Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Perkara yang Membatalkan Puasa

Bina-Qurani-Perkara-yang-Membatalkan-Puasa
Perkara yang Membatalkan Puasa

Di antara perkara-perkara yang dapat membatalkan puasa seseorang dan mewajibkan qadha’, yaitu:

1. Makan dan Minum dengan Sengaja

Makan dan minum secara sengaja dan sadar bahwa dirinya sedang berpuasa merupakan perkara yang dapat membatalkan puasa. Namun, jika seseorang makan dan minum karena lupa, maka puasanya tetap sah dan tidak perlu qadha’ atau membayar kafarat atau denda.

Hal ini sebagaimana hadits Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu, yang meriwayatkan bahwa Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa yang lupa sehingga ia makan dan minum ketika berpuasa, maka hendaklah ia tetap menyempurnakan puasanya. Karena sesungguhnya Allah telah memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari Muslim)

Bina-Qurani-Perkara-yang-Membatalkan-Puasa

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Perkara yang Membatalkan Puasa, Source: Photo by Unsplash

2. Muntah dengan Sengaja

Jika seseorang muntah karena tidak kuasa menahannya atau tidak dengan disengaja, maka tidak masalah. Namun apabila muntah dengan sengaja, maka hal ini dapat membatalkan puasa.

Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Siapa yang muntah karena tidak sanggup menahannya, maka ia tidak wajib qadha’ puasa. Tetapi, siapa yang muntah karena sengaja, maka ia harus mengqadha’.” (HR. At-Tirmidzi)

3. Haidh dan Nifas

Jika seseorang mengalami haidh dan nifas pada saat-saat terakhir menjelang matahari terbenam, maka puasamu tetap batal dan engkau harus mengqadha’ puasa hari itu. Seluruh ulama sepakat dalam hal ini.

Faidah:

  • Jika seorang wanita mengalami haidh di tengah hari saat berpuasa, maka puasanya batal dan ia tidak meneruskannya hingga Maghrib. Sebaliknya, ia harus berbuka saat itu juga, tetapi diusahakan tidak terlihat oleh anak-anak.
  • Jika seorang wanita mengalami haidh di bulan Ramadhaan lalu suci di siang hari, maka ia tetap bolah makan dan minum. Dan seandainya suaminya datang dari perjalanan atau safar dan tidak berpuasa, maka ia boleh berhubungan badan dengannya, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.
  • Jika wanita yang haidh suci sebelum fajar dan berniat puasa, maka puasanya sah, sekalipun ia menunda mandi besarnya hingga setelah fajar. Ini adalah pendapat jumhur ulama.
Bina-Qurani-Perkara-yang-Membatalkan-Puasa

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Perkara yang Membatalkan Puasa, Source: Photo by Jovana Pexels

4. Mengeluarkan Air Mani dengan Sengaja

Mengeluarkan air mani dengan cara apa saja, seperti mencium suami atau isteri, atau bercumbu, atau masturbasi, maka hal itu membatalkan puasa dan mengharuskannya mengqadha’ hari tersebut.

Dalilnya adalah firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā dalam hadits qudsi tentang orang yang berpuasa:

“Dia menahan diri dari makanan, minuman, dan nafsunya demi Aku.” (HR. Bukhari Muslim)

5. Tidak Niat Berpuasa

Jika seseorang berniat membatalkan puasanya dan bersikeras hendak berbuka puaasa dengan sengaja, meskipun tahu dirinya sedang berpuasa, maka puasanya batal meskipun ia belum makan dan minum. Alasannya, setiap orang akan mendapatkan apa yang sesuai dengan niatnya. Inilah pendapat kebanyakan ulama.

Bina-Qurani-Perkara-yang-Membatalkan-Puasa

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Perkara yang Membatalkan Puasa, Source: Photo by Muertos Pexels

6. Keluar dari Agama Islam atau Murtad

Orang muslim yang keluar dari agama Islam atau murtad, semoga Allah melindungi kita darinya, ketika berpuasa maka otomatis puasanya menjadi batal dan ia harus mengqadha’nya jika ia kembali memeluk agama Islam.

Hal ini berdasarkan firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā:

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ

Artinya:

“Jika kamu mempersekutukan Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā, niscaya akan hapuslah amalanmu.” (QS. Az-Zumar: 65)

Para ulama tidak berselisih dalam masalah ini.

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Fiqhus Sunnah Lin Nisa’ Wama Yajibu an Ta’rifahu Kullu Muslimatin min Ahkam. Edisi terjemah: Alih Bahasa M. Taqdir Arsyad, Fikih Sunnah Wanita Panduan Lengkap Wanita Muslimah, (Bogor: Griya Ilmu, 2019), 306-308.

Thumbnail Source: Photo by Riki Pexels

Artikel Terkait:
Perkara yang Boleh Dilakukan Wanita Ketika Berpuasa

TAGS
#ihlas beramal #ikhlas beramal shalih #ikhlas beramal #ikhlas dalam beramal #ikhlas dalam beribadah #ikhlas ketika shalat #ikhlas #kiat-kiat ikhlas #niat yang ikhlas #pengertian ikhlas #pentingnya ikhlas beramal #urgensi ikhlas dalam islam
© 2021 BQ Islamic Boarding School, All Rights reserved
Login