shalat lima waktu adalah amal ibadah yang merupakan pondasi atau ibarat tiang bagi bangunan Islam. Apabila pondasi sebuah bangunan tidak kokoh, maka kehancuran bangunan tersebtu tinggal menunggu waktu saja.

Ibnu ‘Umar Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun atas lima hal: (1) Kesaksian bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji ke baitullah, dan puasa Ramadhan.” (HR. Muslim)

2. Shalat Merupakan Pembeda antara Muslim dan Kafir

Begitu pentingnya mendirikan shalat, sampai-sampai Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam mengungkapkan dengan tegas bahwa Shalat adalah pembeda antara Muslim dan Kafir.

Jabir Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلاَةِ

“Sesunggugnya pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

3. Shalat Merupakan Amalan yang Pertama Kali Dihisab

Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.” (HR. At-Tirmidzi)

Keutamaan Mendirikan Shalat 5 Waktu

Selain memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā, shalat juga salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan shalat 5 waktu:

1. Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar

Perintah shalat 5 waktu yang Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā wajibkan kepada umat manusia pasti memiliki hikmah dibaliknya. Selain sebagai suatu kewajiban, mendirikan shalat juga merupakan sebuah ibadah yang dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر

“… Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar …” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 45)

2. Penghapus Dosa

Salah satu keutamaan shalat 5 waktu adalah sebagai penghapus dosa. Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا

“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu rumah salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit? Para sahabat menjawab, ‘Tidak akan tersisa sedikitpun kotorannya’. Beliau berkata, ‘Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa’.” (HR. Bukhari)

3. Shalat adalah Cahaya

Di antara keutamaan shalat 5 waktu yang lain adalah, bahwa shalat adalah cahaya baik di dunia maupun di akhirat.

Buraidah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِى الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan ke masjid dalam keadaan gelap, bahwasannya kelak ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud)

4. Allah Tinggikan Derajat dan Hapuskan Dosa

Dengan mengerjakan shalat 5 waktu, maka Allah akan meninggikan derajatnya dan menghapuskan dosa-dosanya. Hal tersebut merupakan salah satu dari banyaknya keutamaan shalat 5 waktu.

Tsauban Raḍiallāhu ‘Anhu (bekas budak Rasulullah) meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah. Karena engkau tidaklah sujud pada Allah dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan akan menghapuskan satu kesalahan.” (HR. Muslim)

5. Allah Masukkan kedalam Surga dan Dekat dengan Rasulullah

Keutamaan shalat 5 waktu yang lainnya adalah Allah akan memasukkan ke dalam surga dan Allah dekatkan dengan Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam.

Robi’ah bin Ka’ab Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِى « سَلْ ». فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِى الْجَنَّةِ. قَالَ « أَوَغَيْرَ ذَلِكَ ». قُلْتُ هُوَ ذَاكَ. قَالَ « فَأَعِنِّى عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ »

“Aku pernah bermalam bersama Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Aku mendatangi beliau dengan membawakan air wudhu untuk memenuhi hajat beliau. Lantas beliau bersabda, ‘Mintalah’. Aku berkata, ‘Aku meminta kepadamu supaya dapat dekat denganmu di surga kelak’. Beliau berkata, ‘Atau ada selain itu?’ Aku menjawab, ‘Itu saja yang aku minta’. Beliau bersabda, ‘Tolonglah aku dengan engkau memperbanyak sujud’.” (HR. Muslim)

Imam nawawi menyebutkan bahwa, yang dimaksud dengan memperbanyak sujud di sini adalah memperbanyak sujud dalam shalat.

6. Mendapatkan Pahala Seperti Orang yang Berhaji

Seseorang yang berjalan dengan keadaan suci menuju ke masjid atau mushola untuk mendirikan shalat wajib akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala yang didapatkan oleh orang yang sedang menjalankan ibadah haji. Hal tersebut merupakan salah satu keutamaan di antara keutamaan shalat 5 waktu.

Abu Umamah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لاَ يُنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ

“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci menuju shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji yang dalam keadaan berihram. Barangsiapa yang keluar untuk menunaikan shalat Dhuha dan rasa capek yang ia peroleh karena melaksanakan shalat tersebut, maka pahalanya seperti pahala orang berumrah.” (HR. Abu Daud)

Demikianlah sedikit uraian terkait pentingnya mendirikan shalat beserta dengan beberapa keutamaan shalat 5 waktu.

Semoga Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā senantiasa memberikan kekuatan dan keistiqomahan pada kita semua agar dapat menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya serta berjamaah bagi seorang laki-laki.

Thumbnail Source: Photo From Pexel Alena Darmel

Artikel Terkait:
Tata Cara Shalat Hajat

TAGS
#adab penuntut ilmu #Al Baqarah #Alquran 30 Juz #cara berbakti kepada orang tua #Cara Manghafal Quran #Cara membuat hand sanitizer #Cara Sholat Jenazah #hukum qurban adalah #ikhlas dalam beramal #Keutamaan Membaca Alquran
Login